CompileDaily
AI

Google Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi "Lake America" untuk Pengguna AS

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Setelah sukses mengubah Teluk Meksiko jadi "Gulf of America" tahun lalu, kali ini giliran danau yang usianya sudah ratusan tahun kena "renovasi" nama dari Gedung Putih.

Google Maps mengganti label Danau Ontario menjadi "Lake America" bagi pengguna di Amerika Serikat, menyusul perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang menyatakan akan mengubah nama danau tersebut di tengah perseteruan dagang dengan Kanada. Alphabet Inc., induk perusahaan Google, mengonfirmasi perubahan ini lewat pernyataan resmi pada Sabtu (29/8/2026).

Mengikuti Kebijakan Penamaan Resmi Pemerintah AS

Google menjelaskan keputusan ini didorong perubahan pada sistem penamaan geografis resmi pemerintah AS, yakni Geographic Names Information System (GNIS) di bawah Departemen Dalam Negeri, yang secara resmi mengubah nama "Lake Ontario" menjadi "Lake America" sejak 27 Agustus. "Karena kami memperbarui Google Maps untuk mencerminkan perubahan nama dari sumber pemerintah resmi, yang mana untuk AS adalah GNIS, pengguna Maps di AS akan melihat 'Lake America', pengguna di Kanada tetap akan melihat 'Lake Ontario', dan pengguna di luar kedua negara tersebut akan melihat kedua nama," tulis Google dalam blog resminya.

Perubahan ini sama persis dengan kebijakan Google saat mengganti nama Teluk Meksiko menjadi "Gulf of America" pada Februari 2025, menyusul perintah eksekutif serupa yang ditandatangani Trump di hari pertama masa jabatannya.

Bagian dari Eskalasi Perang Dagang dengan Kanada

Trump mengumumkan penggantian nama danau terkecil dari lima Great Lakes ini pada Kamis, sebagai bagian dari perseteruan dagang yang terus memanas dengan Kanada — konflik yang telah mendorong kedua negara saling menerapkan tarif balasan senilai miliaran dolar AS terhadap berbagai barang. Trump beralasan perubahan nama ini untuk mengakui "sumber daya alam yang berkembang pesat serta pentingnya danau ini secara historis bagi perkembangan awal Amerika Serikat."

Perlu dicatat, perintah eksekutif Trump ini hanya berlaku bagi sistem penamaan resmi pemerintah AS dan tidak berdampak sama sekali terhadap konvensi penamaan Kanada maupun cara dunia internasional menyebut danau tersebut. Danau Ontario sendiri dikelola bersama oleh Kanada dan Amerika Serikat berdasarkan Boundary Waters Treaty yang telah berlaku sejak awal abad ke-20.

Kanada Menolak Keras, Sebut Nama Itu Sudah Ada Sejak 400 Tahun Lalu

Lihat Layanan Kami

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan negaranya tidak akan mengubah nama danau tersebut. "Nama ini sudah berusia lebih dari 400 tahun, jauh mendahului baik Konfederasi Kanada maupun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat," kata Carney, menambahkan bahwa nama tersebut berasal dari kata bahasa Wendat "Ontari'io" yang berarti "danau ini indah, danau ini besar".

Perdana Menteri Ontario Doug Ford turut mengejek perubahan ini dengan menyebutnya "seperti sesuatu yang keluar dari acara Saturday Night Live". "Tidak ada yang akan menyebutnya Lake America," kata Ford dalam wawancara di program ABC "This Week". "Sudah menjadi Danau Ontario selama ratusan tahun. Dan itu akan terus berlanjut menjadi Danau Ontario."

Seneca Nation, salah satu dari enam suku Konfederasi Haudenosaunee (Iroquois), juga mendesak Trump membatalkan perintah tersebut, dengan Presiden J. Conrad Seneca menyatakan penggantian nama ini melanggar ketentuan Perjanjian Canandaigua 1794.

Pesaing Google Maps Menolak Ikut-ikutan

Berbeda dengan Google dan Apple Maps yang mengikuti kebijakan penamaan resmi pemerintah AS, kompetitor MapQuest secara tegas menyatakan tidak akan mengubah nama danau tersebut. Sebagai bentuk sindiran, MapQuest justru membuat generator nama yang memungkinkan pengguna membuat nama baru sesuka hati untuk danau tersebut — sementara Apple Maps sejauh ini belum menampilkan nama baru itu sama sekali.

Pejabat Gedung Putih Rayakan Perubahan, Warganet Ramai-ramai Sindir

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Chueng, merayakan perubahan ini lewat unggahan di media sosial: "Resmi sudah! LAKE AMERICA di Google Maps." Namun di sisi lain, unggahan warganet yang menyindir perubahan ini dengan memberi label "Lake Are We Doing This Again?" (Danau Apakah Kita Melakukan Ini Lagi?) pada gambar danau tersebut telah ditonton lebih dari 4,7 juta kali.

Pola serupa sempat terjadi ketika Google mengganti nama Teluk Meksiko tahun lalu — pemerintah Meksiko bahkan sempat menggugat Google atas perubahan tersebut, dan tekanan publik yang keras kala itu memaksa Google membatasi ulasan baru terkait nama "Gulf of America". Sejauh ini pembatasan serupa belum diterapkan pada label "Lake America".

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.