OpenAI Putus Kemitraan dengan Cursor Buntut Akuisisi SpaceX Milik Elon Musk
Cursor baru saja diakuisisi SpaceX senilai 60 miliar dolar AS. Beberapa pekan kemudian, OpenAI langsung mengambil keputusan yang mempertegas betapa dalamnya rivalitas Sam Altman dan Elon Musk.
OpenAI mengumumkan akan menghentikan kemitraannya dengan Cursor, aplikasi editor kode berbasis AI yang kini dimiliki SpaceX milik Elon Musk. Keputusan ini disampaikan lewat unggahan di X pada Jumat (28/8/2026) serta pengumuman resmi di situs OpenAI, yang menyatakan pihaknya telah memberi tahu SpaceX bahwa kontrak kedua perusahaan akan dihentikan dengan usulan tanggal pemutusan akses pada 12 November 2026.
Alasan Utama: Soal Kepercayaan, Bukan Teknologi
Dalam pengumuman resminya, OpenAI menegaskan keputusan ini murni soal kepercayaan, bukan masalah teknis. "Kami tidak bisa yakin SpaceX akan menggunakan teknologi kami sesuai ketentuan layanan kami, berdasarkan pengalaman kami dengan perusahaan-perusahaan Elon Musk yang melanggar kontrak," tulis OpenAI. Perusahaan menyebut bahwa untuk bermitra dengan mitra besar seperti SpaceX, mereka biasanya bergantung pada kontrak khusus guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan layanan dan keamanan dalam skala besar.
OpenAI secara spesifik menyinggung platform X (dulu Twitter, kini bagian dari SpaceX) yang diklaim pernah melanggar ketentuan kontrak yang sudah ada dengan OpenAI setelah diakuisisi Musk — insiden yang menjadi latar belakang gugatan hukum yang masih berlangsung antara kedua pihak hingga kini.
Diberi Tenggat Waktu Maksimal sesuai Kontrak
OpenAI menyatakan sengaja memberikan masa transisi selama mungkin sesuai batas maksimal yang diizinkan kontrak mereka, agar para developer bisa mempertahankan akses ke model OpenAI melalui Cursor selagi masih memungkinkan. "Kami tahu pihak yang paling terdampak dari keputusan ini adalah para developer yang mengandalkan model OpenAI di Cursor. Kami peduli terhadap pengalaman mereka dalam masa transisi ini dan siap melakukan lebih dari yang seharusnya untuk mendukung mereka," tulis OpenAI di X.
Meski akses model langsung akan berhenti, developer masih memiliki jalur akses lain ke model OpenAI, termasuk lewat API key milik mereka sendiri serta ekstensi IDE resmi OpenAI untuk Cursor.
Berawal dari Akuisisi 60 Miliar Dolar AS Pertengahan Agustus
Keputusan OpenAI ini menyusul dua pekan setelah SpaceX resmi menuntaskan akuisisi Anysphere, perusahaan induk Cursor, senilai 60 miliar dolar AS dalam skema all-stock deal — menjadikan Cursor bagian dari divisi SpaceXAI milik Musk yang tengah berkembang pesat. Cursor kini menjadi pemegang saham signifikan dalam entitas publik SpaceX yang bernilai sekitar 1,7 triliun dolar AS.
Menariknya, OpenAI dan Cursor sebelumnya sempat menjalin kesepakatan pada April lalu, yang memberi OpenAI opsi mengakuisisi Cursor senilai 60 miliar dolar AS atau membayar 10 miliar dolar AS untuk kerja sama pengembangan bersama. Logikanya kala itu cukup sederhana: Cursor membayar harga ritel penuh kepada Anthropic dan OpenAI — dua pesaing langsungnya — setiap kali developer memakai produk mereka, sementara SpaceX memiliki kapasitas komputasi menganggur di superkomputer Colossus miliknya, setara sekitar sejuta unit GPU Nvidia H100, yang bisa dimanfaatkan Cursor untuk melatih model mereka sendiri.
Cursor: "Kami Sedang Bicara dengan Tim OpenAI"
Michael Truell, salah satu pendiri Cursor yang kini menjabat eksekutif di SpaceX, merespons lewat unggahan di X bahwa pihaknya tengah berbicara dengan tim OpenAI untuk menyelesaikan persoalan ini. "Cursor adalah salah satu pengguna paling awal OpenAI, kami telah bekerja sama erat dengan tim mereka selama bertahun-tahun, dan kami mempercayai platform mereka sebagai infrastruktur netral bagi bisnis kami," kata Truell.
Babak Baru Rivalitas Altman-Musk
Elon Musk merupakan salah satu pendiri OpenAI saat perusahaan didirikan pada 2015, sebelum akhirnya meninggalkan dewan direksi pada 2018. Musk kemudian menggugat CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman pada 2024, dengan tuduhan mereka meninggalkan misi nirlaba awal perusahaan demi keuntungan komersial — gugatan yang masih menjadi bara rivalitas kedua pihak hingga sekarang.
Pemutusan kemitraan ini turut mengguncang pasar alat pengembangan software berbasis AI yang tengah tumbuh pesat, sekaligus menegaskan bahwa persaingan sengit antara dua raksasa AI ini kini merambah ke keputusan bisnis yang berdampak langsung pada developer di seluruh dunia yang mengandalkan kedua platform tersebut.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.