CompileDaily
Anime

The Promised Neverland Kembali ke Weekly Shonen Jump Setelah 6 Tahun, One-Shot "War vs. Peace" Terbit Hari Ini

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
The Promised Neverland Kembali ke Weekly Shonen Jump Setelah 6 Tahun, One-Shot "War vs. Peace" Terbit Hari Ini

Kaiu Shirai dan Posuka Demizu, duo di balik manga fenomenal berjudul 181 chapter itu, resmi bersatu kembali untuk merayakan satu dekade sejak The Promised Neverland pertama kali diperkenalkan ke dunia.

The Promised Neverland resmi kembali ke halaman Weekly Shonen Jump pada Senin, 24 Agustus 2026, lewat one-shot berjudul "War vs. Peace" — chapter bonus sepanjang 36 halaman yang terbit di edisi 39 majalah tersebut. Ini menjadi kali pertama Kaiu Shirai (penulis) dan Posuka Demizu (ilustrator) kembali berkolaborasi dalam franchise ini sejak manga utamanya berakhir pada Juni 2020, setelah berjalan selama hampir empat tahun dengan total 181 chapter yang terkumpul dalam 20 volume.

Bagian dari Perayaan 10 Tahun Sejak Debut Pertama

Kehadiran one-shot ini merupakan proyek utama dalam rangkaian perayaan satu dekade sejak The Promised Neverland pertama kali menyapa pembaca Weekly Shonen Jump pada Agustus 2016. Shueisha, penerbit di balik majalah tersebut, pertama kali mengumumkan rencana proyek anniversary ini pada April 2026, meski detail spesifik soal isi ceritanya baru diungkap lewat teaser resmi pada 5 Agustus 2026 — mengonfirmasi bahwa proyek yang dinantikan penggemar ini akan berbentuk sekuel yang menampilkan peristiwa setelah berakhirnya kisah utama manga.

Selain one-shot ini, rangkaian perayaan 10 tahun The Promised Neverland turut mencakup pertunjukan musikal panggung yang akan digelar di Tokyo musim dingin mendatang, edisi digital manga berwarna penuh, toko pop-up yang telah berkeliling ke berbagai kota Jepang pada Mei dan Juni lalu, serta acara undian daring bagi penggemar.

Berlatar Setelah Konklusi Cerita Utama

Tanpa membocorkan detail plot secara mendalam, one-shot "War vs. Peace" ini secara resmi dikonfirmasi berlatar setelah peristiwa dalam cerita utama manga — memberikan penggemar kesempatan pertama untuk melihat kelanjutan kisah para karakter setelah konklusi yang telah berlangsung selama enam tahun terakhir. Manga aslinya sendiri mengikuti kisah Emma, Norman, dan Ray — tiga anak panti asuhan Grace Field House yang tampak idilis, sebelum mereka menyadari kenyataan mengerikan bahwa mereka sebenarnya dibesarkan sebagai santapan bagi iblis.

Warisan yang Terpecah antara Manga dan Adaptasi Anime

Lihat Layanan Kami

The Promised Neverland menyandang status sebagai salah satu manga terlaris dalam sejarah Weekly Shonen Jump, dengan lebih dari 43 juta kopi telah beredar di seluruh dunia hingga Agustus 2026. Manga ini juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Shogakukan Manga Award ke-63 dalam kategori shonen pada 2018, serta dipuji luas oleh kritikus dan penggemar atas worldbuilding, konsep orisinal, plot yang unik, hingga kedalaman filosofis ceritanya.

Namun warisan franchise ini terbelah cukup tajam dengan adaptasi animenya. Meski musim pertama anime garapan CloverWorks mendapat sambutan positif, musim kedua yang tayang pada 2021 justru menyimpang jauh dari materi manga asli — termasuk menghilangkan arc Goldy Pond yang cukup signifikan bagi penggemar — dan kerap disebut sebagai salah satu final season anime paling mengecewakan dari franchise besar Shonen Jump era akhir 2010-an.

Momentum yang Tepat bagi Weekly Shonen Jump

Kembalinya The Promised Neverland datang di saat yang cukup strategis bagi Weekly Shonen Jump, dengan sejumlah proyek besar lain turut menyertai edisi anniversary ini — mencerminkan bagaimana Shueisha terus mengandalkan nostalgia dan kekuatan waralaba lama untuk mempertahankan relevansi majalah tersebut di tengah persaingan ketat industri manga shonen saat ini.

Ekspektasi Tinggi dari Penggemar untuk Sosok Emma

Mengingat akhir cerita manga aslinya yang tergolong salah satu yang paling memecah opini di kalangan pembaca Shonen Jump era 2010-an, ekspektasi penggemar terhadap one-shot ini terbilang cukup tinggi — khususnya harapan untuk melihat lebih banyak perkembangan karakter Emma, sosok protagonis yang memilih jalan kasih sayang dan pengertian ketimbang balas dendam, dan yang tindakannya berhasil menyelamatkan semua orang di akhir cerita utama.

Dengan penjualan Weekly Shonen Jump Issue #39 yang telah dimulai hari ini di Jepang, penggemar The Promised Neverland di seluruh dunia kini dapat menyaksikan langsung bagaimana Shirai dan Demizu memilih melanjutkan kisah waralaba yang telah menjadi salah satu tonggak penting sejarah manga shonen dalam dekade terakhir ini.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.