CompileDaily
Inflasi

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam Lebih dari Tiga Bulan, Naik 15% Sepanjang Agustus

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam Lebih dari Tiga Bulan, Naik 15% Sepanjang Agustus

Kombinasi pelemahan dolar AS dan langkah agresif Departemen Keuangan menahan imbal hasil obligasi jangka panjang mendorong emas menuju bulan terbaiknya sejak September 1999, dengan sejumlah analis menyoroti kembalinya "debasement trade" di tengah kekhawatiran kredibilitas fiskal Amerika Serikat.

Harga emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada Selasa (25/8/2026), ditopang pelemahan dolar AS dan rencana pembelian kembali (buyback) obligasi Departemen Keuangan yang terus menekan imbal hasil (yield). Harga emas spot naik 0,6 persen ke $4.677,19 per ons — level tertinggi sejak pertengahan Mei — dengan analis UOB memproyeksikan emas berada di jalur mencatatkan kenaikan bulanan terkuat sejak September 1999. Logam mulia ini telah menguat lebih dari 15 persen sepanjang Agustus saja. Harga emas berjangka (futures) turut naik 0,5 persen ke $4.720,3, juga level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Perak Ikut Terangkat, Dolar Melemah 0,8% Sepanjang Bulan

Penguatan emas turut merambat ke harga perak, yang naik 0,4 persen ke $69,19 per ons. Indeks dolar AS telah melemah 0,8 persen sepanjang Agustus. Dolar yang lebih lemah membuat emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang asing, sementara yield obligasi yang lebih rendah mengurangi biaya peluang (opportunity cost) memegang emas dibanding aset yang memberikan imbal hasil.

Berawal dari Pengumuman Mengejutkan Treasury Pekan Lalu

Rally emas ini bermula dari pengumuman Departemen Keuangan AS pada Rabu (19/8/2026) bahwa mereka akan menggandakan ukuran maksimum operasi pembelian kembali obligasi bertenor panjang untuk dukungan likuiditas, menaikkan batas dari $2 miliar menjadi setidaknya $4 miliar per operasi untuk surat utang bertenor 10-30 tahun, yang dijadwalkan mulai berlaku 9 September 2026. Sehari setelahnya, Menteri Keuangan Scott Bessent memberi sinyal bahwa pemerintah bisa memperluas program buyback lebih jauh lagi.

Emas sempat mencatat kenaikan harian terbesar sejak awal Februari pada hari pengumuman tersebut, dan sejak itu terus melanjutkan momentum penguatannya — mencatatkan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut pada pekan lalu.

Latar Belakang: Tekanan Berbulan-bulan pada Obligasi Bertenor Panjang

Rally emas ini terjadi di tengah tekanan berbulan-bulan pada pasar obligasi bertenor panjang AS. Yield obligasi 30 tahun sempat menyentuh 5,323 persen pekan lalu — level tertinggi dalam 19 tahun — sebelum akhirnya mereda, didorong kekhawatiran fiskal dan tekanan inflasi akibat konflik yang masih berlangsung. Yield obligasi 10 tahun turut melewati 4,7 persen, jauh di atas level di bawah 4 persen yang berlaku sebelum konflik AS-Iran meningkat sejak akhir Februari lalu.

Analis: Ini Bukan Sekadar Cerita Yield Rendah

Lihat Layanan Kami

Sejumlah analis menilai rally emas kali ini mencerminkan sesuatu yang lebih dalam dibanding sekadar penurunan yield obligasi biasa. Chief Investment Strategist Saxo Markets, Charu Chanana, mencatat bahwa emas tetap bertahan kuat meski yield obligasi jangka panjang masih berada di level tinggi — indikasi bahwa rally ini semakin didorong oleh pelemahan dolar dan kekhawatiran kredibilitas fiskal serta moneter AS, ketimbang sekadar cerita penurunan yield semata. Pandangan ini turut digaungkan Citi, yang menyebut pasar kini kembali fokus pada "debasement trade" di tengah kekhawatiran independensi The Federal Reserve dan keberlanjutan utang AS.

Commodity Strategist Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut penembusan level rata-rata pergerakan 200 hari sebagai "pemicu teknikal" yang turut menarik investor tambahan untuk memanfaatkan kekuatan rally ini — menciptakan siklus umpan balik positif yang mendorong akumulasi lebih lanjut oleh trader maupun investor institusional.

Ditopang Pembelian Bank Sentral dan Arus Masuk ETF Berkelanjutan

Di luar dampak langsung kebijakan Treasury, pembelian emas berkelanjutan oleh bank sentral sepanjang 2026 turut memberikan fondasi struktural bagi harga emas. Bank-bank sentral terus mendiversifikasi cadangan mereka menjauh dari mata uang fiat di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi, menopang permintaan bullion secara konsisten. ETF berbasis emas turut mencatat arus masuk kuat, dengan aliran dana positif berlangsung selama lima pekan berturut-turut.

Goldman Sachs dalam catatannya menyebut permintaan opsi beli (call option) emas meningkat tajam seiring kebutuhan investor melakukan lindung nilai terhadap kebijakan makro global — menciptakan mekanisme yang secara otomatis dapat memperkuat pergerakan harga, baik ke arah naik maupun turun.

Masih di Bawah Level Sebelum Konflik Iran

Meski telah mencatat kenaikan signifikan dan bertahan di atas level $4.000 per ons sejak pertengahan Juli, emas tetap berada sekitar 15 persen di bawah level yang pernah dicapai sebelum pecahnya konflik dengan Iran — menandakan bahwa meski rally saat ini tergolong kuat, harga emas belum sepenuhnya pulih ke puncak tertingginya di tahun ini.

Risiko yang Membayangi: Data Inflasi dan Pidato The Fed

Ke depan, sejumlah analis mengingatkan bahwa keberlanjutan rally ini masih menghadapi sejumlah risiko, termasuk rilis data inflasi AS mendatang serta pidato Ketua The Federal Reserve, Kevin Warsh, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter dan sentimen pasar terhadap emas dalam waktu dekat. Dengan kombinasi antara ketidakpastian kebijakan fiskal, pelemahan dolar yang berkelanjutan, dan permintaan struktural dari bank sentral maupun investor institusional, arah pergerakan emas dalam beberapa pekan mendatang akan sangat bergantung pada apakah faktor-faktor pendukung ini tetap solid, atau justru mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan seiring pasar mencerna dampak penuh dari kebijakan Treasury yang baru diumumkan tersebut.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.