CompileDaily
Hardware

Produsen Chip Terbesar China, CXMT, Gugat Pentagon agar Dicoret dari Daftar Hitam Militer

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Produsen Chip Terbesar China, CXMT, Gugat Pentagon agar Dicoret dari Daftar Hitam Militer

Nilainya baru saja meroket 471 persen di bursa Shanghai dan menyalip Tencent sebagai perusahaan tercatat termahal China. Kini, produsen chip memori raksasa ini justru sibuk berjuang di ruang sidang Washington.

ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen chip DRAM (dynamic random-access memory) terbesar China, menggugat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, menuntut namanya dicoret dari daftar perusahaan yang dituding memiliki keterkaitan dengan militer China. Gugatan diajukan Jumat (28/8/2026) di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia, dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth turut disebut sebagai tergugat.

"Kami Bukan Perusahaan Militer"

Dalam gugatannya, CXMT menegaskan bahwa perusahaan mereka salah ditempatkan dalam daftar tersebut. "CXMT tidak berafiliasi dengan militer China," tegas perusahaan itu. "CXMT merancang, memproduksi, dan menjual chip DRAM-nya untuk penggunaan sipil dan komersial, bukan untuk keperluan militer." CXMT menambahkan bahwa sejak pertama kali dimasukkan ke daftar pada Januari 2025, perusahaan terus mengalami kerugian reputasi maupun bisnis, sehingga gugatan ini diajukan untuk melindungi reputasi dan kepentingan bisnis mereka.

Perjalanan Status yang Membingungkan

Pentagon pertama kali menetapkan CXMT masuk dalam daftar "perusahaan militer China" pada Januari 2025, di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden kala itu. Pemerintahan Trump kemudian mempertahankan status tersebut dalam pembaruan daftar pada Juni 2026. Yang membuat situasi ini kian membingungkan, pada Februari 2026 Pentagon sempat mempublikasikan notifikasi bahwa CXMT akan dikeluarkan dari daftar tersebut — namun notifikasi itu ditarik kembali di hari yang sama, membuat status perusahaan tetap tak berubah tanpa penjelasan yang memadai.

Dalam gugatannya, CXMT berargumen bahwa klasifikasi yang dibuat berdasarkan Section 1260H, bagian dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act), bersifat "sewenang-wenang", tidak didukung bukti yang memadai, dan melanggar hak atas proses hukum yang adil (due process).

Daftar Ini Tak Larang Penjualan Komersial, tapi Berdampak Besar bagi Investor

Lihat Layanan Kami

Meski status dalam daftar Section 1260H ini tidak menghalangi siapa pun untuk tetap membeli produk CXMT secara komersial, penetapan tersebut memblokir akses perusahaan terhadap kontrak pertahanan AS sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi para investor. Status ini secara luas dipandang sebagai langkah awal menuju masuknya perusahaan ke Entity List — daftar yang jauh lebih ketat karena benar-benar membatasi perdagangan.

CXMT bukan perusahaan kecil. Perusahaan ini merupakan produsen DRAM terbesar keempat di dunia, dan baru saja mencatatkan sahamnya di bursa Shanghai pada 27 Juli lalu dengan harga pembukaan yang melonjak 471 persen dari harga penawaran awal 8,66 yuan per saham. Harga sahamnya bahkan telah berlipat empat kali dalam tiga kuartal terakhir, seiring Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi mereka ke segmen data center AI. Bulan ini, nilai pasar CXMT bahkan telah menyalip Tencent, menjadikannya perusahaan tercatat termahal di China.

Bagian dari Gelombang Gugatan Perusahaan Teknologi China terhadap Pentagon

CXMT bergabung dalam daftar panjang perusahaan teknologi China yang menggugat pemerintah AS atas penetapan status daftar hitam serupa. Menurut Mark Shi, pengacara kepatuhan (compliance) di Co-Effort Law Firm yang berbasis Shanghai, sejumlah putusan terbaru terkait perusahaan teknologi China lain — termasuk produsen sensor lidar Hesai Group, produsen drone DJI, dan perusahaan bioteknologi WuXi AppTec — menunjukkan bahwa hakim-hakim AS bersedia menelaah bukti pemerintah secara kritis dan bersedia memberikan pemulihan hukum sementara (interim relief). Alibaba Group Holding, raksasa teknologi China lainnya, juga tengah menjalani proses hukum serupa setelah mendapat kelonggaran sementara terkait pembatasan lobi bulan lalu.

Apple Diketahui Sudah Menguji Chip CXMT

Perusahaan asal Hefei ini juga diketahui memasok chip untuk perangkat Apple yang dijual di pasar China. Sementara itu, kalangan pengamat industri mencatat Eropa tidak memiliki fasilitas produksi DRAM sendiri dalam skala besar maupun daftar hitam serupa milik Pentagon — artinya, setiap chip memori yang masuk ke produk buatan Eropa tetap bergantung pada rantai pasok global yang ikut terdampak kontrol ekspor Amerika Serikat, meski Eropa sendiri tidak memiliki aturan setara.

Kasus CXMT ini berpotensi menjadi preseden penting yang menguji apakah keterkaitan luas sebuah perusahaan dengan kementerian industri atau regulator aset negara China cukup menjadi dasar untuk melabelinya sebagai entitas terkait militer — sekaligus sejauh mana pengadilan AS bersedia menguji ketat bukti yang dipakai pemerintah dalam menjatuhkan status semacam ini.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.