Kepala Data Center OpenAI Chris Malone Mundur, Jadi Eksekutif Senior Keempat yang Hengkang
Empat eksekutif senior sudah angkat kaki dari OpenAI dalam hitungan bulan — dan yang terbaru justru orang yang paling tahu di mana semua uang belanja komputasi raksasa itu mengalir.
Chris Malone, eksekutif yang menjabat kepala data center OpenAI, tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut. Juru bicara OpenAI mengonfirmasi kepergiannya pada Senin (25/8/2026), meski menurut laporan Wall Street Journal, Malone sebenarnya sudah keluar sejak pekan sebelumnya.
Bergabung Tak Lama Setelah Stargate Diumumkan
Malone masuk ke OpenAI pada Maret 2025, tepat setelah perusahaan mengumumkan proyek Stargate — usaha patungan bersama Oracle dan SoftBank untuk membangun kapasitas data center dalam skala besar. Sebelum itu, ia menghabiskan hampir lima tahun sebagai distinguished engineer di Meta yang memimpin strategi data center perusahaan, dan sebelumnya lagi memegang peran senior di Google.
Awal 2026, struktur tim infrastruktur OpenAI dirombak. VP Sachin Katti mengambil alih pengawasan tim infrastruktur yang lebih luas dan melapor langsung ke Presiden Greg Brockman, sementara Malone bersama Adrian Caulfield menjadi co-head tim rekayasa teknis data center — posisi yang lebih sempit dibanding perannya semula.
Dari Sewa Chip ke Sewa Fasilitas Utuh
Di bawah kepemimpinan Malone, OpenAI sempat bergeser dari ketergantungan besar pada Stargate menuju strategi menyewa kapasitas dari penyedia cloud. Namun perusahaan kini justru menghidupkan kembali pembangunan internal lewat sewa fasilitas utuh, dan proyek itu dipimpin pihak lain — bukan Malone.
Perombakan lain juga terjadi di jajaran infrastruktur. Uday Ruddarraju naik jabatan menjadi Chief Technology Officer for Computing Capacity pada Juli, sementara Brent Mayo — mantan eksekutif xAI — kini membantu mengawasi eksekusi proyek.
Bagian dari Gelombang Pergantian Menjelang IPO 2027
Kepergian Malone menambah daftar panjang eksekutif senior yang meninggalkan OpenAI sepanjang 2026: Chief Revenue Officer Denise Dresser, Chief Operating Officer Brad Lightcap, dan Fidji Simo yang sempat menjabat orang kedua di bawah CEO Sam Altman. Lightcap sendiri baru mengumumkan rencana keluarnya awal bulan ini untuk mengerjakan proyek baru, sedangkan Simo mundur bulan lalu usai mengambil cuti medis.
Malone menjadi eksekutif senior keempat yang hengkang menjelang rencana pencatatan saham OpenAI pada 2027. Turbulensi ini terjadi bersamaan dengan rencana belanja komputasi OpenAI yang disebut mencapai sekitar $750 miliar hingga 2030, termasuk kesepakatan sewa data center 10 gigawatt di Ohio yang baru diteken.
Saham Oracle Ikut Terseret
Sebagai mitra inti dalam Stargate, saham Oracle sempat melemah tipis begitu kabar ini mencuat — mencerminkan kekhawatiran investor soal kesinambungan kemitraan yang menopang pertumbuhan bisnis cloud jangka panjang Oracle.
Belum ada pengumuman resmi soal siapa yang akan menggantikan posisi Malone. Yang masih jadi pertanyaan: apakah gelombang pergantian eksekutif ini murni konsekuensi wajar menjelang IPO, atau sinyal bahwa OpenAI sedang menata ulang cara mereka membangun infrastruktur dari nol.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.