Laporan FCC Siapkan Larangan Impor Bikin Saham Optik China Ambruk, AS Pesta Cuan
Sebuah laporan yang belum resmi dikonfirmasi pemerintah saja sudah cukup menggoyang pasar saham dua negara sekaligus, menghapus miliaran dolar nilai pasar produsen China dalam hitungan jam sementara pesaing mereka di Amerika Serikat menikmati lonjakan sebaliknya.
Saham Zhongji Innolight, salah satu pemasok transceiver optik terbesar dunia, sempat ambruk hingga 14% di bursa Shenzhen pada perdagangan Selasa sebelum penurunannya menyempit. Eoptolink Technology, kompetitor sesama produsen China, ikut terjun 11% pada hari yang sama.
Reuters Bongkar Rencana FCC
Pemicunya adalah laporan Reuters yang mengutip empat sumber yang mengetahui langsung rencana tersebut. Pemerintahan Trump disebut tengah menyiapkan larangan impor sejumlah komponen pusat data buatan China, dengan sasaran utama transceiver optik generasi baru. Federal Communications Commission (FCC) disebut sedang menggodok aturan ini, dengan target rampung dan berlaku tahun ini.
Transceiver optik merupakan komponen pluggable yang mengonversi sinyal listrik menjadi pulsa cahaya, memungkinkan transfer data berkecepatan tinggi lewat kabel fiber optik di dalam pusat data AI. Tanpa komponen ini, jaringan AI milik hyperscaler Amerika tidak bisa beroperasi.
Regulator federal berdalih larangan ini diperlukan untuk melindungi infrastruktur AI Amerika dari risiko pencurian data, instalasi malware, hingga gangguan jaringan. Zhongji Innolight jadi sorotan khusus dalam proposal ini. Perusahaan tersebut menguasai 27% pangsa pasar global transceiver pusat data menurut riset Counterpoint, dan sejak Juni sudah masuk daftar Pentagon sebagai perusahaan yang diduga berafiliasi militer China.
Sumber-sumber Reuters menegaskan proposal ini belum final. FCC masih bisa mengubah cakupannya, mempersempitnya, atau bahkan membatalkannya sepenuhnya sebelum resmi dirilis.
Produsen Optik AS Pesta Cuan
Sementara saham China rontok, produsen optik Amerika Serikat justru menikmati rally besar. Applied Optoelectronics melesat hingga 17%, Coherent naik 11-13%, Lumentum menguat 6-11%, dan Corning ikut terangkat 8%. Marvell Technology naik lebih dari 8%, sementara POET Technologies melonjak lebih dari 10% dan menjadi salah satu ticker paling ramai dibicarakan trader ritel di platform Stocktwits, dengan volume perbincangan yang melonjak 300% dalam 24 jam terakhir.
Nvidia sudah lebih dulu memposisikan Coherent dan Lumentum sebagai pemasok strategis jauh sebelum laporan ini muncul. Sejak Maret, kedua perusahaan itu mengantongi kesepakatan pengadaan multi-tahun dari Nvidia, lengkap dengan investasi 2 miliar dolar AS di masing-masing perusahaan untuk mengamankan kapasitas produksi teknologi co-packaged optics generasi mendatang.
Tidak semua pihak diuntungkan dari rencana ini. Saham Amazon justru turun lebih dari 1,7% pada hari yang sama. Jika larangan ini benar-benar berlaku, hyperscaler seperti Amazon harus beralih ke pemasok non-China yang harganya lebih mahal, sehingga biaya membangun infrastruktur AI mereka ikut membengkak.
Indeks Nasdaq 100 sendiri tetap kuat, naik 1,66% di tengah gejolak ini. Pasar tampaknya lebih fokus melihat siapa yang diuntungkan dari pergeseran rantai pasok ketimbang mengkhawatirkan potensi kenaikan biaya bagi raksasa teknologi Amerika.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.