Anthropic Teken Kontrak Cloud Rp567 Triliun dengan Lambda, Nvidia Justru Pegang Kunci Sewa
Bulan ini saja Anthropic sudah menggenggam komitmen komputasi senilai 80 miliar dolar AS dari dua kesepakatan berbeda. Yang lebih menarik, salah satu mitranya justru tidak memiliki fasilitas yang mereka sewakan sendiri.
Anthropic PBC menandatangani kesepakatan komputasi cloud senilai 35 miliar dolar AS dengan Lambda, penyedia cloud yang mendapat dukungan investasi Nvidia Corp., menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya cepat Anthropic memperluas infrastruktur AI mereka guna memenuhi permintaan yang terus melonjak terhadap asisten AI Claude.
Struktur Sewa yang Tidak Biasa: Nvidia Pegang Kontrak Sewa Fasilitas
Yang membuat kesepakatan ini unik adalah strukturnya: fasilitas data center di Nueces County, Texas, yang akan dipakai untuk mendukung kesepakatan ini dibangun oleh Hut 8 Corp., perusahaan penambang Bitcoin yang beralih menjadi operator data center. Namun, alih-alih Lambda yang menyewa langsung fasilitas tersebut, justru Nvidia — yang juga merupakan investor di Lambda — yang memegang kontrak sewa fasilitas seluas 700 megawatt itu selama 15 tahun.
Di bawah skema ini, Lambda akan memasang chip-chip yang dibeli dari Nvidia di dalam fasilitas milik Hut 8, lalu menyediakan layanan komputasi cloud tersebut kepada Anthropic. Skema ini memungkinkan Lambda mengamankan kontrak besar dari Anthropic tanpa perlu membeli sendiri ruang data center-nya, sekaligus memberi Anthropic akses ke sumber daya komputasi Nvidia. Berapa besar biaya yang harus dibayar Lambda kepada Nvidia untuk menggunakan fasilitas tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Peran Nvidia yang Terus Melebar dalam Infrastruktur AI
Struktur tak biasa ini menegaskan peran Nvidia yang kian meluas, jauh melampaui sekadar penjual chip AI. Perusahaan tersebut kini aktif membantu penyedia cloud memperoleh pembiayaan dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menggelar sistem bertenaga chip Nvidia — baik lewat investasi langsung, jaminan sewa fasilitas, maupun dukungan pendanaan.
Lambda sendiri telah menghimpun lebih dari 4,4 miliar dolar AS pendanaan dalam setahun terakhir, termasuk sekitar 1 miliar dolar AS utang jangka pendek yang diatur JPMorgan untuk membiayai pembelian GPU bagi Microsoft. Perusahaan ini juga dilaporkan tengah menegosiasikan putaran pendanaan baru senilai hingga 3 miliar dolar AS, dengan potensi valuasi mencapai 12 miliar dolar AS atau lebih.
Bagian dari Rentetan Kesepakatan Komputasi Anthropic
Kesepakatan dengan Lambda ini menyusul komitmen serupa senilai 45 miliar dolar AS yang ditandatangani Anthropic dengan Nscale, penyedia cloud lain yang juga didukung Nvidia, untuk kapasitas komputasi di West Virginia awal Agustus lalu. Dengan kedua kesepakatan ini, Anthropic telah mengunci komitmen komputasi senilai total sekitar 80 miliar dolar AS hanya dalam kurun waktu sebulan.
Rentetan kesepakatan besar ini muncul setelah Anthropic sempat menghadapi keterbatasan pasokan komputasi awal tahun ini, tepat ketika produk-produk mereka mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. Menurut laporan, tingkat pendapatan tahunan (annualized revenue run rate) Anthropic dilaporkan telah melonjak menjadi 65 miliar dolar AS pada akhir Juli lalu.
Kekhawatiran soal Pembiayaan Melingkar di Industri AI
Ledakan utang terkait AI yang menyertai kesepakatan-kesepakatan semacam ini telah memunculkan kekhawatiran soal risiko pembiayaan melingkar (circular financing) di kalangan pengamat pasar. Bank for International Settlements (BIS) serta sejumlah analis telah memperingatkan potensi risiko stabilitas keuangan dari pola pendanaan berlapis semacam ini — di mana investor chip seperti Nvidia turut mendanai pelanggannya sendiri, yang kemudian menggunakan dana tersebut untuk membeli lebih banyak chip dari Nvidia.
Terlepas dari kekhawatiran tersebut, kesepakatan Anthropic-Lambda ini menegaskan betapa ketatnya perlombaan perusahaan-perusahaan AI dalam mengamankan kapasitas komputasi yang mereka butuhkan — sekaligus menunjukkan bagaimana Nvidia kini menjadi penggerak utama di balik hampir setiap kesepakatan infrastruktur besar di industri AI saat ini.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.