Manus Incar Valuasi Rp63 Triliun, Bangkit Usai Akuisisi Meta Dibatalkan Beijing
Web:ManusAI
Meta sudah setuju membelinya seharga $2 miliar. Tapi pemerintah China punya rencana lain — dan kini startup AI agent asal China ini justru bangkit sendiri dengan ambisi jadi yang paling bernilai di negaranya.
Manus, startup AI yang didirikan di China, tengah menjajaki putaran pendanaan baru senilai sekitar 500 juta dolar AS dengan target valuasi mencapai 4 miliar dolar AS — dua kali lipat dari valuasi sebelumnya. Ini menjadi putaran pendanaan pertama Manus sejak pemerintah Beijing memerintahkan perusahaan berpisah secara operasional dari Meta Platforms Inc., menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Berawal dari Rencana Akuisisi Meta Senilai 2 Miliar Dolar AS
Kisah Manus bermula sebagai startup asal Singapura yang menarik perhatian besar Silicon Valley sejak debutnya musim semi lalu, lewat video demo yang menunjukkan agen AI mereka bisa menyaring kandidat pekerjaan, merencanakan liburan, hingga menganalisis portofolio saham — kemampuan yang diklaim Manus bahkan mengungguli Deep Research milik OpenAI saat itu. Popularitas ini menarik minat CEO Meta Mark Zuckerberg, yang kemudian menyepakati akuisisi Manus senilai 2 miliar dolar AS — sesuai valuasi yang diminta perusahaan untuk putaran pendanaan berikutnya kala itu.
Namun regulator China memblokir transaksi tersebut karena kekhawatiran soal perpindahan teknologi ke rival geopolitik. Meta dan Manus akhirnya menuntaskan pemisahan operasional mereka pada Mei lalu dan menghentikan sepenuhnya berbagi data antara kedua perusahaan.
Kini Beroperasi Independen, Tim Pendiri Tetap Memimpin
Manus menyatakan awal bulan ini bahwa mereka telah melanjutkan operasi independen, dengan tim pendiri tetap memimpin perusahaan dan terus mengembangkan agen AI generatif bagi pengguna secara global. Pendanaan baru ini berpotensi menjadikan Manus sebagai startup AI-agent paling bernilai di China, meski menurut sumber yang mengetahui pembicaraan, negosiasi masih dalam tahap awal dan persyaratannya masih bisa berubah. Identitas calon investor baru pun belum diketahui secara pasti.
Investor Lama Termasuk Tencent, HSG, dan ZhenFund
Para pendukung Manus saat ini mencakup nama-nama besar seperti Tencent Holdings, HSG (dulu dikenal sebagai Sequoia China), dan ZhenFund. Perjalanan pendanaan Manus sendiri terbilang cepat: dari putaran awal 75 juta dolar AS yang dipimpin Benchmark dengan valuasi sekitar 500 juta dolar AS pada April 2025, melonjak menjadi target 4 miliar dolar AS hanya dalam waktu kurang dari satu setengah tahun.
Berpotensi Membuka Jalan Menuju Listing di Hong Kong
Menurut Bloomberg, valuasi 4 miliar dolar AS ini berpotensi memperkuat posisi Manus di antara para pengembang AI-agent China, sekaligus berpotensi membuka jalan menuju pencatatan saham (listing) di Hong Kong. Sebagai perbandingan, rival Manus, Evoken — pengembang agen desain AI Lovart — juga tengah menghimpun dana dengan valuasi yang dilaporkan mencapai 3 miliar dolar AS, menunjukkan persaingan ketat di segmen AI-agent China yang terus memanas.
Tantangan Besar: Bersaing dengan Penyedia Model Fondasi yang Makin Mumpuni
Meski prospeknya menjanjikan, Manus tetap menghadapi tantangan besar dari penyedia model fondasi (foundation model) yang lebih luas. Bloomberg mencatat produk-produk seperti Kimi milik Moonshot dan Claude milik Anthropic kini semakin mampu menangani tugas-tugas desktop secara umum — sementara Manus sendiri tidak melatih model dasar mereka sendiri dari nol, melainkan membangun lapisan agen di atas model-model yang sudah ada.
Menjadi Kisah Sukses Langka di Tengah Ketegangan Geopolitik AI
Perjalanan Manus dari akuisisi yang dibatalkan hingga kini mengejar valuasi rekor sebagai perusahaan independen menjadi salah satu contoh menarik bagaimana startup AI bisa menemukan jalan baru di tengah ketegangan geopolitik yang kian intens antara Amerika Serikat dan China di sektor teknologi AI. Jika pendanaan ini berhasil dirampungkan sesuai target, Manus akan membuktikan bahwa pembatalan kesepakatan besar dengan raksasa teknologi Amerika tidak selalu berujung pada kemunduran — melainkan bisa menjadi titik awal bagi babak pertumbuhan baru yang sepenuhnya mandiri.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.