CompileDaily
IHSG

IHSG Dekati Level 6.600 Usai Melonjak 1,14%, Analis Terbelah antara Koreksi Wajar dan Lanjut Menguat

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
IHSG Dekati Level 6.600 Usai Melonjak 1,14%, Analis Terbelah antara Koreksi Wajar dan Lanjut Menguat

Indeks mencatatkan kenaikan tajam pada hari pertama September, didukung net buy asing Rp1,76 triliun yang terkonsentrasi di saham-saham perbankan besar, meski posisi indeks yang sudah mendekati resistance kuat membuat sejumlah analis mewanti-wanti potensi aksi ambil untung pada perdagangan hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 1,14 persen ke level 6.599,94 pada perdagangan Selasa (1/9/2026), melanjutkan tren pemulihan yang telah terbentuk sejak akhir Agustus. Sepanjang hari, indeks bergerak dalam rentang cukup lebar, dari level terendah 6.535,79 hingga tertinggi 6.608,18 — kenaikan tajam yang menurut analis menunjukkan minat beli investor yang masih kuat di pasar domestik.

Net Buy Asing Rp1,76 Triliun, Terkonsentrasi di Saham Perbankan

Data perdagangan kemarin menunjukkan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp1,76 triliun, dengan saham-saham yang paling banyak diburu antara lain BBRI, BBCA, BMRI, TPIA, dan CPIN — didominasi emiten perbankan besar ditambah dua nama dari sektor lain. Saham BBCA sendiri tercatat menguat 1,93 persen ke level 6.600, dengan pergerakan yang masih didominasi volume pembelian yang solid.

Dua Pandangan Analis yang Bertolak Belakang untuk Hari Ini

Menyikapi posisi IHSG yang sudah mendekati area resistance penting, sejumlah analis menunjukkan pandangan yang cukup berbeda untuk perdagangan Rabu (2/9/2026) ini. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG berpotensi mengalami koreksi wajar hari ini, dengan support diperkirakan berada di kisaran 6.540 hingga 6.570.

Di sisi lain, MNC Sekuritas justru memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Dalam analisis Elliott Wave mereka, posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c), sehingga masih terbuka peluang menguji level 6.615 hingga 6.666, sekaligus menutup area gap yang sempat terbentuk beberapa waktu lalu. MNC Sekuritas menetapkan level support di 6.476 dan 6.373, dengan resistance berada di 6.635 dan 6.705.

Rebalancing MSCI dan Pola Musiman September Jadi Sentimen Penting

Lihat Layanan Kami

Sejumlah sentimen turut dicermati investor pada perdagangan hari ini. Rebalancing indeks MSCI yang efektif berlaku sejak awal September berpotensi meningkatkan volatilitas, khususnya pada saham-saham yang terkait langsung dengan aliran dana asing dan indeks global. Pasar juga masih memantau pergerakan harga minyak dunia — yang sempat melonjak 5 persen dengan harga Brent menembus level tertinggi dalam lima pekan — serta pergerakan nilai tukar rupiah dan dinamika bursa global secara keseluruhan.

Indo Premier mencatat bahwa September secara historis menjadi salah satu bulan yang relatif menantang bagi IHSG, dengan rata-rata pelemahan sekitar 1 persen dalam 15 tahun terakhir — catatan historis yang mendorong sejumlah analis menyarankan investor tetap disiplin dalam mengelola risiko meski momentum jangka pendek pasar masih terlihat konstruktif.

Destry Damayanti Dilantik Jadi Gubernur BI Hari Ini

Di tengah dinamika pasar saham, hari ini juga menjadi momen penting bagi arah kebijakan moneter Indonesia, dengan Destry Damayanti dijadwalkan resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Kepastian suksesi kepemimpinan BI ini sebelumnya telah disebut sejumlah analis sebagai salah satu faktor pendukung sentimen positif pasar modal domestik menjelang awal September.

Strategi yang Disarankan: Buy on Weakness, Bukan Mengejar Kenaikan

Mengingat posisi IHSG yang sudah cukup dekat dengan area resistance kuat di 6.600-6.705, sejumlah analis menyarankan strategi beli bertahap atau buy on weakness dinilai lebih relevan dibanding mengejar saham-saham yang sudah naik tinggi. Di antara saham-saham yang masuk radar analis untuk perdagangan hari ini termasuk ANTM, BBCA, saham sektor energi seperti Surya Esa Perkasa, serta Hartadinata Abadi dari sektor perhiasan emas.

Fokus Investor: Apakah Resistance 6.600 Bisa Ditembus Solid

Dengan proyeksi yang terbelah antara koreksi wajar dan lanjutan penguatan, perdagangan hari ini akan menjadi penentu penting arah IHSG dalam jangka pendek. Apabila indeks berhasil menembus dan bertahan solid di atas level 6.600-6.635, peluang melanjutkan reli menuju 6.705 dan bahkan proyeksi optimistis 6.822 akan semakin terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum berpotensi memicu aksi ambil untung yang membawa indeks kembali menguji area support di kisaran 6.476-6.540, sejalan dengan pola musiman September yang secara historis cenderung lebih menantang bagi pergerakan indeks.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.