Palo Alto Networks Lampaui Ekspektasi Wall Street, Terdongkrak Permintaan Keamanan AI
Semakin canggih AI dipakai untuk menyerang, semakin besar juga bisnis yang mengalir ke perusahaan yang menjualkan pertahanannya. Palo Alto Networks baru saja membuktikan itu lewat laporan kinerja kuartal terakhir tahun fiskalnya.
Palo Alto Networks Inc. mengumumkan proyeksi keuntungan tahun fiskal yang melampaui ekspektasi pasar, seiring perusahaan-perusahaan berlomba mengamankan jaringan mereka di tengah meningkatnya risiko keamanan terkait kecerdasan buatan (AI). Perusahaan keamanan siber ini memproyeksikan laba bersih disesuaikan (adjusted profit) sebesar 4,16 hingga 4,19 dolar AS per saham untuk tahun fiskal 2027, dengan titik tengah proyeksi tersebut berada di atas estimasi rata-rata Wall Street sebesar 4,11 dolar AS per saham.
Kinerja Kuartal Keempat Melampaui Ekspektasi di Semua Lini
Pendapatan kuartal keempat fiskal Palo Alto Networks melonjak 34 persen dari tahun sebelumnya menjadi 3,41 miliar dolar AS, melampaui estimasi analis sebesar 3,35 miliar dolar AS. Laba bersih disesuaikan meningkat menjadi 853 juta dolar AS, atau 1,02 dolar AS per saham terdilusi (diluted share), naik dari 673 juta dolar AS atau 0,95 dolar AS per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR) untuk lini bisnis keamanan generasi berikutnya (next-generation security) melonjak 63 persen dari tahun ke tahun, mencapai 9,1 miliar dolar AS, sementara sisa kewajiban kinerja (remaining performance obligations) turut meningkat 34 persen — menandakan permintaan kontrak yang terus menguat. Permintaan tercatat sangat kuat di seluruh platform utama perusahaan, termasuk Network & AI Security, Cortex, dan Idira.
Untuk Tahun Fiskal Penuh: Pendapatan Melonjak dari 9,22 Miliar ke 11,48 Miliar Dolar AS
Untuk keseluruhan tahun fiskal yang baru berakhir, pendapatan Palo Alto Networks naik dari 9,22 miliar dolar AS menjadi 11,48 miliar dolar AS, sementara laba bersih disesuaikan meningkat dari 2,35 miliar dolar AS (3,34 dolar AS per saham) menjadi 2,93 miliar dolar AS (3,84 dolar AS per saham). Perusahaan mencatatkan penambahan hampir 1 miliar dolar AS pendapatan berulang tahunan baru untuk lini keamanan generasi berikutnya selama kuartal terakhir saja — mendukung ambisi jangka panjang mereka memperluas bisnis ini secara substansial hingga akhir dekade.
CEO: AI Dorong Keamanan Siber Jadi Prioritas Utama Belanja Teknologi Perusahaan
Chief Executive Officer Nikesh Arora menyatakan kemajuan pesat teknologi AI membuat pentingnya keamanan siber semakin meningkat bagi pelanggan korporat. Menurutnya, akselerasi serangan siber berbasis AI memaksa pelanggan memperkuat dan mempercepat perlindungan keamanan mereka — sebuah faktor yang menurutnya sudah memengaruhi permintaan saat ini, namun potensi pertumbuhan jangka panjangnya baru mulai terwujud.
Ekspansi lewat Akuisisi: Console Jadi yang Terbaru
Palo Alto Networks turut mengumumkan telah mengakuisisi Console, platform AI-native yang dirancang untuk memungkinkan alur kerja agentic di seluruh operasi perusahaan. Perusahaan menyatakan akuisisi ini akan memperluas peran platform Cortex mereka seiring makin banyak perusahaan menerapkan agen AI dalam operasional mereka. Akuisisi Console menyusul dua kesepakatan besar lain yang dilakukan Palo Alto Networks dalam setahun terakhir: kesepakatan senilai 25 miliar dolar AS untuk perusahaan manajemen identitas digital CyberArk, serta akuisisi Chronosphere senilai 3,4 miliar dolar AS.
Proyeksi Tahun Fiskal 2027 dan Reaksi Pasar
Untuk tahun fiskal 2027, Palo Alto Networks memproyeksikan pendapatan berulang tahunan keamanan generasi berikutnya sebesar 11,08 hingga 11,18 miliar dolar AS, di atas estimasi analis sebesar 10,9 miliar dolar AS. Perusahaan juga memproyeksikan pendapatan sebesar 14,10 hingga 14,20 miliar dolar AS, melampaui estimasi 13,79 miliar dolar AS, dengan margin operasi non-GAAP sebesar 29,5 persen dan margin arus kas bebas disesuaikan sebesar 38,0 persen.
Menyusul rilis laporan kinerja ini, saham Palo Alto Networks sempat naik sekitar 5 persen dalam perdagangan setelah jam bursa (after-hours), setelah sebelumnya sempat melemah 5 persen selama sesi perdagangan reguler.
Dengan tren permintaan keamanan siber yang terus terdongkrak seiring meluasnya ancaman berbasis AI, Palo Alto Networks menegaskan fokus mereka pada peningkatan profitabilitas dan pembangkitan arus kas, sembari berupaya memanfaatkan kebutuhan keamanan siber yang terus meningkat akibat adopsi AI yang berlangsung cepat di kalangan korporat.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.