ExxonMobil Menang Persetujuan Proyek Rose CCS di Texas lewat Voting 2-1
Web:Exxonmobil
Proyek ini akan menyuntikkan 53 juta ton karbon dioksida jauh di bawah tanah Texas selamanya. Sebagian menyebutnya solusi iklim penting, sebagian lain menyebutnya cara ExxonMobil meraup subsidi federal tanpa manfaat nyata bagi warga.
ExxonMobil Corp. memenangkan persetujuan untuk proyek Rose Carbon Capture and Storage (CCS) di Texas, setelah Texas Railroad Commission memutuskan lewat pemungutan suara 2 berbanding 1 di antara tiga komisioner terpilih badan tersebut. Keputusan ini mengizinkan ExxonMobil menyuntikkan hingga 53 juta ton karbon dioksida secara permanen ke bawah tanah, mengakhiri dengar pendapat regulasi berisiko tinggi yang memicu perpecahan tajam soal kebijakan energi negara bagian tersebut.
Proyek Bagian dari Portofolio CCS Terbesar Milik ExxonMobil di Gulf Coast
Proyek Rose berlokasi di Jefferson County, Texas, dan telah lebih dulu mendapat persetujuan izin injeksi bawah tanah Class VI dari Environmental Protection Agency (EPA) — salah satu pengesahan federal paling signifikan untuk infrastruktur manajemen karbon skala besar di kawasan Gulf Coast. Proyek ini melengkapi portofolio penyimpanan CO2 ExxonMobil yang lebih luas di kawasan tersebut, termasuk lease penyimpanan CO2 lepas pantai terbesar di Amerika Serikat seluas lebih dari 271.000 hektare yang sebelumnya telah diamankan perusahaan dari Texas General Land Office.
Presiden divisi Low Carbon Solutions ExxonMobil, Dan Ammann, sebelumnya menyatakan kawasan Gulf memiliki "potensi besar" terkait penyimpanan karbon lepas pantai dan akan memainkan "peran kunci dalam memenuhi target net-zero masyarakat".
Kritik: "Hanya Menggudangkan CO2 demi Subsidi Federal, Bukan Menciptakan Lapangan Kerja"
Proyek ini menjadi titik sengketa besar dalam perdebatan soal dampak ekonomi dan lingkungan dari teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and sequestration/CCS) di Texas. Kritikus menilai proyek ini memberi manfaat minim bagi warga Texas sehari-hari, sembari membebankan potensi risiko finansial. "Jika disetujui, ExxonMobil akan menyuntikkan hingga 53 juta ton karbon dioksida ke bawah tanah secara permanen, tepat di bawah tanah tempat komunitas kita tinggal," tulis Molly Vogt dari American Energy Works. "Bukan untuk memproduksi energi. Bukan untuk menciptakan lapangan kerja di Texas. Hanya untuk menggudangkan CO2 agar perusahaan bisa mengumpulkan subsidi federal."
Kritik lain menyasar struktur finansial dan keberpihakan politik proyek ini. Jason Isaac, mantan anggota Texas House, menggambarkan inisiatif ini sebagai "jalur penyelamat bagi kebijakan era Biden" — mencerminkan kekecewaan yang lebih luas dari kalangan konservatif terhadap insentif energi hijau era federal sebelumnya.
ExxonMobil: Proyek "Berlandaskan Fakta dan Tervalidasi"
ExxonMobil membela proposal tersebut, menyatakan bahwa Rose Carbon Capture and Storage Project "berlandaskan fakta dan telah tervalidasi" secara aman dan teknis kokoh. Perusahaan menegaskan telah menghabiskan waktu tiga tahun terakhir mengevaluasi konsep hub CCS multi-pengguna di kawasan industri dekat lokasi penyimpanan geologis, seperti reservoir minyak dan gas yang telah habis dieksploitasi, dan meyakini sudah saatnya melakukan kolaborasi skala besar antara pemerintah di berbagai tingkatan, industri swasta, akademisi, dan komunitas lokal untuk mempercepat kemajuan CCS.
Bagian dari Ekspansi CCS ExxonMobil yang Lebih Luas di Texas
Persetujuan proyek Rose ini menambah rangkaian kesepakatan CCS besar yang telah diraih ExxonMobil di Texas dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan sebelumnya telah mengamankan lease penyimpanan CO2 lepas pantai terbesar di negara itu dari Texas General Land Office, dengan komitmen menghilangkan 6,7 juta ton CO2 per tahun dari emiten industri di sepanjang Gulf Coast — angka yang berpotensi meningkat menjadi 7,5 juta ton per tahun jika proyek hidrogen yang diusulkan perusahaan memperoleh kredit pajak yang memadai.
Pertaruhan Besar bagi Masa Depan CCS di Texas
Dengan hasil voting 2-1 yang meloloskan proyek Rose ini, keputusan Texas Railroad Commission menegaskan dukungan regulator negara bagian terhadap ekspansi teknologi carbon capture, meski perdebatan sengit soal manfaat ekonomi nyata dan beban lingkungan jangka panjang dari proyek semacam ini tampaknya akan terus berlanjut. Carbon capture sendiri memiliki rekam jejak yang beragam secara global, dengan banyak proyek di seluruh dunia yang gagal memenuhi janji menghadirkan manfaat bahan bakar fosil sekaligus menghilangkan emisinya — sebuah catatan sejarah yang membuat proyek-proyek CCS besar seperti Rose tetap menjadi subjek pengawasan ketat dari berbagai pemangku kepentingan.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.