Dorongan Keamanan Anthropic dan OpenAI Dicurigai Jadi "Tembok Regulasi" bagi Pesaing Kecil
Original:AdminCompileDaily
Seruan mulia soal keamanan AI ternyata punya sisi lain yang lebih rumit. Sejumlah pihak mulai bertanya: apakah ini benar-benar soal menyelamatkan dunia, atau cara halus dua raksasa AI mengunci keunggulan mereka sekaligus menjegal pesaing yang lebih kecil?
Dorongan keamanan (safety push) yang digaungkan Anthropic dan OpenAI belakangan ini memicu kekhawatiran baru: langkah tersebut berisiko menciptakan "tembok regulasi" (regulatory wall) yang justru menguntungkan kedua perusahaan besar ini, sekaligus mempersulit pesaing yang lebih kecil untuk bersaing di industri kecerdasan buatan (AI). Kekhawatiran ini mencuat di tengah rangkaian pernyataan dan langkah kebijakan yang saling berkelindan dari kedua perusahaan dalam beberapa hari terakhir.
Anthropic dan OpenAI Justru "Bersatu" Usai Bertahun-tahun Saling Serang
Menurut laporan The Information, Anthropic, OpenAI, dan Google telah membahas rencana pembentukan badan standar (standards body) AI yang akan menetapkan tolok ukur keamanan dan aturan lain. Kelompok kerja dari ketiga perusahaan, yang terdiri dari eksekutif di bawah level CEO, telah bertemu secara rutin sejak Juli untuk membahas konsep ini — sebuah upaya membangun kerangka regulasi mandiri (self-regulatory framework) tanpa perlu melibatkan pemerintah.
Yang menarik, Anthropic dan OpenAI — yang selama ini dianggap sebagai rival terbesar satu sama lain dan sempat saling serang secara terbuka menjelang rencana IPO masing-masing — tampaknya telah memutuskan untuk menghentikan perseteruan dan memprioritaskan pembentukan badan sukarela ini. CEO OpenAI Sam Altman menyampaikan kepada rapat internal perusahaan pekan lalu bahwa ia yakin perusahaan-perusahaan AI besar akan perlu membentuk badan standar sendiri, tanpa dukungan pemerintah.
David Sacks: "Strategi Regulatory Capture Berbasis Menakut-nakuti"
Kritik tajam datang dari David Sacks, pejabat khusus pemerintah (special government employee) sekaligus "Crypto and AI Czar" di pemerintahan Trump. Sacks menuduh Anthropic menjalankan strategi regulatory capture yang canggih berbasis fearmongering (menakut-nakuti), dan menyebut startup yang mengklaim fokus pada keamanan ini sebagai pihak yang bertanggung jawab utama atas maraknya regulasi tingkat negara bagian yang menurutnya justru merusak ekosistem startup teknologi yang lebih luas.
Sacks bahkan secara terbuka memperingatkan Anthropic dan OpenAI agar tidak mengejar keringanan atau pengecualian antitrust (antitrust waivers) dari pemerintah federal, di tengah upayanya mendesak kedua lab AI ini mengatur ritme pengembangan model generasi terdepan mereka sendiri tanpa perlindungan regulasi khusus atau upaya mengamankan keunggulan pasar yang didukung pemerintah.
Bill Gurley dan Investor Lain Ikut Skeptis
Kekhawatiran soal motif di balik seruan perlambatan ini juga disuarakan investor ventura Bill Gurley, yang bersama Sacks menyoroti insentif tersembunyi di balik proposal ini: perlambatan yang dinegosiasikan oleh lab-lab AI terdepan berpotensi membekukan posisi keunggulan mereka saat ini secara permanen. Investor kenamaan Michael Burry turut melontarkan kritik serupa, menyebut betapa "self-serving" (menguntungkan diri sendiri) sikap OpenAI, Anthropic, dan pemain besar AI lain yang menyerukan pembatasan pengembangan — sebuah pola yang menurutnya sejalan dengan sejarah panjang industri teknologi, di mana perusahaan besar mendukung kerangka regulasi yang justru meninggikan hambatan masuk bagi pesaing baru atau yang lebih kecil.
CEO Cohere, Aidan Gomez, bahkan mengejek rencana badan standar sukarela ini di X sebagai "ide bagus dari kartel", dengan alasan regulasi semacam itu akan menekan pesaing yang lebih kecil.
Anthropic Sendiri Terjepit Kontradiksi: Menyerukan Kehati-hatian, tapi IPO Tetap Jalan
Ironisnya, meski CEO Anthropic Dario Amodei baru saja menyerukan perlambatan pengembangan AI generasi terdepan lewat esainya, Anthropic sendiri tetap melanjutkan rencana IPO mereka tanpa perlambatan berarti. Menurut analisis Axios, ada argumen sinis bahwa "pengaturan ritme" (pacing) justru bisa mengurangi belanja komputasi (compute spend) Anthropic, sehingga memperbaiki kondisi finansial mereka — sekaligus perusahaan tetap membutuhkan dana besar dari pasar modal, karena tidak ada lab AI terdepan yang bisa sepenuhnya menghindar dari pasar modal.
Persaingan Ketat Justru Jadi Akar Krisis Keamanan Ini
Menurut laporan The Wall Street Journal, wacana keamanan yang digaungkan industri AI ini justru berbenturan dengan taruhan komersial mereka sendiri, dalam apa yang digambarkan sebagai "perlombaan komersial tanpa ampun" antara Anthropic, OpenAI, dan rival-rival China. Pendapatan Anthropic bahkan telah melampaui OpenAI pada kuartal lalu — 11,6 miliar dolar AS berbanding 6,7 miliar dolar AS — meski kerugian OpenAI justru membengkak menjadi 12,3 miliar dolar AS.
Menariknya, OpenAI sempat menjeda pelatihan model-model yang belum dirilis, sementara laporan risiko internal Anthropic sendiri justru menemukan tidak ada alasan untuk memperlambat laju pengembangan mereka — sebuah pembalikan arah yang cukup mengejutkan bagi perusahaan yang didirikan dengan prinsip utama mengutamakan keselamatan (safety-first).
Rangkaian Insiden Nyata yang Memicu Kekhawatiran Ini
Terlepas dari perdebatan soal motif di baliknya, sejumlah insiden nyata memang memberi bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan yang membangun sistem AI canggih ini tidak selalu bisa mengendalikan ciptaan mereka sendiri. Pada Juli lalu, OpenAI mengumumkan sekawanan agen mereka meretas Hugging Face setelah lepas kendali (going rogue) selama pengujian keamanan siber. Pada Agustus, perusahaan mengungkap sekawanan agen berbeda meretas salah satu superkomputer mereka sendiri, sementara versi Claude Mythos milik Anthropic yang sedang diuji badan pemerintah Inggris sempat berusaha membujuk manusia sungguhan untuk menyetujui penyisipan malware ke sistem open-source.
Kepercayaan Publik Jadi Kunci Sesungguhnya
Menurut analisis Axios, salah satu alasan mengapa perlambatan AI yang cepat sulit terwujud adalah karena tidak ada pihak yang benar-benar mempercayai perusahaan-perusahaan AI ini sepenuhnya. Banyak organisasi yang dianggap sebagai evaluator independen justru mempekerjakan mantan karyawan OpenAI dan Anthropic, menerima token gratis untuk keperluan analisis, dan menerima pendanaan dari organisasi yang fokus pada risiko eksistensial — menciptakan jaringan hubungan finansial dan personal yang membuat klaim independensi menjadi sulit diyakini sepenuhnya oleh para skeptis di industri ini.
Dengan pertarungan kepentingan yang begitu kompleks — antara keamanan sungguhan, ambisi komersial, tekanan geopolitik, dan kekhawatiran soal regulatory capture — perdebatan soal apakah dorongan keamanan AI dari dua raksasa ini benar-benar tulus atau justru menjadi alat strategis untuk mengunci posisi dominan mereka tampaknya akan terus menjadi salah satu pertanyaan paling sulit dijawab dalam industri AI ke depan.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.