China Susun Standar Data Nasional untuk Embodied AI, Atasi Kelangkaan Data Latih Robot
Web:Expedia
Robot canggih butuh 10 juta jam data dunia nyata untuk benar-benar bisa belajar. Masalahnya, seluruh dunia baru punya kurang dari sepersepuluh dari itu — dan China bertekad menjadi yang pertama menutup kesenjangan ini.
Badan Administrasi Data Nasional China (National Data Administration/NDA) mengumumkan rencana menyusun standar data untuk embodied artificial intelligence (embodied AI) — cabang AI yang memberi mesin kemampuan mempersepsi dan berinteraksi secara fisik dengan lingkungan sekitarnya. Pengumuman ini disampaikan lewat pernyataan resmi di situs badan tersebut pada Minggu (13/9/2026), seiring kebutuhan terhadap dataset berkualitas tinggi, beragam, dan berskala besar terus meningkat pesat.
Muncul 10 Hari setelah Industri Sendiri yang Meminta
Menariknya, langkah NDA ini muncul hanya 10 hari setelah tujuh perusahaan teknologi dan robotika mengajukan permintaan yang sama persis kepada badan tersebut — meminta infrastruktur data publik untuk embodied AI serta standar data yang seragam. Pertemuan yang membahas permintaan ini digelar 10 September, dipimpin Kepala NDA Liu Liehong, dengan dihadiri lembaga riset, perusahaan teknologi, dan organisasi robotika humanoid. NDA menyatakan industri ini kini semakin bergantung pada data (data-driven).
Kesenjangan Data yang Sangat Lebar: 10 Juta Jam Dibutuhkan, Baru Ada Kurang dari 1 Juta Jam
Menurut estimasi China Academy of Information and Communications Technology, model fondasi (foundation model) untuk embodied AI membutuhkan sekitar 10 juta jam data pelatihan dari dunia nyata. Namun saat ini, hanya tersedia sekitar 100.000 hingga 1 juta jam data berkualitas tinggi di seluruh dunia — kesenjangan besar antara apa yang tersedia dan apa yang dibutuhkan untuk melatih robot humanoid yang benar-benar mumpuni. Kendala utama dalam pengembangan robotika humanoid kini bukan lagi soal model AI itu sendiri, melainkan ketersediaan jam data dunia nyata yang terekam.
Dua Fokus Utama: Standar Formal dan Panduan bagi Otoritas Daerah
Inisiatif NDA ini berfokus pada dua prioritas utama. Pertama, badan tersebut akan mengembangkan standar formal yang mengatur bagaimana data untuk embodied AI dikumpulkan, dilabeli, disimpan, dan dibagikan. Kedua, NDA akan memperkuat panduan perencanaan bagi otoritas provinsi dan kota, sekaligus memberikan dukungan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan investasi mereka pada sumber daya data.
Bagian dari Kerangka Standar yang Lebih Luas yang Sudah Berjalan
Langkah NDA ini melengkapi kerangka standar yang lebih luas yang telah dibangun China di sektor ini. Standar nasional yang dipublikasikan pada 27 Agustus lalu telah mencakup kualitas data embodied-intelligence dunia nyata serta persyaratan teknis untuk platform penghasil data (data-generation platforms), dengan sejumlah spesifikasi tambahan yang masih dalam tahap pengembangan.
Sebelumnya, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) telah membentuk komite standardisasi khusus untuk robotika humanoid, yang mempublikasikan kerangka standar nasional pertama negara tersebut pada 28 Februari 2026, mencakup enam area kritis termasuk manajemen siklus hidup data. Standar acuan (benchmark) industri untuk embodied AI juga telah berlaku sejak 1 Juni 2026, memberi perusahaan tolok ukur konkret untuk mengukur performa sistem mereka.
Lebih dari 70 Lokasi Pelatihan Sudah Beroperasi, 46 Lagi Direncanakan
China saat ini telah mengoperasikan lebih dari 70 lokasi pelatihan (training grounds) untuk embodied AI, sebagian besar untuk keperluan manufaktur industri, dengan 46 lokasi tambahan lagi yang direncanakan. Salah satu program yang tengah disusun, terdaftar sejak April lalu, menetapkan linimasa 12 bulan untuk standar pengumpulan data dan pelatihan model di lokasi-lokasi pelatihan embodied-intelligence tersebut, dengan kelompok penyusun yang melibatkan China Electronics Standardization Institute dan Beijing Institute of Technology.
Bagian dari Strategi Nasional yang Didukung Penuh Beijing
Menurut William Hannas, analis utama di Center for Security and Emerging Technology, Georgetown University, China meyakini kemajuan AI akan terbatas jika hanya mengandalkan teks dan abstraksi bahasa semata — filosofi yang mendasari dorongan besar negara tersebut ke arah embodied AI. Pada Juni lalu, pemerintah China bahkan mengeluarkan arahan yang mewajibkan otoritas daerah dan perusahaan milik negara untuk menguji dan mengadopsi embodied AI di sektor manufaktur, logistik, ritel, dan berbagai sektor ekonomi lain, sembari mendorong pembangunan "pabrik pengumpulan data" berskala besar untuk mendukung pengembangan model AI.
Kontras dengan Eropa yang Belum Punya Program Setara
Sebagai perbandingan, Eropa memang memiliki Data Act yang mengatur siapa yang boleh mengakses data yang dihasilkan mesin, namun belum memiliki program aktif untuk benar-benar memproduksi data tersebut — dengan pusat data (data labs) yang dijanjikan dalam Data Union Strategy Uni Eropa pun belum benar-benar dibentuk hingga kini.
Dengan langkah agresif menyusun standar data nasional yang responsif terhadap permintaan langsung industri, China menegaskan ambisinya untuk memimpin perlombaan global di sektor embodied AI dan robotika humanoid — sebuah bidang yang menurut banyak analis akan menjadi salah satu medan kompetisi teknologi paling menentukan dalam beberapa tahun mendatang.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.