CompileDaily
AI

Oracle Tambah Anggaran PHK Rp11,3 Triliun, Terjepit Tekanan Kas Akibat Bangun Data Center AI

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Oracle Tambah Anggaran PHK Rp11,3 Triliun, Terjepit Tekanan Kas Akibat Bangun Data Center AI

Foto:TadaImages/AdobeStock

Oracle sudah memecat 21.000 karyawan tahun ini. Sekarang perusahaan menambah lagi ratusan juta dolar untuk gelombang pemutusan hubungan kerja berikutnya, sambil tetap menjanjikan belanja modal di atas 70 miliar dolar AS.

Oracle Corp. menambah skala rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) mereka, di tengah tekanan arus kas yang dipicu pembangunan data center berskala besar untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Menurut pengajuan regulasi ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Jumat (11/9/2026), total biaya yang terkait "2026 Restructuring Plan" milik Oracle kini mencapai sekitar 2,8 miliar dolar AS, sebagian besar berupa pembayaran pesangon (severance) bagi karyawan yang terkena PHK.

Tambahan Rp11,3 Triliun untuk "Tindakan Tambahan" yang Direncanakan

Oracle menyatakan telah mengakumulasi sekitar 2,1 miliar dolar AS biaya terkait rencana restrukturisasi ini, dan tambahan 700 juta dolar AS mencerminkan "tindakan tambahan yang kami perkirakan akan kami ambil" ke depan. "Setelah 31 Agustus 2026, manajemen kami menambah 2026 Restructuring Plan sekitar 700 juta dolar AS," demikian bunyi pengajuan tersebut.

Sudah PHK 21.000 Karyawan, Kini Tersisa 141.000 Pegawai

Oracle sebelumnya telah memangkas 21.000 posisi secara year-over-year hingga akhir Mei lalu, membawa total tenaga kerja global perusahaan menjadi sekitar 141.000 karyawan. Perusahaan mulai memangkas ribuan pekerjaan sejak awal tahun ini sebagai bagian dari upaya menghemat kas, dan laporan sebelumnya menyebut perusahaan tengah menyiapkan rencana untuk gelombang pemangkasan lanjutan.

Belanja Modal AI Melonjak 162 Persen Jadi 55,7 Miliar Dolar AS

Lihat Layanan Kami

Tekanan finansial Oracle berasal dari pembangunan data center AI yang mahal untuk klien-klien seperti OpenAI. Belanja modal (capex) terkait data center AI perusahaan melonjak 162 persen menjadi 55,7 miliar dolar AS, mendorong arus kas bebas (free cash flow) perusahaan ke wilayah negatif yang dalam. Perusahaan bahkan memperingatkan investor untuk memperkirakan belanja modal di atas 70 miliar dolar AS pada tahun fiskal ini.

CFO: "Tindakan Simplifikasi dan Efisiensi" Bantu Lindungi Margin

Dalam sesi panggilan dengan analis pada Kamis, Chief Financial Officer Oracle, Hilary Maxson, menyebut "tindakan simplifikasi dan efisiensi" telah membantu perusahaan menekan biaya dan melindungi margin keuntungan di tengah tekanan investasi besar-besaran untuk infrastruktur AI.

Bagian dari Tren Lebih Luas: Perusahaan Teknologi Pangkas Karyawan demi Danai AI

Langkah Oracle menambah anggaran PHK ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana perusahaan-perusahaan besar terus mengoptimalkan tenaga kerja mereka sebagai respons terhadap tekanan finansial dan dinamika persaingan yang kian ketat, sembari mengalihkan sumber daya untuk mendukung proyek-proyek berbasis AI. Meski backlog pendapatan cloud Oracle tercatat lebih kuat, kekhawatiran tetap membayangi soal arus kas bebas yang negatif serta kebutuhan pembiayaan perusahaan yang terus meningkat.

Dengan belanja modal yang diperkirakan terus membengkak sepanjang tahun fiskal ini, langkah Oracle menambah anggaran PHK menjadi salah satu contoh nyata bagaimana taruhan besar perusahaan-perusahaan teknologi pada infrastruktur AI menuntut pengorbanan signifikan di sisi tenaga kerja mereka — sebuah dilema yang kemungkinan akan terus dihadapi banyak perusahaan teknologi lain di tengah perlombaan investasi AI yang terus memanas.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.