CompileDaily
AI

Sam Altman: IPO OpenAI Tak Akan Terjadi Tahun Ini, Alasannya Soal Keamanan AI

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Sam Altman: IPO OpenAI Tak Akan Terjadi Tahun Ini, Alasannya Soal Keamanan AI

Original:AdminCompileDaily

Salah satu IPO paling dinanti dalam sejarah pasar modal ini ternyata sengaja ditunda bukan karena kondisi pasar yang buruk, melainkan karena bosnya sendiri merasa belum saatnya perusahaan ini go public.

CEO OpenAI Sam Altman mengatakan perusahaannya tidak akan melantai di bursa saham (IPO) pada 2026, menurut wawancara dengan Fortune Magazine yang dipublikasikan Sabtu (12/9/2026). Altman menyebut penawaran umum perdana tahun ini akan "salah waktu" (ill-timed), dengan alasan utama terkait kekhawatiran soal keamanan kecerdasan buatan (AI).

"Sekarang Bukan Momen yang Tepat untuk Go Public"

"Saya justru berpikir, mengingat semua yang terjadi soal keamanan, sekarang akan menjadi momen yang kurang bijak untuk go public, dan kami tidak merasa tertekan soal itu," kata Altman dalam wawancara tersebut. Ketika ditanya apakah rencana IPO bergeser ke 2027, Altman tidak berkomitmen pada linimasa pasti, namun tegas soal tahun ini. "Saya akan bilang bukan 2026," katanya, menambahkan bahwa perusahaan masih memiliki banyak pekerjaan terkait keamanan dan alignment (penyelarasan), serta bagaimana pemerintah dan industri bisa bekerja sama.

Perusahaan sebelumnya telah mengajukan pendaftaran rahasia (confidential filing) untuk IPO pada Juni lalu, meski waktu pastinya belum ditentukan. Altman menegaskan OpenAI akan melantai di bursa "ketika bisnisnya sudah siap" dan ketika perusahaan memiliki pemahaman yang jelas soal "bagaimana kondisi masyarakat terhadap teknologi ini".

Sempat Ada Perbedaan Pandangan Internal soal Waktu IPO

Menurut sejumlah laporan, keputusan penundaan ini menyusul adanya gesekan internal di jajaran pimpinan tertinggi OpenAI soal strategi fiskal perusahaan. Sumber-sumber menyebut sempat terjadi perselisihan pandangan antara Altman — yang dilaporkan sebelumnya mendukung dorongan IPO tahun ini pada valuasi sekitar 1 triliun dolar AS — dengan sejumlah pihak lain di internal perusahaan. Chief Financial Officer OpenAI, Sara Friar, bahkan sempat menyampaikan kepada karyawan bulan lalu bahwa perusahaan kemungkinan akan go public pada 2027 atau bahkan lebih cepat lagi, jika "bisnis kami terus mengalami inflection point".

Lihat Layanan Kami

Muncul di Hari yang Sama dengan Seruan Dario Amodei soal Perlambatan AI

Pernyataan Altman ini muncul di hari yang sama ketika CEO Anthropic, Dario Amodei, mempublikasikan esai yang mendesak perusahaan-perusahaan AI untuk memperlambat laju peningkatan kemampuan model-model AI paling canggih mereka. Menariknya, Altman dan Elon Musk dengan cepat mendukung proposal tersebut lewat unggahan di media sosial — sebuah bentuk kesepakatan yang tidak biasa di antara tiga rival sengit di industri AI ini.

Menurut laporan Reuters, semakin banyak anggota Kongres Amerika Serikat yang menyerukan aturan baru menyusul peringatan serius dari dua peneliti Anthropic soal AI yang berkembang begitu pesat. Sikap Altman ini juga sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari Kepala Ilmuwan OpenAI, Jakub Pachocki, yang menyerukan "kehati-hatian ekstrem" terhadap laju kemajuan AI dalam esai berjudul "An Alien Mind".

Menunda Salah Satu IPO Paling Dinanti dalam Sejarah Pasar Modal

Penundaan ini mendorong salah satu IPO yang paling dinanti-nantikan dalam sejarah menjadi tertunda hingga setidaknya 2027, sekaligus menjadi sinyal paling jelas sejauh ini bahwa kekhawatiran yang terus meningkat soal AI yang kian berkuasa mulai membentuk ulang rencana bisnis di industri ini. New York Times sebelumnya melaporkan pada Juni bahwa OpenAI tengah mempertimbangkan pergeseran waktu IPO ke 2027, namun yang menjadi kabar baru kali ini adalah alasan di baliknya — bukan kondisi pasar atau faktor eksternal lain, melainkan pertimbangan keamanan AI secara langsung dari mulut CEO-nya sendiri.

Dengan penundaan resmi ini, OpenAI menegaskan bahwa keputusan soal kapan perusahaan akan melantai di bursa saham kini sepenuhnya bergantung pada kesiapan mereka menghadapi tantangan keamanan dan alignment AI, alih-alih sekadar mengikuti momentum pasar atau ekspektasi investor yang telah lama menantikan salah satu debut saham paling bersejarah di industri teknologi.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.