CompileDaily
Crypto

Mantan Insinyur Robinhood Didakwa Curang Manfaatkan Info Listing Kripto, Untung Rp800 Juta per Orang

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Mantan Insinyur Robinhood Didakwa Curang Manfaatkan Info Listing Kripto, Untung Rp800 Juta per Orang

Original:AdminCompileDaily

Mereka tahu duluan token apa yang bakal listing di Robinhood, sebelum pengumuman itu sampai ke publik. Yang mereka lakukan selanjutnya: memasang taruhan di platform lain sebelum harga token itu melonjak.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mendakwa dua mantan insinyur Robinhood, Hefu Chai dan Huaisong Xiang, atas tuduhan penipuan komoditas (commodities fraud) dan penipuan transfer dana (wire fraud). Keduanya dituduh menyalahgunakan informasi rahasia soal rencana listing mata uang kripto baru di Robinhood Crypto, lalu memanfaatkannya untuk berdagang kontrak futures perpetual di platform Hyperliquid.

Modus: Ambil Posisi Duluan Sebelum Pengumuman Listing Resmi

Menurut jaksa penuntut, kedua mantan insinyur ini berulang kali mengambil posisi pada token-token tertentu sebelum Robinhood mengumumkan secara resmi ke publik bahwa token tersebut akan tersedia di platform mereka — praktik yang dikenal sebagai front-running. Aktivitas ini dilaporkan berlangsung antara 2025 hingga 2026, dengan masing-masing tersangka diduga meraup keuntungan lebih dari 50.000 dolar AS dari skema tersebut.

Jaksa: "Menyalahgunakan Informasi Rahasia untuk Berdagang Derivatif Itu Ilegal"

Jamie McDonald, Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, menegaskan keseriusan kasus ini dalam rilis resminya. "Menyalahgunakan informasi rahasia untuk berdagang di pasar derivatif demi keuntungan pribadi adalah tindakan ilegal," kata McDonald. "Dakwaan hari ini menegaskan dengan jelas bahwa orang dalam perusahaan (corporate insiders) tidak bisa lolos dari undang-undang sekuritas dan komoditas dengan berdagang berdasarkan informasi yang disalahgunakan lewat instrumen derivatif seperti futures perpetual, sekuritas tokenisasi, atau instrumen finansial serupa lainnya."

Bukan Kasus Pertama dengan Modus Serupa di Industri Kripto

Lihat Layanan Kami

Kasus ini memiliki preseden hukum federal yang jelas. Pada 2022, Departemen Kehakiman AS pernah menuntut kasus serupa yang melibatkan pemanfaatan informasi rahasia dari sebuah perusahaan kripto untuk berdagang mendahului peristiwa yang berpotensi menggerakkan pasar — menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap penyalahgunaan informasi orang dalam di industri kripto bukan hal baru bagi otoritas Amerika Serikat.

Menambah Daftar Panjang Sorotan Hukum terhadap Robinhood

Kasus ini menambah daftar panjang tantangan hukum dan regulasi yang dihadapi Robinhood dalam beberapa tahun terakhir. Awal tahun ini, Securities and Exchange Commission (SEC) menjatuhkan denda gabungan 45 juta dolar AS kepada dua entitas broker-dealer Robinhood atas pelanggaran lebih dari 10 ketentuan undang-undang sekuritas, terkait kegagalan melaporkan perdagangan mencurigakan secara tepat waktu, perlindungan pencurian identitas yang tidak memadai, serta kegagalan menangani akses tidak sah ke sistem komputer perusahaan secara layak.

Robinhood Crypto sendiri sebelumnya juga pernah didenda 30 juta dolar AS oleh regulator New York atas pelanggaran anti-pencucian uang dan keamanan siber, serta menghadapi penyelidikan Jaksa Agung Florida atas tuduhan klaim menyesatkan soal biaya perdagangan kripto "termurah" yang mereka tawarkan kepada pelanggan.

Menjadi Peringatan bagi Karyawan Perusahaan Kripto Lain

Dengan preseden hukum yang kini semakin jelas, kasus terbaru ini menjadi peringatan tegas bagi karyawan di perusahaan-perusahaan platform trading kripto lain: memanfaatkan akses informasi internal untuk keuntungan pribadi lewat perdagangan derivatif — baik itu futures perpetual, sekuritas tokenisasi, atau instrumen serupa lainnya — tetap akan dianggap pelanggaran hukum sekuritas dan komoditas federal, terlepas dari bagaimana instrumen finansial tersebut dikemas atau dipasarkan.

Kasus ini masih akan berlanjut ke proses persidangan, dengan kedua mantan insinyur Robinhood tersebut menghadapi tuduhan pidana serius yang bisa berujung pada hukuman penjara dan denda besar jika terbukti bersalah di pengadilan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.