CompileDaily
Stock

IHSG Sesi 2 Menguat ke 6.364, Ditopang Reli Wall Street dan Sektor Keuangan

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
IHSG Sesi 2 Menguat ke 6.364, Ditopang Reli Wall Street dan Sektor Keuangan

Bursa domestik melanjutkan tren positif yang sudah berlangsung sejak awal Agustus, dengan investor semakin percaya diri mengejar level psikologis baru di tengah gelombang optimisme yang menjalar dari Wall Street.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 44,6 poin atau 0,71 persen ke level 6.364,21 pada perdagangan sesi kedua, Rabu (5/8/2026), melanjutkan momentum bullish yang sudah terbangun sejak pembukaan pagi tadi di level 6.338. Volume transaksi tercatat 21,21 miliar saham, sedikit di atas rata-rata volume harian sebesar 17,44 miliar saham.

Wall Street Jadi Sentimen Utama

Penguatan IHSG hari ini tak lepas dari reli kuat bursa Amerika Serikat semalam. Riset Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mencatat seluruh indeks utama Wall Street kompak menghijau signifikan pada perdagangan Selasa, dipimpin Nasdaq yang melonjak 2,59 persen, disusul S&P 500 (+1,79 persen), Dow Jones (+1,71 persen), dan NYSE Composite (+0,85 persen).

Reli tersebut ditopang kinerja keuangan solid emiten teknologi sepanjang semester I 2026, serta meredanya kekhawatiran inflasi seiring berkembangnya harapan atas potensi kesepakatan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Katalis geopolitik ini turut menekan harga minyak mentah WTI hingga menyentuh kisaran 75 dolar AS per barel.

Investment Specialist KISI, Azharys Hardian, dalam risetnya menyebut IHSG hari ini berpotensi menguji area resistance kuat di level 6.360—level yang sudah terlampaui pada sesi kedua ini. "Momentum positif ini dapat dimanfaatkan investor untuk terus menerapkan strategi trend following pada saham-saham penopang indeks," tulisnya.

Sektor Keuangan dan Konsumen Primer Jadi Motor Penggerak

Penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya, Selasa (4/8/2026), yang ditutup melonjak 1,37 persen ke level 6.319,61, ditopang aksi beli berkelanjutan pada saham-saham sektor keuangan (financials) dan sektor barang konsumen primer (non-cyclicals). Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut posisi IHSG saat ini berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv]—mengindikasikan indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.334-6.403.

Meski tren jangka pendek masih positif, Herditya mengingatkan investor untuk mewaspadai potensi pembalikan arah ke rentang 6.280-6.306. Level support IHSG untuk perdagangan hari ini diperkirakan berada di 6.201 dan 6.029, sementara resistance berada di 6.377 dan 6.454.

Secara musiman, Agustus memang cenderung menjadi bulan yang positif bagi IHSG. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, mencatat indeks selalu mencatatkan penguatan sepanjang Agustus dalam enam tahun terakhir, dengan rata-rata kenaikan 2,83 persen. Momentum ini melanjutkan kinerja impresif IHSG pada Juli 2026 yang melonjak 10,28 persen—kenaikan bulanan terbaik sejak awal tahun.

Ke depan, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah katalis domestik, termasuk kepastian suksesi kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia serta arah kebijakan fiskal dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027. Dari sisi eksternal, perkembangan data tenaga kerja Amerika Serikat berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve dan aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berdasarkan data pasar dan pandangan analis, bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca; pelajari dan analisis kembali sebelum mengambil keputusan transaksi.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.