IHSG Ditutup Menguat 0,37% ke 6.525,69, Genap Sepekan Reli Meski Sempat Tertahan di Tengah Pekan
Indeks mengakhiri perdagangan akhir pekan di zona hijau, melanjutkan tren penguatan yang mewarnai pekan perdagangan efektif empat hari ini akibat libur HUT ke-81 RI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,37 persen atau bertambah 24,10 poin ke level 6.525,69 pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 6.507,43 hingga 6.551,96, konsisten bertahan di teritori positif sejak pembukaan hingga penutupan. Nilai transaksi hari ini tercatat Rp16,99 triliun dengan volume 53,24 miliar saham dan frekuensi transaksi 2,25 juta kali. Dari sisi jumlah saham, 319 saham menguat, 294 saham melemah, dan 178 saham lainnya stagnan.
Penguatan hari ini ditopang oleh enam indeks sektoral yang kompak menghijau, dengan indeks IDX30 naik 1,04 persen dan LQ45 menguat 0,92 persen. Saham perbankan turut menjadi pendorong utama, dengan BBRI melesat 2,87 persen. Top gainers di jajaran LQ45 dipimpin oleh AMRT yang naik 4,73 persen ke Rp1.440, disusul BBNI yang menguat 3,90 persen ke Rp3.730, dan BUMI yang melonjak 3,16 persen ke Rp196.
Rangkuman Sepekan: Dari Koreksi Rabu ke Reli Kamis-Jumat
Karena Senin (17/8/2026) merupakan hari libur bursa dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pekan ini hanya berlangsung efektif selama empat hari perdagangan — Selasa hingga Jumat. Berikut kronologi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini:
Selasa (18/8/2026): IHSG membuka pekan perdagangan dengan penguatan 0,73 persen ke level 6.448,83, melanjutkan momentum dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pekan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.490,64 sebelum ditutup naik 0,75 persen ke 6.449,83. Penguatan ini didukung sentimen positif dari kebijakan pemerintah yang menaikkan target investasi 2027 menjadi Rp2.322 triliun, dengan sektor infrastruktur, transportasi dan logistik, serta properti mencatat kenaikan terbesar.
Rabu (19/8/2026): Momentum positif tertahan setelah IHSG dibuka melemah 0,65 persen ke 6.408,18 dan berakhir turun 0,86 persen ke posisi 6.394,13. Pelemahan ini dipicu koreksi bursa Asia secara luas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, bersamaan dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen sesuai ekspektasi pasar. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BYAN, AMMN, dan BREN turut mengalami koreksi tajam pada hari yang sama.
Kamis (20/8/2026): IHSG kembali membalikkan arah dengan lonjakan signifikan 1,68 persen ke level 6.501,58 — pertama kalinya indeks menembus level psikologis 6.500 dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan ini terjadi merata di seluruh sektor, dipimpin sektor bahan baku dasar yang melesat 3,46 persen. Saham AMMN, BUMI, dan BRMS menjadi penggerak utama, sementara asing tercatat melakukan aksi beli bersih senilai Rp734 miliar. Sentimen pendukung datang dari penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, yang meningkatkan daya tarik aset berisiko termasuk saham di pasar berkembang.
Jumat (21/8/2026): Momentum berlanjut dengan IHSG dibuka menguat 0,38 persen ke 6.526,30 dan sempat menyentuh level tertinggi harian 6.551,96 pada sesi siang, sebelum akhirnya ditutup di 6.525,69. Pelemahan dolar AS dan penurunan lanjutan imbal hasil obligasi AS kembali menjadi sentimen pendukung utama, membuka ruang bagi investor asing untuk masuk lebih jauh ke pasar saham domestik.
Net Perubahan Sepekan: Naik dari Level Penutupan Sebelum Libur
Dibandingkan dengan penutupan terakhir sebelum libur panjang pada Jumat (14/8/2026) di level 6.401,88 — yang saat itu melonjak 1,59 persen usai pidato kenegaraan Presiden Prabowo soal RAPBN 2027 — IHSG pekan ini berhasil mencatatkan kenaikan bersih sekitar 123 poin atau lebih dari 1,9 persen, meski sempat diwarnai koreksi tajam di tengah pekan akibat sentimen geopolitik.
Proyeksi ke Depan: Investor Diminta Waspadai Aksi Ambil Untung
Sejumlah analis memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak sideways pada pekan mendatang, dengan level support di kisaran 6.450-6.500 dan resistance di 6.520-6.630. Menurut riset Kiwoom Sekuritas, apabila IHSG mampu menembus dan bertahan di atas resistance 6.515, peluang penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.598 dan 6.723. Sebaliknya, area 6.382-6.377 dinilai menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan apabila terjadi koreksi.
Dengan reli yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, sejumlah analis turut mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) menjelang pekan perdagangan berikutnya, terutama pada saham-saham yang sudah mengalami kenaikan tajam sepanjang pekan ini.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.