Island Raih Pendanaan $400 Juta dengan Valuasi $6,4 Miliar, Bidik Pengamanan Agen AI di Perusahaan
Web:IslandIO
Browser adalah aplikasi yang paling sering dibuka karyawan setiap hari, dan kini juga tempat agen AI bekerja atas nama mereka. Island bertaruh bahwa siapa pun yang menguasai jendela itu akan menguasai keamanan kantor masa depan.
Island, perusahaan rintisan keamanan siber asal Dallas, Amerika Serikat, mengumumkan pendanaan Seri F sebesar $400 juta dengan valuasi $6,4 miliar pada Kamis (24/9/2026). Putaran ini dipimpin Evolution Equity Partners, dengan partisipasi Sequoia Capital, Coatue Management, Insight Partners, J.P. Morgan Growth Equity Partners, Cyberstarts, dan Georgian. Pakar keamanan siber Dmitri Alperovitch ikut berinvestasi secara pribadi.
Dari Browser Kantor ke Pengawas Agen AI
Produk utama Island adalah browser khusus perusahaan berbasis Chromium. Browser ini memblokir halaman yang mengandung malware dan upaya phishing, mencatat aktivitas mencurigakan, dan bisa menambahkan kontrol keamanan di atas aplikasi cloud yang dipakai karyawan. Selain sebagai browser mandiri, Island juga tersedia sebagai ekstensi untuk Chrome dan sebagai klien desktop bernama Island Desktop.
Pendanaan baru ini diarahkan ke perluasan yang lebih ambisius: mengawasi agen AI. Fitur barunya membuat inventaris agen AI yang berjalan di sebuah organisasi, sekaligus memetakan server MCP, berkas, dan ekstensi browser yang mereka akses. Island bisa memblokir alat AI berisiko tinggi, menyaring prompt berbahaya, mencabut izin yang terlalu luas, dan mencatat biaya inferensi supaya perusahaan tahu berapa yang dihabiskan untuk AI.
"Kita sudah masuk era baru, di mana manusia dan agen AI bekerja berdampingan," kata CEO sekaligus salah satu pendiri Island, Mike Fey.
"Setiap Kontrol Lama Sedang Runtuh"
Kepada CNBC, Fey menggambarkan pasar keamanan saat ini sebagai situasi yang sepenuhnya terbuka. Serangan berbasis AI mendorong perusahaan menulis ulang cara mereka mengamankan pekerjaan, dan alat-alat keamanan lama tidak dirancang untuk itu.
"Setiap kontrol lama sedang runtuh, jadi semuanya bisa diperebutkan. Saya belum pernah melihat yang seperti ini," ujar Fey.
CTO Island, Dan Amiga, menjelaskan alasan teknisnya. Menurut dia, agen AI tidak bekerja di satu lapisan teknologi saja, sehingga tidak bisa diatur dari satu titik. Browser, endpoint, dan aplikasi cloud harus diawasi sekaligus.
ARR Naik Dua Kali Lipat Tiap Tahun, Angka Absolut Tak Dibuka
Island menyebut pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR) mereka naik dua kali lipat setiap tahun fiskal sejak produknya diluncurkan pada 2022. Perusahaan tidak mengungkap angka absolutnya, jadi pembaca tidak bisa menghitung berapa kali lipat pendapatan valuasi $6,4 miliar itu dihargai.
Gili Raanan dari Cyberstarts, salah satu investor awal Island, menyebut kombinasi valuasi tersebut dan pertumbuhan ARR dua kali lipat per tahun sebagai bukti yang jelas atas arah perusahaan.
Tambah 500 Karyawan dan Ekspansi ke Asia
Island saat ini mempekerjakan sekitar 1.000 orang. Dana segar akan dipakai untuk menambah jumlah itu menjadi 1.500 orang pada pertengahan 2027, sekaligus memperkuat riset dan pengembangan produk. Perusahaan juga berencana memperluas jangkauan ke Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
Soal persaingan dengan vendor keamanan besar yang sudah mapan dan gelombang startup keamanan AI baru, Fey menjawab singkat. "Sederhana saja: punya produk yang jauh lebih baik," katanya.
Yang belum terjawab adalah seberapa cepat perusahaan bersedia menyerahkan kendali atas agen AI mereka ke lapisan browser, dan apakah vendor keamanan besar akan membangun fitur serupa lebih dulu sebelum Island sempat merebut pasarnya.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.