Perusahaan Negara China Danai Server Nvidia Blackwell, Jejaknya Terungkap di Dokumen Bank Sentral
Web:Nvidia
Chip Blackwell termutakhir Nvidia tidak boleh dijual ke China. Tapi jejak pembelian servernya justru muncul di dokumen yang dicatatkan ke bank sentral China sendiri—sebelum detail perangkatnya dihapus diam-diam.
Sebuah perusahaan pembiayaan yang didukung negara China, Semi-Tech Leasing Group Co., tercatat membiayai pembelian server berisi chip Nvidia B300 Blackwell, menurut laporan Bloomberg pada Kamis (1/10/2026). Informasi itu berasal dari dokumen yang didaftarkan ke Bank Sentral China (People's Bank of China). Dalam satu transaksi yang terdokumentasi, setidaknya 32 server buatan Asustek Computer Inc. yang dibekali chip B300 ikut dibiayai.
Chip Blackwell kelas atas termasuk produk yang dilarang dijual langsung oleh Nvidia ke China di bawah aturan kontrol ekspor Amerika Serikat.
Dari Dana Semikonduktor Nasional ke Tangan Pemda
Semi-Tech Leasing awalnya didirikan dengan sokongan dana semikonduktor nasional China. Kini kendali mayoritasnya dipegang entitas milik pemerintah kota Shenzhen dan Beijing.
Perusahaan ini sudah menyalurkan lebih dari 11 miliar yuan, atau sekitar $1,6 miliar, ke infrastruktur komputasi. Polanya adalah skema jual dan sewa balik (sale and leaseback): penyewa menjual perangkat ke perusahaan pembiayaan, lalu menyewanya kembali untuk tetap dipakai.
Glory View Beli Lebih dari 700 Server
Pihak yang menerima pembiayaan adalah Glory View Technology Co., pengembang infrastruktur AI. Sejak pertengahan 2025, Glory View memperoleh lebih dari 3 miliar yuan (sekitar $450 juta) dari skema sewa balik dengan Semi-Tech Leasing. Dana itu dipakai untuk membeli lebih dari 700 server secara keseluruhan, dan server berchip B300 hanya sebagian di antaranya.
Server-server tersebut rencananya ditempatkan di fasilitas milik China Mobile Ltd. di Ningxia. Wilayah ini merupakan salah satu simpul utama jaringan pusat data yang didukung pemerintah China.
Detail Perangkat Dihapus dari Dokumen
Bagian yang paling janggal ada pada nasib dokumen itu sendiri. Setelah pendaftaran awal, dokumen tersebut diajukan ulang dengan sejumlah bagian yang disensor. Deskripsi perangkat keras, data pemasok, dan nomor model server sudah tidak tercantum lagi di versi barunya.
Nvidia mengatakan kepada Bloomberg bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus ini bersama mitra produsen perangkatnya. Asus menegaskan kembali komitmennya untuk mematuhi aturan kontrol ekspor internasional.
Bukan Kasus Pertama, Pernah Menyeret Nama Indonesia
Kebocoran Blackwell ke China sudah beberapa kali terungkap. Pada November 2025, The Wall Street Journal melaporkan jejak sekitar 2.300 chip Blackwell senilai kurang lebih $100 juta yang berakhir di tangan INF Tech, startup AI asal Shanghai. Rantai pengirimannya melibatkan Aivres, produsen server di Silicon Valley, dan operator telekomunikasi Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison.
Celah lain datang dari skema sewa komputasi di luar negeri. Perusahaan China seperti ByteDance dan Tencent dilaporkan mengakses klaster Blackwell lewat penyedia cloud di negara lain, cara yang tidak melanggar aturan ekspor karena chip-nya tidak pernah masuk ke China.
Kasus Semi-Tech Leasing berbeda dari kasus-kasus itu. Pembiayaannya datang dari entitas yang dikendalikan negara, dan servernya dirancang untuk berdiri di dalam wilayah China. Yang kini ditunggu adalah hasil penyelidikan Nvidia: dari mana server Asus berchip B300 itu keluar, dan bagaimana perangkat tersebut bisa sampai ke Ningxia.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.