Mitchell Baker Cetak 5 Gol, Indonesia Hajar Bangladesh 9-2 dan Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup
Menang besar saja tidak cukup malam itu. Indonesia butuh banyak gol, karena Malaysia di laga yang berlangsung bersamaan sedang menuju kemenangan 6-0, dan jumlah gol memasukkan akhirnya menjadi satu-satunya pembeda kedua tim.
Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2 pada laga terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam. Penyerang Mitchell Baker mencetak lima gol. Skuad asuhan John Herdman akan menghadapi Thailand di final yang juga digelar di SUGBK pada Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Enam Gol Sebelum Turun Minum
Indonesia tampil menekan sejak menit awal. Baker membuka skor pada menit ke-10, lalu menambah gol pada menit ke-19, 36, dan 43. Saat jeda, Garuda sudah unggul 6-1, dengan penguasaan bola sekitar 70 persen dan 17 percobaan tembakan di babak pertama. Babak kedua berjalan lebih seimbang dari segi skor, 3-1, tetapi tiga gol tambahan itu yang kemudian memisahkan Indonesia dari Malaysia di klasemen.
Gol Indonesia lainnya dicetak Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Ole Romeny ikut berkontribusi lewat sejumlah assist. Dua gol Bangladesh, tim yang ditangani pelatih Thomas Dooley, dicetak Shahriar Emon dan Farhaan Ali Wahid.
Usai laga, Baker mengaku tidak ambil pusing dengan kritik terhadap ketajamannya. Ia menyebut bahkan Erling Haaland tidak selalu mencetak gol di setiap pertandingan, sehingga yang perlu dilakukan adalah percaya diri dan menikmati permainan.
Unggul Produktivitas Gol atas Malaysia
Kemenangan ini membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 7 poin dari tiga laga, dengan rekor dua kali menang dan sekali imbang. Selisih gol keduanya pun identik, yakni plus 9.
Pembedanya ada pada jumlah gol memasukkan. Indonesia menutup fase grup dengan 11 gol dan kebobolan 2, sementara Malaysia mencetak 9 gol tanpa kebobolan setelah menghajar Singapura 6-0 pada waktu bersamaan. Singapura finis ketiga dengan 3 poin, sedangkan Bangladesh menjadi juru kunci tanpa poin dengan kebobolan 13 gol.
Situasi itu menjelaskan kenapa Indonesia terus menyerang meski sudah unggul jauh. Dengan selisih gol yang sama, satu atau dua gol lebih sedikit saja bisa membuat tiket final berpindah ke Malaysia.
Kedua laga terakhir Grup A dimainkan pada waktu yang sama, sehingga para pemain Indonesia tidak bisa sekadar menghitung kebutuhan gol dari hasil yang sudah pasti. Detik Sport menjuluki penampilan Baker sebagai "performa bintang 5", sesuai jumlah golnya malam itu.
Thailand Datang dengan Modal Berbeda
Lawan di final datang dengan jalur yang lebih santai. Thailand sudah memastikan tempat setelah dua laga grup, menang 4-0 atas Pakistan dan 2-0 atas Vietnam.
Pada laga pamungkas Jumat (2/10/2026), Thailand yang diperkirakan merotasi banyak pemain justru kalah 1-2 dari Filipina. Kekalahan itu tidak mengubah status mereka sebagai finalis, tetapi menjadi satu-satunya noda di fase grup.
Final di Kandang Sendiri
Bermain di SUGBK memberi Indonesia keuntungan dukungan penonton. Laga final akan disiarkan SCTV dan Indosiar, serta tersedia secara streaming di Vidio, Nex, dan Moji.
Kemenangan telak atas Bangladesh menunjukkan lini serang yang tajam, tetapi Thailand jelas lawan dengan level berbeda dari tim peringkat bawah grup.
Pertanyaannya, apakah ketajaman Baker dan kawan-kawan tetap terjaga saat menghadapi pertahanan Thailand yang lebih disiplin, dan apakah rotasi Thailand di laga terakhir memang strategi menyimpan tenaga untuk Senin malam.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.