CompileDaily
IHSG

IHSG Dibuka Melemah ke 6.457, Lanjutkan Koreksi usai Aksi Ambil Untung dan Pelemahan Rupiah

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
IHSG Dibuka Melemah ke 6.457, Lanjutkan Koreksi usai Aksi Ambil Untung dan Pelemahan Rupiah

Indeks membuka perdagangan tengah pekan di zona merah, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya di tengah proyeksi analis yang memperkirakan pergerakan sideways dengan risiko koreksi jangka pendek masih membayangi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 44,61 poin atau 0,69 persen ke posisi 6.457,06 pada perdagangan Rabu (26/8/2026) pukul 09.13 WIB. Volume transaksi pada awal sesi tercatat 5,17 miliar saham, dengan rata-rata volume harian berada di angka 17,44 miliar saham. Pelemahan pagi ini melanjutkan tren negatif dari penutupan sesi sebelumnya, di mana IHSG ditutup melemah 0,37 persen ke level 6.501,6 pada Senin (24/8/2026).

Sektor Properti Jadi Penekan Utama, Barang Baku Satu-satunya yang Menguat

Pelemahan IHSG pada penutupan Senin lalu didorong koreksi signifikan di sektor properti, yang mencatatkan penurunan terbesar sebesar 1,67 persen. Di sisi lain, sektor barang baku menjadi satu-satunya sektor yang berhasil bertahan di zona hijau dengan penguatan 1,38 persen, di tengah tekanan jual yang mendominasi sebagian besar sektor lainnya. Pergerakan indeks pada Senin sempat menguat di awal sesi, sebelum akhirnya bergerak ke teritori negatif hingga penutupan akibat aksi ambil untung (profit taking) dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Rupiah Melemah Seiring Penguatan Dolar AS

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,11 persen ke level Rp17.712 per dolar AS pada perdagangan Senin, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS — meski di sisi lain harga minyak mentah dunia justru mengalami koreksi pada periode yang sama. Pelemahan rupiah ini turut menjadi salah satu faktor yang menekan sentimen investor domestik menjelang pembukaan perdagangan hari ini.

Analis: IHSG Diproyeksikan Bergerak Sideways dengan Rentang 6.450-6.570

Lihat Layanan Kami

Tim riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.450 hingga 6.570 pada perdagangan Rabu ini. Secara teknikal, indeks masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 100 hari (MA100), dengan histogram MACD yang masih berada di area positif. Namun indikator Stochastic RSI mulai mendekati area jenuh beli (overbought) — sinyal yang perlu diwaspadai investor sebagai potensi pembalikan arah jangka pendek.

Sementara itu, tim riset MNC Sekuritas mengingatkan IHSG rawan mengalami koreksi jangka pendek pada level 6.429 hingga 6.453, dengan target penguatan berikutnya berada di rentang 6.570 hingga 6.600 apabila tekanan jual berhasil diredam. Untuk strategi trading hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham sektor pertambangan dan energi, termasuk ANTM, PGAS, PTBA, dan TINS.

Kapitalisasi Pasar Tetap Tumbuh Meski Indeks Terkoreksi

Meski mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 18-24 Agustus 2026 menunjukkan kapitalisasi pasar secara keseluruhan justru tembus Rp11.449 triliun, meningkat 1,83 persen dibanding pekan sebelumnya — indikasi bahwa meski indeks utama mengalami fluktuasi harian, minat investor terhadap pasar modal Indonesia secara keseluruhan tetap terjaga dalam beberapa pekan terakhir.

Investor Diminta Cermati Sinyal Overbought dan Volatilitas Rupiah

Dengan indikator teknikal yang mulai mendekati area jenuh beli dan tekanan dari sisi nilai tukar rupiah yang masih membayangi, pelaku pasar disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham sepanjang perdagangan hari ini. Perhatian investor turut tertuju pada apakah IHSG mampu bertahan di level support 6.450, atau justru melanjutkan koreksi lebih dalam mengingat kombinasi sinyal overbought dan pelemahan rupiah yang masih menjadi sentimen negatif sejak sesi perdagangan sebelumnya.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.