CompileDaily
Stock

IHSG Dibuka di 6.339, Analis Proyeksikan Lanjut Menguat ke 6.400

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Setelah mencatatkan lonjakan tajam yang mengejutkan banyak pihak pada penutupan sehari sebelumnya, indeks saham Indonesia kembali membuka perdagangan dengan nada positif, meski kali ini pergerakannya jauh lebih tenang.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, berada di level 6.339,24, naik 19,62 poin atau 0,31 persen. Penguatan ini melanjutkan momentum positif dari penutupan sehari sebelumnya, yang mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 1,37 persen ke level 6.319,61.

Proyeksi Analis: Berpotensi Tembus 6.400

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan menuju rentang 6.334 hingga 6.403, dengan rentang pergerakan yang lebih luas diperkirakan berada di kisaran 6.220 hingga 6.380. Berdasarkan analisis teknikal gelombang yang digunakannya, Herditya menyebut posisi IHSG saat ini berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], sebuah pembacaan yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren penguatan dalam jangka pendek.

Melanjutkan Lonjakan yang Cukup Mengejutkan

Lonjakan 1,37 persen pada penutupan Selasa kemarin terbilang cukup menarik perhatian, mengingat kenaikan tersebut terjadi di tengah nilai transaksi harian saham yang relatif tipis, hanya sekitar Rp13 triliun, dan nilai tukar rupiah yang justru kembali melemah ke level 18.000-an per dolar Amerika Serikat. Meski begitu, penguatan tersebut disertai munculnya volume pembelian yang cukup solid, dengan sektor saham properti memimpin lonjakan pada hari itu.

Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah VKTR, yang menguat 4,23 persen ke level 740, disertai munculnya volume pembelian dan tetap bertahan di atas cluster moving average-nya, indikasi teknikal yang biasanya dianggap positif oleh para analis.

Performa Juli yang Memangkas Koreksi Tajam Awal Tahun

Momentum positif ini tidak lepas dari performa impresif sepanjang Juli 2026, di mana IHSG tercatat melesat 10,28 persen dalam sebulan. Kenaikan tersebut berhasil memangkas sekitar sepertiga dari koreksi tajam yang sempat terjadi sejak awal tahun, memberikan angin segar bagi investor yang sempat menyaksikan indeks anjlok cukup dalam pada semester pertama 2026.

Tiga Katalis Utama yang Membayangi Agustus

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, mengidentifikasi tiga faktor utama yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang Agustus 2026. Pertama, pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia yang akan diajukan Presiden kepada DPR, mengingat posisi tersebut telah kosong sejak 27 Juli 2026. Kedua, penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, di mana investor akan mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi, target defisit anggaran, hingga kebutuhan pembiayaan negara ke depan.

Ketiga, rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau nonfarm payrolls yang dijadwalkan pada 7 Agustus. Menurut Liza, data ini akan menjadi perhatian utama pasar, terutama setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, mengurangi pemberian panduan arah kebijakan atau forward guidance, membuat pelaku pasar kini jauh lebih bergantung pada data ekonomi murni untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat ke depan.

Berbeda dari Pola Agustus Tahun-Tahun Sebelumnya

Secara historis, Agustus memang cenderung menjadi bulan yang positif bagi IHSG. Sejak 2020, indeks selalu mencatatkan kinerja positif pada bulan ini, dengan rata-rata kenaikan mencapai 2,83 persen. Bahkan pada Agustus 2025, IHSG sempat menguat 4,63 persen, yang kemudian menjadi awal rangkaian rekor penutupan tertinggi indeks pada masa itu.

Meski begitu, Liza mengingatkan bahwa Agustus tahun ini memiliki faktor yang berbeda dibanding enam tahun terakhir, yakni kekosongan posisi Gubernur Bank Indonesia yang belum terisi sejak akhir Juli lalu, sebuah kondisi yang tidak pernah terjadi pada periode Agustus sebelumnya. Faktor ini menjadi salah satu variabel tambahan yang perlu dicermati investor di tengah optimisme musiman yang biasanya menyertai bulan Agustus.

Secara teknikal, Kiwoom menilai IHSG masih bergerak dalam tren konsolidasi yang sehat menuju fase bullish sejak Juni. Selama level 6.050 hingga 6.000 mampu dipertahankan sebagai support, indeks diperkirakan berpeluang menguji level 6.220, kemudian bergerak menuju area 6.285 hingga 6.385, sebelum berpotensi melanjutkan penguatan lebih jauh ke target yang lebih tinggi apabila seluruh katalis pendukung berjalan sesuai perkiraan.

*Catatan: Artikel ini menyajikan data pergerakan pasar dan pandangan analis untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi investasi. Data harga saham bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.*

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.