CompileDaily
Teknologi

Uni Eropa Percepat Proyek Satelit Kedaulatan IRIS², Kejar Target 2029 Imbas Kebutuhan Pertahanan

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Uni Eropa Percepat Proyek Satelit Kedaulatan IRIS², Kejar Target 2029 Imbas Kebutuhan Pertahanan

Selama bertahun-tahun Eropa mengandalkan jaringan satelit milik perusahaan asing untuk kebutuhan komunikasi kritis mereka—kini, di tengah kekhawatiran keamanan yang terus meningkat, blok ini mempercepat langkah untuk akhirnya berdiri sepenuhnya di atas kaki sendiri.

Uni Eropa mengumumkan mempercepat rencana konstelasi satelit kedaulatan mereka, dengan target peluncuran layanan dimajukan satu tahun lebih cepat menjadi 2029, mengutip perubahan lanskap keamanan yang membutuhkan kapasitas komunikasi lebih besar. Proyek bernama IRIS² ini akan membutuhkan tambahan 66 satelit, menjadikan total konstelasi mencapai 348 satelit, menurut pernyataan Badan Antariksa Eropa (ESA) pada Jumat (7/8/2026).

Investasi Tambahan hingga 18 Miliar Dolar AS

Percepatan penerapan dan penambahan satelit ini akan membutuhkan dana tambahan, yang akan dialokasikan dalam anggaran enam tahunan blok tersebut berikutnya serta memerlukan investasi tambahan dari negara-negara anggota, menurut ESA, meski badan tersebut belum mengungkap secara rinci berapa besar biaya tambahan dari rencana yang diperbarui ini. Menurut laporan Breaking Defense, keseluruhan program IRIS² kini bernilai lebih dari 15,6 miliar euro atau setara 18 miliar dolar AS.

Perusahaan asal Spanyol, HispaSat—bagian dari Grup Indra—ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk infrastruktur jaringan berbasis darat dalam proyek ini. Menurut Komisi Eropa, penambahan satelit orbit rendah Bumi (LEO) ini akan memperkuat kapasitas pemerintah yang aman hingga 60 persen di dalam Uni Eropa dan 54 persen secara global.

Bagian dari Upaya Lepas dari Ketergantungan Starlink

IRIS² merupakan jawaban Uni Eropa terhadap jaringan komunikasi broadband milik SpaceX, Starlink, yang dikendalikan miliarder Elon Musk. Komisioner Pertahanan dan Antariksa Uni Eropa, Andrius Kubilius, sebelumnya menegaskan proyek ini sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas komunikasi satelit yang sepenuhnya "dibangun di Eropa, dioperasikan di Eropa, di bawah kendali Eropa."

Uni Eropa sebelumnya sudah mulai mengaktifkan sebagian jaringan komunikasi satelit aman mereka lewat program GOVSATCOM, yang menghimpun kapasitas dari delapan satelit yang sudah mengorbit milik Prancis, Spanyol, Italia, Yunani, dan Luksemburg. Program tersebut nantinya akan terintegrasi penuh dengan konstelasi IRIS² begitu mulai beroperasi pada 2029.

Kekhawatiran Keamanan Eropa Jadi Pendorong Utama

Sejumlah badan intelijen memperkirakan Rusia berpotensi menyerang negara Eropa lain sebelum akhir dekade ini—kekhawatiran yang turut mendorong percepatan berbagai inisiatif pertahanan Uni Eropa, termasuk proyek satelit kedaulatan ini. Komisi Eropa sebelumnya telah mengusulkan peningkatan dana yang dialokasikan untuk sektor antariksa dan pertahanan hingga 131 miliar euro dalam kerangka anggaran multi-tahun 2028-2034.

Konsorsium SpaceRise, yang terdiri dari operator Eutelsat (Prancis), HispaSat (Spanyol), dan SES (Luksemburg), turut terlibat dalam kesepakatan implementasi program ini. Sejumlah komponen kunci lain yang telah difinalisasi Komisi Eropa mencakup desain lanjutan konstelasi satelit, persiapan konstruksi satelit dan infrastruktur darat yang aman, pengamanan layanan peluncuran, serta penyebaran bertahap satelit-satelit tersebut ke orbit.

Langkah Eropa mempercepat kemandirian teknologi antariksa ini mencerminkan pola yang lebih luas di kalangan negara maupun blok regional lain—mengurangi ketergantungan terhadap infrastruktur teknologi kritis milik perusahaan asing, terutama untuk kebutuhan komunikasi militer dan pemerintahan yang sensitif terhadap risiko keamanan geopolitik.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.