CompileDaily
Coding

TypeScript 7.0 Rilis dengan Compiler Native Berbasis Go, Build 12x Lebih Cepat

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Setelah proyek eksperimental yang dimulai lebih dari setahun lalu, Microsoft akhirnya menyerahkan versi stabil pertama dari upaya besar mereka menulis ulang fondasi TypeScript ke bahasa pemrograman yang sama sekali berbeda, dan hasilnya membuat proses build yang biasanya bikin developer menunggu jadi terasa nyaris instan.

Microsoft resmi merilis TypeScript 7.0 pada 3 Agustus 2026, menandai versi stabil pertama bahasa pemrograman ini yang menghadirkan compiler native, sebuah port lengkap dari keseluruhan toolset TypeScript ke bahasa Go. Tim pengembang menyebut perubahan ini secara umum memberikan percepatan antara 8 hingga 12 kali lipat pada proses build penuh.

Perjalanan dari Eksperimen ke Rilis Stabil

Proyek ini bermula sebagai native port eksperimental yang pertama kali diumumkan Maret 2025. Sepanjang masa pengembangannya, proyek ini tersedia bagi komunitas lewat paket terpisah bernama @typescript/native-preview, yang berhasil meraih lebih dari 8,5 juta unduhan mingguan sebelum akhirnya resmi dirilis sebagai versi stabil.

Dengan rilis 7.0 ini, nightly build kini kembali menyatu di bawah paket standar typescript pada tag next, dan executable tsc yang baru bisa diinstal dengan cara yang sama seperti biasanya, cukup lewat perintah npm install -D typescript.

Bukti Nyata dari Pengujian Codebase Sungguhan

Microsoft mempublikasikan data waktu build berdasarkan pengujian pada codebase nyata untuk mendukung klaim performa mereka. Pada kode sumber VS Code, proses full build yang sebelumnya memakan waktu 125,7 detik pada TypeScript 6, turun drastis menjadi hanya 10,6 detik pada TypeScript 7, peningkatan 11,9 kali lipat. Penggunaan memori agregat pun turun sekitar 18 persen.

Manfaat serupa juga dirasakan pada sisi editor, karena tooling baru ini dibangun di atas Language Server Protocol dan memanfaatkan multi-thread. Membuka file yang mengandung error pada codebase VS Code, yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 17,5 detik, kini hanya memerlukan waktu kurang dari 1,3 detik.

Sejumlah tim yang menguji rilis awal ini melaporkan hasil serupa. Engineer Slack menyebut perubahan ini membawa proses type-checking di CI mereka dari sekitar 7,5 menit menjadi hanya 1,25 menit. Perusahaan lain, Vanta, turut melaporkan hasil positif, dengan salah satu engineer mereka menulis bahwa adopsi compiler native ini sangat berdampak, membuat segalanya terasa jauh lebih cepat.

Perbandingan Kecepatan di Berbagai Codebase Populer

Sebuah thread di Hacker News membagikan tabel perbandingan kecepatan yang lebih lengkap berdasarkan pengujian tim TypeScript pada berbagai codebase populer. Codebase Sentry mencatatkan percepatan dari 139,8 detik menjadi 15,7 detik, atau 8,9 kali lipat. Codebase Bluesky turun dari 24,3 detik menjadi 2,8 detik, percepatan 8,7 kali lipat. Playwright turun dari 12,8 detik menjadi 1,47 detik, juga 8,7 kali lipat, sementara tldraw turun dari 11,2 detik menjadi 1,46 detik, percepatan 7,7 kali lipat.

Bagi developer yang ingin menyesuaikan tingkat paralelisme sesuai kebutuhan lingkungan kerja mereka, TypeScript 7.0 menyediakan flag baru bernama --checkers dan --builders, atau bisa dimatikan sepenuhnya lewat flag --singleThreaded untuk lingkungan dengan sumber daya terbatas.

Belum Semua Tool Bisa Langsung Menikmati Kecepatan Ini

Meski membawa lompatan performa signifikan, TypeScript 7.0 dirilis tanpa Application Programming Interface (API) programatik yang stabil, yang baru diperkirakan hadir pada versi 7.1 mendatang. Artinya, sejumlah tool populer seperti typescript-eslint, serta tooling framework untuk Vue, Svelte, Astro, MDX, dan Angular, belum bisa memanfaatkan compiler native ini untuk saat ini. Proyek yang masih menggunakan webpack loader juga harus menunggu lebih lama, karena belum ada API surface yang tersedia untuk kebutuhan tersebut di rilis 7.0 ini.

Untuk memastikan tooling lama tetap berfungsi selama masa transisi, Microsoft turut merilis paket kompatibilitas bernama @typescript/typescript6, yang menyediakan binary bernama tsc6 dan mengekspor ulang API dari versi 6.0, dihubungkan lewat mekanisme alias npm.

Perubahan Default dan Rekomendasi Migrasi Bertahap

TypeScript 7.0 turut mengubah berbagai peringatan deprecation dari versi 6.0 menjadi error yang tegas, dengan mode strict dan target esnext kini menjadi pengaturan default. Karena itu, tim TypeScript merekomendasikan developer untuk lebih dulu mengadopsi TypeScript 6.0 sebelum melompat ke versi 7.0, guna memuluskan proses transisi dan menghindari kejutan yang tidak perlu.

Perlu dicatat, TypeScript 7.0 berbeda dari tool cepat lain seperti esbuild, swc, dan Biome, yang umumnya hanya menghapus atau mentranspilasi anotasi tipe tanpa benar-benar memeriksa kebenarannya. TypeScript 7.0 tetap mempertahankan proses type-checking secara menyeluruh, sambil berhasil menutup sebagian besar kesenjangan kecepatan yang selama ini menjadi keunggulan tool-tool tersebut.

Fokus Selanjutnya: Pengembangan Fitur dan API yang Dinanti

Dengan rampungnya proses porting besar ini, tim TypeScript menyatakan pekerjaan pengembangan fitur baru akan kembali dilanjutkan, dengan rilis baru diperkirakan muncul setiap tiga hingga empat bulan ke depan. Versi 7.1 sendiri akan berfokus pada penyediaan API yang selama ini dinantikan oleh ekosistem tooling yang lebih luas, membuka jalan bagi berbagai framework dan tool populer untuk akhirnya bisa turut merasakan lompatan kecepatan yang ditawarkan compiler native ini.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.