CompileDaily
Saham

Nvidia Tambah Kekayaan Rp7.200 Triliun dalam Sehari, Lonjakan Saham Terbesar Kedua Sepanjang Sejarah

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Cuma butuh satu laporan kinerja untuk membuat nilai perusahaan melonjak hampir setengah triliun dolar dalam sehari — dan Nvidia baru saja membuktikannya lagi.

Saham Nvidia Corp. melonjak 8,7 persen pada perdagangan Kamis (27/8/2026), menambahkan 442 miliar dolar AS ke kapitalisasi pasarnya dalam sehari — kenaikan satu hari terbesar kedua yang pernah dicatat sebuah saham dalam sejarah pasar modal. Lonjakan ini merupakan kenaikan harian terbesar Nvidia sejak April 2025, saat itu nilai perusahaan masih kurang dari separuh valuasinya sekarang.

Kenaikan hampir setengah triliun dolar ini hanya kalah dari rekor Microsoft Corp. yang membukukan lonjakan 450 miliar dolar AS kurang dari sebulan lalu, menyusul hasil kinerja keuangan yang jauh melampaui ekspektasi. Dengan lonjakan terbaru ini, Nvidia tetap menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, dengan valuasi sekitar 5,5 triliun dolar AS.

Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Jauh Lampaui Ekspektasi Pasar

Lonjakan saham Nvidia dipicu proyeksi kinerja yang sangat optimistis, yang meyakinkan investor bahwa pertumbuhan terkait kecerdasan buatan (AI) masih melaju kencang. Nvidia memperkirakan pendapatannya akan tumbuh sekitar 70 persen pada tahun fiskal berikutnya — jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan pertumbuhan sekitar 45 persen. Kejutan positif ini mengingatkan pada masa-masa awal ledakan AI yang mengukuhkan posisi Nvidia sebagai saham sentral era ini.

Chief Financial Officer Nvidia, Colette Kress, mengonfirmasi perusahaan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan 70 persen untuk tahun fiskal 2028, yang berjalan dari Februari 2027 hingga Januari 2028. CEO Nvidia Jensen Huang bahkan menyebut permintaan pasar "jauh lebih besar dari 70 persen," namun perusahaan masih terkendala kapasitas produksi untuk memenuhi seluruh permintaan tersebut.

Rekor Lonjakan Berdampingan dengan Rekor Kejatuhan

Lihat Layanan Kami

Menariknya, Nvidia juga masih memegang rekor sebagai saham dengan penurunan satu hari terbesar dalam sejarah pasar modal, ketika hampir 600 miliar dolar AS lenyap dalam satu sesi perdagangan akibat kekhawatiran investor terhadap model AI DeepSeek asal China.

Optimisme investor kali ini juga berpotensi mematahkan tren empat kuartal beruntun sebelumnya, di mana saham Nvidia justru anjlok sehari setelah melaporkan hasil kinerja — meski laporan-laporan itu sendiri sebenarnya sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi pasar.

Efek Berantai ke Saham Chip Lain

Lonjakan Nvidia turut menyeret sejumlah saham produsen chip lain menguat, termasuk Broadcom dan Intel. Saham perusahaan neocloud Nebius juga ikut reli, sementara CoreWeave diperdagangkan relatif stagnan.

Di sisi rantai pasok, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. selaku produsen utama chip Nvidia masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, sementara chip memori — komponen kunci dalam sistem Nvidia — juga masih mengalami kelangkaan pasokan.

"Saya tetap sangat optimistis terhadap Nvidia dan seluruh ekosistemnya," kata Paul Meeks, kepala riset teknologi di Freedom Capital Markets. "Saya rasa belum ada ancaman perlambatan sampai setidaknya memasuki 2028." Kepercayaan pasar ini kembali menguat setelah sempat goyah pada Juli lalu, ketika saham-saham sektor chip sempat kehilangan nilai kolektif hingga 1 triliun dolar AS sebelum akhirnya pulih.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.