CompileDaily
AI

Layanan "Artificial Artificial Intelligence" Milik Jeff Bezos Resmi Ditutup Amazon

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Layanan "Artificial Artificial Intelligence" Milik Jeff Bezos Resmi Ditutup Amazon

Selama 21 tahun jadi tulang punggung tersembunyi di balik banyak proyek AI, layanan yang dulu dijuluki bosnya sendiri sebagai "AI palsu" ini akhirnya kalah oleh AI yang sungguhan.

Amazon mengumumkan akan menutup total Amazon Mechanical Turk (MTurk), platform crowdsourcing berusia 21 tahun yang mempertemukan pekerja lepas dengan tugas-tugas digital kecil. Dalam pemberitahuan yang diunggah ke situs MTurk pada Selasa, Amazon menyatakan penutupan akan efektif per 30 September 2026.

"Kami rutin mengevaluasi program, alat, dan layanan kami, lalu melakukan penyesuaian berdasarkan evaluasi tersebut," tulis Amazon dalam pengumuman itu. "Setelah melakukan evaluasi, kami memutuskan untuk menutup AWS Mechanical Turk."

Julukan "AI Palsu" dari Sang Pendiri

MTurk diluncurkan pada 2005 sebagai wadah untuk melempar tugas-tugas yang mudah dikerjakan manusia tapi sulit diselesaikan komputer kala itu — mulai dari transkripsi audio, pelabelan gambar, hingga verifikasi data. Pendiri Amazon Jeff Bezos sendiri yang menyematkan julukan "artificial artificial intelligence" (kecerdasan buatan buatan) untuk menggambarkan cara kerja layanan ini: dari luar terlihat otomatis, padahal di baliknya ribuan pekerja manusia yang mengerjakan setiap tugas satu per satu.

Nama Mechanical Turk sendiri diambil dari mesin catur otomatis abad ke-18 yang ternyata dikendalikan diam-diam oleh seorang pemain catur manusia di dalamnya — sebuah metafora yang disengaja soal "kecerdasan mesin" yang sebenarnya bergantung pada tenaga manusia.

Sempat Jadi Andalan Riset Akademik, Kini Ditinggalkan

Selama dua dekade lebih, MTurk menjelma jadi fondasi penting riset ilmu sosial, dengan ribuan studi akademik yang mengandalkan pekerja MTurk sebagai subjek penelitian. Platform ini juga membuka jalan bagi layanan freelance sejenis seperti Fiverr dan Upwork.

Lihat Layanan Kami

Namun MTurk juga lama dikritik karena upah yang sangat rendah — banyak tugas dibayar jauh di bawah upah minimum — serta minimnya perlindungan bagi pekerjanya. Para pekerja tidak memiliki hubungan kerja resmi dengan Amazon maupun pihak yang meminta tugas, tanpa tunjangan, dan nyaris tanpa jalur pengaduan ketika akun mereka tiba-tiba diblokir.

Ironi Terbesar: Pekerja Manusia Pakai AI untuk Mengerjakan Tugas "Anti-AI"

Pukulan telak bagi relevansi MTurk datang dari studi École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) pada 2023 yang menemukan antara 33 hingga 46 persen pekerja Mechanical Turk ternyata menggunakan model bahasa besar (large language model) untuk mengerjakan tugas produksi teks yang seharusnya mereka kerjakan sendiri sebagai manusia. Studi berjudul "Artificial Artificial Artificial Intelligence" itu menyebut temuannya sebagai "tanda peringatan dini" bagi integritas data yang dihasilkan manusia.

Amazon sebenarnya sempat mencoba memposisikan ulang MTurk sebagai alat anotasi data untuk pelatihan AI lewat SageMaker pada 2018. Namun sejak Juli 2026, platform ini sudah ditutup untuk pelanggan baru dan memasuki mode pemeliharaan tanpa pengembangan fitur lanjutan — sebelum akhirnya diputuskan tutup total September ini.

Amazon Tak Tinggalkan Bisnis Pelabelan Data

Penutupan MTurk bukan berarti Amazon mundur dari bisnis pelabelan data untuk AI. Perusahaan masih mengoperasikan SageMaker Ground Truth, layanan alur kerja pelabelan terkelola yang bisa memanfaatkan crowd publik, tenaga kerja privat, atau perusahaan vendor — termasuk tingkatan Ground Truth Plus yang sepenuhnya diawasi tim AWS sendiri.

Menurut organizer Turkopticon, kelompok advokasi bagi pekerja data, layanan ini memang sudah lama "dalam tren menurun" — kemajuan model AI dan munculnya layanan sejenis membuat dampak MTurk kian tergerus, hingga akhirnya sumber daya untuk pengembangannya pun kian menipis sebelum pengumuman penutupan ini.

Penutupan Mechanical Turk menjadi penanda simbolis: layanan yang dulu menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan AI, kini justru dilibas oleh kemajuan teknologi yang sama yang pernah ia bantu latih.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.