"Lanterns" Resmi Tayang di HBO Max, Bunuh Hal Jordan di Episode Pertama dan Bikin Penonton Terbelah
Serial adaptasi Green Lantern garapan Damon Lindelof dan Tom King ini menempuh pendekatan yang jauh berbeda dari film 2011 yang gagal total — mengangkat nuansa detektif kelam ketimbang aksi superhero konvensional, lengkap dengan twist mengejutkan di episode pembuka.
HBO resmi merilis episode perdana "Lanterns" pada Minggu, 16 Agustus 2026, dengan episode-episode baru tayang setiap Minggu pukul 21.00 waktu setempat di HBO dan HBO Max. Serial ini menjadi adaptasi live-action pertama karakter Green Lantern sejak film 2011 yang dibintangi Ryan Reynolds — proyek yang gagal secara komersial maupun kritis, dan sempat menjadi bahan lelucon di kalangan penggemar DC Comics selama bertahun-tahun, termasuk oleh Reynolds sendiri.
Dari "Space Cop" ke Kisah Detektif Ala True Detective
Alih-alih mengulang formula film superhero konvensional, "Lanterns" mengambil pendekatan yang jauh lebih gelap dan berbasis investigasi. Serial ini mempertemukan Hal Jordan (Kyle Chandler) dan John Stewart (Aaron Pierre) — dua Green Lantern yang bertugas sebagai semacam "polisi antariksa" — dalam sebuah kasus pembunuhan misterius di pedesaan Nebraska yang perlahan mengungkap konspirasi yang jauh lebih luas. Sejumlah kritikus bahkan menyamakan nuansa serial ini dengan "True Detective", namun dibalut elemen fiksi ilmiah.
Episode pertama berjudul "Pilot" ditulis oleh Chris Mundy, Damon Lindelof — showrunner di balik "Lost," "The Leftovers," dan "Watchmen" — bersama penulis komik Tom King. Cerita dibuka pada 1996, menampilkan John Stewart kecil menyaksikan Hal Jordan tampil di wawancara televisi sebagai Green Lantern baru Bumi, sebelum melompat 20 tahun kemudian ke 2016, saat John dewasa berlatih di bawah bimbingan Hal tanpa cincin miliknya sendiri.
Twist Mengejutkan: Hal Jordan "Tewas" di Episode Pertama
Yang paling mengejutkan penonton adalah keputusan naratif di penghujung episode perdana — sebuah lompatan waktu ke 2026 yang menampilkan John Stewart, kini berjenggot, dipanggil untuk memeriksa jasad beku yang diduga mantan mentornya sendiri, Hal Jordan. Twist ini langsung memicu perdebatan luas di kalangan penonton dan kritikus soal apakah karakter ikonik tersebut benar-benar tewas, atau kejadian misterius sebelum lompatan waktu itu menyimpan penjelasan lain.
Reaksi Kritikus: Terpecah antara Pujian dan Kekecewaan
Respons awal terhadap episode pembuka ini tergolong beragam. Sejumlah kritikus memuji pendekatan atmosferik serial ini yang berhasil segera menarik penonton ke dalam misteri utamanya, dengan beberapa bahkan menyebutnya sebagai awal yang sangat menjanjikan. Kritikus lain menyoroti chemistry dan karisma Kyle Chandler sebagai Hal Jordan sebagai salah satu kekuatan utama episode ini.
Namun tidak semua respons positif. Sebagian kritikus menilai episode pembuka ini terlalu padat informasi dan diakhiri dengan nada yang terlalu suram, sementara sebagian lain menyoroti bahwa keputusan untuk berpotensi menyingkirkan karakter Hal Jordan begitu cepat berisiko mengaburkan warisan karakter tersebut dalam narasi serial secara keseluruhan. Ada pula kritik yang menyebut premis serial ini kuat, namun eksekusinya masih terbebani oleh sejumlah persoalan yang lebih luas dalam DC Universe garapan James Gunn.
Bagian dari Kebangkitan DC Universe di Bawah James Gunn
Kehadiran "Lanterns" turut menjadi penanda penting dalam upaya James Gunn membangun kembali kepercayaan penggemar terhadap waralaba DC Comics di layar, setelah sebelumnya berhasil memperkenalkan karakter Guy Gardner lewat film "Superman". Serial ini melibatkan jajaran pemeran pendukung yang cukup kuat, termasuk Kelly Macdonald, Garret Dillahunt, dan Poorna Jagannathan.
Sempat memicu perdebatan tersendiri di media sosial jelang perilisannya — beberapa penggemar mengeluhkan minimnya nuansa warna hijau khas Green Lantern dalam materi promosi awal, sebuah keluhan yang bahkan direspons dengan nada bercanda oleh akun resmi HBO Max di platform X.
Tujuh Episode Sudah Disiapkan untuk Musim Pertama
Sejumlah kritikus mengonfirmasi telah menerima akses tujuh episode sebagai bahan review, meski sebagian memilih hanya menonton episode perdana terlebih dahulu sebelum menulis ulasan mereka — dengan alasan ingin merasakan pengalaman menonton yang sama seperti penonton umum pada malam penayangan perdana. Dengan twist besar yang sudah ditanam sejak episode pertama, arah cerita "Lanterns" ke depan menjadi salah satu yang paling dinantikan penggemar DC dalam beberapa bulan mendatang — apakah serial ini benar-benar akan kehilangan salah satu karakter utamanya sejak dini, atau menyimpan kejutan lain yang belum terungkap.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.