CompileDaily
Crypto

Akun Kripto Indonesia Tembus 23,21 Juta, OJK Tepis Isu Peringkat Adopsi Turun ke 14

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Akun Kripto Indonesia Tembus 23,21 Juta, OJK Tepis Isu Peringkat Adopsi Turun ke 14

Satu laporan global menyebut minat kripto di Indonesia sedang menurun tajam. Data regulator di dalam negeri justru bercerita sebaliknya, dan Otoritas Jasa Keuangan memilih membela angkanya sendiri.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen yang bertransaksi aset kripto mencapai 23,21 juta per Agustus 2026, naik 1,23 persen dibanding bulan sebelumnya. Data itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September 2026 di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Nilai Transaksi Naik 12,87 Persen dalam Sebulan

Nilai transaksi aset kripto pada Agustus 2026 tercatat Rp23,16 triliun. "Sementara itu pada Agustus 2026, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp23,16 triliun atau meningkat sebesar 12,87 persen," kata Adi.

Lonjakan lebih besar terjadi di segmen derivatif aset keuangan digital. Nilai transaksinya mencapai Rp4,56 triliun, naik 33,76 persen secara bulanan.

Jika dihitung mundur dari persentase pertumbuhan tersebut, nilai transaksi kripto Juli 2026 berada di kisaran Rp20,5 triliun, sementara jumlah akun sekitar 22,9 juta. Meski begitu, sejumlah laporan mencatat nilai transaksi secara tahunan masih lebih rendah dibanding tahun lalu, walau jumlah akun terus bertambah.

Peringkat Chainalysis Turun dari 7 ke 14

Data OJK keluar di tengah sorotan atas Global Crypto Adoption Index 2026 dari Chainalysis. Dalam indeks tersebut, Indonesia turun dari peringkat ketujuh pada 2025 ke peringkat 14.

Adi meminta penurunan itu dibaca secara proporsional. Menurutnya, "Chainalysis mengubah metodologi penilaian pada 2026," termasuk cara mengukur jumlah akun konsumen dan nilai transaksi.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan industri kripto nasional tidak cukup diukur dari peringkat global atau nilai transaksi semata. Yang lebih penting, kata Adi, adalah membangun ekosistem yang sehat, aman, dan tepercaya serta memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Lihat Layanan Kami

"Kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto, tetap terjaga," ujarnya, seperti dikutip CNBC Indonesia.

28 Pedagang Berizin dan Uji Coba Stablecoin Rupiah

Dari sisi kelembagaan, OJK mencatat 28 pedagang aset keuangan digital yang telah berizin. Ada pula 24 penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) terdaftar, terdiri dari delapan pemeringkat kredit alternatif dan 16 agregator jasa keuangan, dengan 1.389 kerja sama antara penyelenggara ITSK dan lembaga jasa keuangan per Agustus 2026.

Tujuh peserta regulatory sandbox telah menyelesaikan uji coba. Model bisnis yang lolos antara lain tokenisasi emas dan penerbitan stablecoin rupiah. OJK juga tengah menyiapkan kerangka untuk tokenisasi aset dunia nyata serta penyempurnaan tata kelola aset kripto.

Pasar Global Masih Jauh dari Puncak

Kenaikan transaksi domestik terjadi saat harga Bitcoin belum pulih. CoinDesk mencatat Bitcoin bergerak di atas $86.000 pada Senin (5/10/2026). Menurut data Pluang, harga Bitcoin masih sekitar 32 persen di bawah rekor $126.080 yang dicapai pada 6 Oktober 2025, tepat setahun lalu.

Artinya, investor Indonesia tetap aktif bertransaksi meski pasar belum kembali ke masa euforia. Pertumbuhan akun yang konsisten mengisyaratkan basis pengguna masih melebar, bukan menyusut.

Menunggu Data September

Pertanyaan berikutnya adalah apakah lonjakan Agustus berlanjut. Data September akan menunjukkan apakah kenaikan 12,87 persen itu awal tren baru atau sekadar pantulan sesaat. Di saat yang sama, pelaku industri menanti seberapa cepat stablecoin rupiah dan tokenisasi emas hasil sandbox benar-benar bisa dipakai konsumen.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun. Aset kripto memiliki risiko tinggi; setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.