IHSG Sesi 2 Menguat Tipis 0,10% ke 6.357, Momentum Mengendur dari Pembukaan Pagi
Pembukaan yang sempat terlihat meyakinkan di pagi hari justru mengendur signifikan begitu memasuki sesi kedua, menyisakan pertanyaan apakah target resistance yang dipatok analis pagi tadi masih realistis dikejar hingga penutupan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat tipis 6,33 poin atau 0,10 persen ke level 6.357,47 pada perdagangan sesi kedua, Kamis (6/8/2026). Volume transaksi mencapai 33,81 miliar saham, hampir dua kali lipat rata-rata volume harian sebesar 17,44 miliar saham.
Momentum Pagi yang Mengendur Signifikan
Penguatan hari ini sebenarnya dibuka jauh lebih meyakinkan. IHSG dibuka menguat 28,78 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.379,92 pada pagi hari, melanjutkan tren positif dari penutupan Rabu di level 6.351. Namun begitu memasuki jam-jam berikutnya, indeks sempat terkoreksi tajam hingga menyentuh area 6.330 sebelum berangsur pulih kembali ke kisaran 6.350-6.360 menjelang sesi kedua—pola yang mengindikasikan aksi ambil untung cukup signifikan usai pembukaan kuat.
Data PDB Kuartal II Masih Jadi Sentimen Utama
Katalis utama yang menopang optimisme pasar sejak kemarin adalah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang tumbuh 5,29 persen secara tahunan—lebih tinggi dari konsensus pasar yang memperkirakan pertumbuhan hanya 5,1 persen, meski melambat dibanding kuartal I 2026 yang tercatat 5,61 persen. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut IHSG ditutup menguat 0,5 persen pada Rabu sejalan dengan analisis teknikal yang disampaikan, dengan capaian PDB tersebut turut menjadi faktor pendorong sentimen.
Meski demikian, penguatan IHSG kemarin masih diiringi aksi jual bersih investor asing senilai Rp188 miliar, menurut catatan BNI Sekuritas. Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain TPIA, TLKM, BBRI, ASII, dan CPIN—mengindikasikan optimisme domestik belum sepenuhnya diikuti keyakinan investor asing terhadap pasar Indonesia.
Proyeksi Analis Beragam: Antara Optimis dan Sideways
Tim Analis MNC Sekuritas dalam risetnya pagi ini memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 6.403-6.420 hari ini, dengan posisi indeks saat ini dinilai berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv] secara teknikal. Investor tetap diingatkan mewaspadai potensi koreksi ke rentang 6.324-6.341 dalam jangka pendek.
Namun proyeksi ini tidak seragam. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam catatannya justru menilai IHSG berpotensi bergerak sideways hari ini—pandangan yang tampak lebih sesuai dengan pergerakan aktual indeks yang mengendur signifikan dari pembukaan pagi tadi.
Sejumlah saham yang masuk radar rekomendasi analis untuk perdagangan hari ini antara lain BRMS, TINS, TPIA, PTRO, IATA, hingga CUAN.
Optimisme Musiman Tetap Jadi Latar Belakang
Secara historis, Agustus tetap menjadi bulan yang cenderung positif bagi IHSG. Data Bloomberg Terminal mencatat kenaikan rata-rata 1,36 persen sepanjang Agustus dalam 11 tahun terakhir. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai sektor perbankan, konsumsi, infrastruktur dan telekomunikasi, basic industry, serta energi tetap menjadi sektor paling prospektif untuk dicermati investor ritel sepanjang bulan ini, di tengah agenda penting lain seperti rebalancing sejumlah indeks saham yang turut menjadi perhatian pasar.
Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berdasarkan data pasar dan pandangan analis, bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca; pelajari dan analisis kembali sebelum mengambil keputusan transaksi.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.