IHSG Lanjutkan Penguatan ke Sesi 2, Sentuh Level 6.270 Ditopang Laporan Emiten
Setelah membuka hari dengan optimisme, indeks saham Indonesia justru mempercepat lajunya begitu memasuki sesi siang, menunjukkan momentum yang semakin menguat seiring hari perdagangan berjalan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan hingga sesi kedua perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Berdasarkan data Stockbit, pada pukul 13.32 WIB, IHSG tercatat di level 6.269,22, naik 34,72 poin atau 0,56 persen, dengan level tertinggi bahkan sempat menyentuh 6.270,49 atau naik 0,58 persen.
Momentum yang Terus Menguat Sejak Pembukaan
Pergerakan positif ini melanjutkan tren yang sudah terlihat sejak awal sesi pertama. IHSG dibuka menguat 20,28 poin atau 0,33 persen ke level 6.254,78, dari posisi penutupan sebelumnya di 6.234,50. Pada rentang awal perdagangan pukul 09.00 WIB, indeks bergerak di kisaran 6.255,15 hingga 6.264,26, dengan volume transaksi mencapai 411,9 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp241,2 triliun.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 49,55 juta kali dan kapitalisasi bursa mencapai Rp10.938 triliun. Pada awal sesi, sebanyak 321 hingga 330 saham bergerak menguat, 91 hingga 112 saham melemah, sementara ratusan saham lainnya masih stagnan.
Indeks Pendukung Turut Menghijau
Penguatan IHSG juga diikuti indeks-indeks pendukung lainnya. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan naik 0,36 hingga 0,43 persen ke posisi 626,20 hingga 626,62. Indeks KOMPAS100 menguat 0,42 persen ke level 821,64, sementara IDX30 naik 0,45 persen ke posisi 351,57. Indeks saham berbasis syariah pun ikut menghijau, dengan ISSI dan Jakarta Islamic Index sama-sama naik 0,33 persen ke level 216,45.
Sejumlah saham individu turut mencatatkan pergerakan menarik pada awal sesi. Saham Aneka Tambang (ANTM) naik 30 poin ke level 2.900, Barito Pacific (BRPT) naik 0,27 persen ke 1.825, dan Bumi Resources (BUMI) naik 0,6 persen ke level 169. Di sisi lain, AKR Corporindo (AKRA) melemah 0,35 persen ke 1.440, sementara Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) turun 0,38 persen ke 1.320.
Didukung Laporan Keuangan Emiten Kuartal II
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan penguatan ini banyak didorong sentimen domestik yang positif. "Sentimen domestik didukung oleh publikasi laporan keuangan emiten semester I 2026 yang masih mencerminkan fundamental kuat, terutama pada sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi," ujarnya. Ratna memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan rebound dengan menguji area resistance di kisaran 6.250 hingga 6.300.
Data Ekonomi Domestik yang Membaik
Sejumlah indikator ekonomi domestik turut mendukung sentimen positif hari ini. Indeks PMI Manufaktur Indonesia membaik ke level 50,2 pada Juli 2026, kembali ke zona ekspansi setelah sempat berada di level kontraksi 46,9 pada Juni. Laju inflasi tahunan juga melambat menjadi 2,88 persen pada Juli 2026, dari 3,34 persen pada Juni, sementara secara bulanan Indonesia mencatat deflasi 0,14 persen, dipengaruhi turunnya harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau seiring panen raya.
Penurunan harga bahan bakar minyak nonsubsidi pada Agustus turut diperkirakan membantu menjaga inflasi tetap terkendali ke depannya.
Sentimen Global yang Masih Perlu Dicermati
Dari sisi eksternal, perhatian investor tertuju pada rangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis sepanjang pekan ini, mulai dari data lowongan pekerjaan, tenaga kerja sektor swasta, klaim pemutusan hubungan kerja, hingga laporan nonfarm payrolls yang dijadwalkan pada akhir pekan. Data-data tersebut menjadi sorotan penting setelah pasar sempat merespons negatif terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve pekan lalu, dengan pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, dinilai belum cukup meyakinkan pelaku pasar soal kemampuan bank sentral mengendalikan inflasi.
Meski begitu, penurunan harga minyak dunia turut mendorong penguatan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya, ikut memberikan sentimen positif bagi pasar saham Asia, termasuk Indonesia.
Proyeksi Jangka Menengah
Melihat gambaran yang lebih luas, sejumlah analis memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.050 hingga 6.450 sepanjang Agustus 2026, sebelum berpotensi melanjutkan penguatan menuju target akhir tahun di level 7.000. Reli yang terjadi sepanjang Juli tercatat sebagai yang terkuat sepanjang 2026, membawa IHSG kembali bergerak di atas moving average 10 hari dan 20 hari, dengan indikator Relative Strength Index harian berada di level netral 53,6, menandakan belum ada kondisi jenuh beli yang signifikan.
Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di 6.029 dan 5.839, dengan resistance di 6.266 dan 6.377, sembari merekomendasikan sejumlah saham seperti AMMN, ARCI, BWPT, dan HRUM sebagai pilihan potensial bagi investor yang mencermati pergerakan pasar hari ini.
Catatan: Artikel ini menyajikan data pergerakan pasar dan pandangan analis untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi investasi. Data harga saham bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.