CompileDaily
Stock

IHSG Ditutup Melonjak 1,69% ke 6.373, Rebound Tajam usai Koreksi Kemarin

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
IHSG Ditutup Melonjak 1,69% ke 6.373, Rebound Tajam usai Koreksi Kemarin

Sehari setelah investor ramai-ramai mengambil untung dan menyeret indeks turun lebih dari 90 poin, pasar justru berbalik arah dengan kekuatan yang jauh lebih besar—seolah koreksi kemarin hanyalah jeda sesaat sebelum optimisme kembali mengambil alih.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 105,97 poin atau 1,69 persen ke level 6.373,85 pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Penguatan tajam ini membalikkan sepenuhnya koreksi hari sebelumnya, ketika IHSG anjlok 97,49 poin atau 1,53 persen ke level 6.267,88 akibat aksi ambil untung investor serta kekhawatiran memanasnya kembali tensi geopolitik Amerika Serikat-Iran yang meningkatkan risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Investor Asing Justru Net Buy Saat Indeks Melemah Kemarin

Menariknya, meski IHSG ditutup melemah pada perdagangan Selasa, data menunjukkan investor asing justru mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) pada sejumlah saham unggulan seperti BBRI, ANTM, dan AMMN—sinyal yang mengindikasikan investor asing sebenarnya melihat koreksi kemarin sebagai peluang akumulasi, bukan alasan untuk keluar dari pasar. Kondisi ini turut menjadi salah satu faktor pendukung di balik rebound tajam yang terjadi hari ini.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasan Rabu pagi sebelumnya memproyeksikan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di kisaran 6.130-6.320—proyeksi yang jauh meleset dari realita, mengingat indeks justru berhasil menembus ke atas 6.370 pada penutupan. Pilarmas sebelumnya menekankan level psikologis 6.060 sebagai batas kritis yang harus dijaga agar tren jangka pendek tetap bullish secara teknikal.

OJK Optimistis Pasar Modal RI Tetap Resilien Hadapi Rebalancing MSCI

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan optimismenya bahwa pasar saham Indonesia mampu menghadapi potensi gejolak dari proses rebalancing MSCI. Menurut Hasan, ketahanan pasar domestik sudah terbukti dalam proses-proses rebalancing MSCI sebelumnya, ditopang kedalaman transaksi Bursa Efek Indonesia, aktivitas investor yang tinggi, serta besarnya partisipasi investor domestik yang membantu pasar tetap bertahan menghadapi perubahan komposisi indeks.

MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil tinjauan indeks Agustus pada 12 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 waktu Central European Summer Time, atau sekitar pukul 04.00 WIB dini hari nanti, 13 Agustus 2026. Hasil tinjauan tersebut akan mencakup daftar saham yang masuk (addition) dan keluar (deletion) dari sejumlah indeks global, dengan perubahan baru efektif berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Isu Gubernur BI Sudah "Priced In", Bukan Lagi Penggerak Utama Pasar

Analis yang dikutip KabarBursa, Noval, menilai ketidakkompakan respons IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia menunjukkan isu pergantian pucuk pimpinan bank sentral bukan lagi faktor penggerak utama pasar saat ini. "Penunjukan Gubernur BI bukan lagi menjadi driver penggerak pasar sekarang karena sosok yang ditunjuk adalah sosok yang sama yang menggantikan Gubernur BI sebelumnya, sehingga sudah priced in sebetulnya," ujar Noval.

Ia mencatat reaksi positif justru lebih terlihat pada pergerakan rupiah, meski nilai tukar rupiah sempat melemah tajam 106 poin atau 0,60 persen ke level Rp17.861 per dolar AS pada perdagangan Selasa kemarin.

Sektor Kesehatan Jadi Satu-satunya Penopang di Tengah Koreksi Kemarin

Pada perdagangan Selasa yang melemah, sektor kesehatan tercatat sebagai satu-satunya sektor yang berhasil menguat, naik tipis 0,19 persen, sementara sektor barang konsumen non-primer menjadi yang paling tertekan dengan koreksi tajam 2,68 persen—rincian sektoral yang menunjukkan tekanan jual kemarin memang cukup terkonsentrasi pada sektor konsumen, bukan merata di seluruh papan perdagangan.

Dengan rebound tajam hari ini, perhatian pasar kini sepenuhnya beralih ke hasil MSCI yang akan diumumkan dini hari nanti—hasil yang berpotensi menjadi penentu arah IHSG dalam beberapa hari perdagangan mendatang, terutama terkait harapan pasar soal pencabutan status pembekuan (freeze) saham Indonesia yang masih berlaku sejak tinjauan indeks sebelumnya.

Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berdasarkan data pasar dan pandangan analis, bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca; pelajari dan analisis kembali sebelum mengambil keputusan transaksi.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.