IHSG Ditutup Melesat 1,37% ke 6.319, Saham Bank dan Blue Chip Kompak Terbang
Setelah bergerak relatif tenang sepanjang hari, indeks saham Indonesia justru menyimpan kejutan besar di menit-menit terakhir perdagangan, ketika saham-saham perbankan dan blue chip tiba-tiba kompak melesat dan mengangkat seluruh indeks ke level tertingginya hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 1,37 persen atau 85,11 poin ke level 6.319,61 pada penutupan perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Penguatan tajam ini menyusul kinerja impresif saham-saham perbankan dan blue chip yang kompak melonjak menjelang penutupan sesi.
Lonjakan Terjadi di Setengah Jam Terakhir
Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 6.254,78 dan bergerak di rentang 6.238,40 hingga 6.319,61 sepanjang sesi perdagangan hari ini. Yang menarik, penguatan IHSG justru semakin solid menjelang penutupan, dengan indeks melesat tajam pada setengah jam terakhir perdagangan, setelah sebelumnya sempat melandai di kisaran 6.260-an pada sesi kedua.
Dengan hasil penutupan ini, sebanyak 420 saham tercatat bergerak menguat, 234 saham melemah, dan 309 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan pada sesi kedua tercatat cukup ramai, dengan volume transaksi mencapai 32,19 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,86 triliun, disertai frekuensi perdagangan mencapai 2,11 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar keseluruhan bursa kini tercatat senilai Rp11.030 triliun.
Perjalanan Sepanjang Hari
Menengok kembali perjalanan IHSG sepanjang hari ini, indeks dibuka menguat 0,33 persen ke level 6.254,78. Pada penutupan sesi pertama, IHSG sudah menguat 0,57 persen atau 35,65 poin ke level 6.270,15, setelah sempat menyentuh level tertinggi sesi pertama di 6.282,54. Momentum ini terus berlanjut hingga akhirnya ditutup di level 6.319,61 pada sore hari, mencerminkan tren penguatan yang konsisten sepanjang hari perdagangan.
Saham Penopang Utama Penguatan
Pada sesi pertama, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin penguatan di kalangan saham unggulan, melonjak 5,88 persen ke level Rp2.880. Sejumlah saham lain seperti INCO dan INDY turut tercatat sebagai top gainers pada sesi tersebut.
Dari sisi sektoral, sembilan dari sepuluh sektor indeks tercatat menguat pada sesi pertama, dengan IDX Property mencatatkan lonjakan terbesar mencapai 3,68 persen, disusul IDX Transportation yang naik 1,58 persen, dan IDX Basic yang menguat 1,13 persen. Di sisi lain, sektor cyclicals tercatat melemah 0,52 persen, sektor kesehatan turun 0,42 persen, sementara consumer cyclicals menjadi sektor dengan penurunan terdalam pada sesi tersebut. Sejumlah saham seperti BACH dan TMPO bahkan sempat menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) pada sesi pertama, menunjukkan tekanan jual yang cukup signifikan pada saham-saham tertentu di tengah tren penguatan indeks secara keseluruhan.
Melanjutkan Pemulihan dari Pelemahan Kemarin
Penguatan tajam hari ini menjadi pembalikan arah yang cukup signifikan dibanding perdagangan sehari sebelumnya. Pada penutupan Senin, 3 Agustus 2026, IHSG sempat melemah tipis 0,03 persen ke level 6.234,50, setelah sempat menyentuh level terendah di 6.212,55, meski dibuka pada level yang cukup tinggi di 6.272,61.
Proyeksi Historis untuk Bulan Agustus
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, sebelumnya menjelaskan bahwa secara historis, Agustus merupakan bulan yang cenderung positif bagi IHSG. Sejak 2020, indeks selalu ditutup menguat pada bulan tersebut, dengan rata-rata kenaikan mencapai 2,83 persen, termasuk reli 4,63 persen pada Agustus 2025 yang menjadi awal rangkaian penguatan hingga mencetak rekor penutupan saat itu.
"Secara probabilitas, kami memperkirakan peluang IHSG menguat pada Agustus berada di kisaran 60 persen hingga 65 persen. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan tingkat keberhasilan historis 100 persen, karena pasar kini harus memperhitungkan risiko suksesi Gubernur Bank Indonesia dan ketidakpastian data ekonomi Amerika Serikat," ujar Liza dalam risetnya.
Meski demikian, secara year to date, indeks masih tercatat terkoreksi 27,88 persen, menyisakan ruang pemulihan yang masih terbuka lebar apabila sentimen domestik tetap kondusif dalam beberapa waktu ke depan.
*Catatan: Artikel ini menyajikan data pergerakan pasar dan pandangan analis untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi investasi. Data harga saham bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.*
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.