CompileDaily
Stock

IHSG Dibuka Menguat ke 6.373, Pulih Setelah Sempat Melemah Kemarin

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
IHSG Dibuka Menguat ke 6.373, Pulih Setelah Sempat Melemah Kemarin

Setelah empat hari beruntun mencatat penguatan, indeks acuan bursa domestik sempat berbalik arah melemah kemarin—namun proyeksi analis soal pembalikan cepat ternyata terbukti benar begitu pasar dibuka pagi ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 29,91 poin atau 0,47 persen ke level 6.373,62 pada perdagangan Jumat (7/8/2026) pukul 09.13 WIB, sesuai dengan proyeksi analis yang mematok target penguatan di kisaran 6.403-6.420 hari ini. Pembukaan positif ini melanjutkan pemulihan setelah IHSG sempat berbalik arah melemah tipis 0,12 persen atau 7,43 poin ke level 6.343,71 pada penutupan Kamis kemarin, mengakhiri reli empat hari beruntun.

Sektor Energi Jadi Penopang di Tengah Pelemahan Luas

Meski indeks secara keseluruhan tertekan kemarin, sektor energi justru mencatat kenaikan tertinggi, ditopang pergerakan saham-saham seperti CUAN, DSSA, dan PTRO. Sepanjang perdagangan Kamis, IHSG sempat bergerak di rentang 6.324,06 hingga 6.388,20—menandakan volatilitas cukup tinggi dalam satu hari perdagangan. Sebanyak 337 saham melemah membebani indeks, berbanding 265 saham yang menguat dan 192 saham stagnan, dengan total volume transaksi mencapai 54,9 miliar saham senilai Rp18,2 triliun.

Pelemahan ini datang setelah pembukaan pagi yang sebenarnya cukup meyakinkan di level 6.379,81—ditopang sektor transportasi dan bahan baku, serta sentimen positif dari rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen, melampaui ekspektasi pasar. Namun momentum tersebut tidak bertahan hingga penutupan.

Analis Tetap Optimis, MNC Sekuritas Patok Target 6.420

Tim Riset MNC Sekuritas dalam catatan pagi ini menyebut posisi IHSG berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv] secara analisis teknikal, yang berarti indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju target 6.403-6.420—level yang mulai tampak realistis dikejar setelah pembukaan kuat pagi ini. Meski demikian, analis MNC, Herditya Wicaksana, mengingatkan potensi pembalikan arah jangka pendek ke rentang 6.251-6.303 tetap perlu diwaspadai. Level support IHSG diperkirakan berada di 6.201 dan 6.029, sementara resistance di 6.377 dan 6.454.

Sejumlah saham yang masuk radar rekomendasi MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini dengan strategi buy on weakness antara lain Bakrie & Brothers (BNBR), Petrosea (PTRO), Medco Energi Internasional (MEDC), dan Surya Semesta Internusa (SSIA).

Nonfarm Payrolls AS Jadi Sentimen Krusial Hari Ini

Katalis eksternal yang paling dinantikan pasar hari ini adalah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, atau Nonfarm Payrolls (NFP), yang dijadwalkan pada 7 Agustus. Data ini menjadi perhatian khusus setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, mengurangi pemberian panduan arah kebijakan (forward guidance) secara eksplisit—membuat pelaku pasar kini jauh lebih bergantung pada data ekonomi aktual untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga AS ke depan.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, sebelumnya menyebut ada tiga katalis utama yang membentuk sentimen pasar sepanjang Agustus: penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo, arah kebijakan fiskal dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027, serta perkembangan data ketenagakerjaan AS seperti NFP hari ini.

Secara teknikal jangka menengah, Liza menilai IHSG masih berada dalam fase konsolidasi sehat menuju tren bullish, dengan area 6.050-6.000 sebagai support krusial. Selama level tersebut mampu dipertahankan, ruang penguatan menuju target akhir tahun di level 7.000 dinilai tetap terbuka, meski perjalanannya diperkirakan berlangsung secara bertahap.

Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berdasarkan data pasar dan pandangan analis, bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca; pelajari dan analisis kembali sebelum mengambil keputusan transaksi.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.