CompileDaily
AI

Google Rombak Kepemimpinan AI: Demis Hassabis Mundur dari CEO DeepMind, Jeff Dean Hengkang

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Google Rombak Kepemimpinan AI: Demis Hassabis Mundur dari CEO DeepMind, Jeff Dean Hengkang

Dua nama yang selama lebih dari satu dekade menjadi wajah kekuatan riset AI Google sama-sama melepas jabatan operasional mereka di hari yang sama—satu memilih naik ke posisi lebih strategis, satu lagi memilih keluar sepenuhnya untuk memulai dari nol.

Google resmi mengumumkan perombakan besar-besaran kepemimpinan divisi kecerdasan buatan mereka pada Rabu (5/8/2026). Demis Hassabis mundur dari posisi CEO Google DeepMind untuk menjabat sebagai Chairman unit tersebut sekaligus Chief Scientist Alphabet, sementara Jeff Dean—ilmuwan kepala Google selama 27 tahun terakhir—memilih keluar sepenuhnya dari perusahaan untuk mendirikan startup baru bernama Discovery Loop. Saham Alphabet sempat anjlok sekitar 4-5 persen merespons pengumuman ini.

Hassabis Naik Level, Tinggalkan Operasional Harian

Dalam memo yang ditulis CEO Alphabet, Sundar Pichai, dan diunggah ke blog resmi Google, Hassabis menyerahkan tanggung jawab operasional harian di Google DeepMind kepada Koray Kavukcuoglu—Chief Technology Officer DeepMind yang juga menyandang gelar Chief AI Architect Google selama 13 tahun terakhir. Kavukcuoglu akan naik menjadi Senior Vice President Google DeepMind dan melapor langsung kepada Pichai, sekaligus mengambil alih pengembangan model Gemini sehari-hari.

"Saya memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyerahkan tanggung jawab operasional harian saya di GDM, sehingga saya punya waktu dan ruang untuk fokus pada gambaran besar dan membantu memengaruhi apa yang akan datang sebaik kemampuan saya," tulis Hassabis dalam pesan kepada karyawan. Ia akan tetap memimpin Isomorphic Labs, unit riset penemuan obat berbasis AI milik DeepMind, sekaligus berkoordinasi dengan Pichai untuk urusan strategis dan global terkait AI.

Hassabis, yang meraih Nobel Prize pada 2024 atas karyanya di AlphaFold untuk memprediksi struktur protein 3D, turut menyinggung kemajuan Google dengan model-model baru mereka, termasuk Gemini 4 yang belum resmi dirilis.

Jeff Dean Pilih Keluar, Bawa Serta Sejumlah Peneliti Senior

Kabar yang lebih mengejutkan datang dari Jeff Dean, salah satu insinyur paling legendaris di Google yang turut membangun infrastruktur komputasi fundamental perusahaan sekaligus co-founder Google Brain. Dean memutuskan hengkang setelah 27 tahun berkarier di Google untuk mendirikan Discovery Loop bersama Sanjay Ghemawat—Senior Fellow Google—serta Oriol Vinyals (Wakil Presiden DeepMind) dan Quoc Le (co-founder Google Brain).

Discovery Loop akan berbentuk public benefit corporation yang berfokus pada riset machine learning untuk rekayasa ilmiah. Google sendiri akan berperan sebagai investor pendiri sekaligus mitra cloud computing bagi startup baru ini. Dalam wawancara dengan New York Times, Dean mengungkapkan alasan di balik keputusannya: beroperasi di luar perusahaan publik memberinya keleluasaan lebih untuk membuat keputusan yang "tidak melulu demi kepentingan finansial murni perusahaan."

Pichai dalam catatannya kepada staf menulis, "Setelah perjalanan luar biasa selama 27 tahun, Jeff Dean berada di titik di mana ia ingin mencoba sesuatu yang baru, dan kami senang bisa mendukungnya dalam hal itu."

Terjadi di Tengah Tekanan Berat dari Rival AI

Perombakan ini muncul di tengah tekanan bertubi-tubi terhadap posisi Google dalam persaingan AI global. Meski menjadi pionir arsitektur Transformer yang mendasari hampir seluruh model bahasa besar modern, Google kerap dikritik lambat dalam peluncuran produk mereka sendiri. Peluncuran Gemini 3.5 Pro sempat molor berbulan-bulan, dengan sejumlah sumber internal yang dikutip Axios menyebut keterlambatan itu sebagian disebabkan rendahnya moral tim.

Rival seperti OpenAI dan Anthropic dilaporkan telah melampaui Google dalam sejumlah benchmark tertentu, bahkan berhasil membajak sejumlah peneliti top dari DeepMind dalam beberapa bulan terakhir. Perombakan ini menjadi rangkaian terbaru dari serangkaian kepergian talenta senior serta pergeseran struktur di internal Google, seiring model-model AI kelas terdepan terus berkembang pesat dari para kompetitornya.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.