CompileDaily
Stock

Ekspor China Melonjak 23,9% di Juli, Lampaui Ekspektasi Didorong Boom Chip AI

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Ekspor China Melonjak 23,9% di Juli, Lampaui Ekspektasi Didorong Boom Chip AI

Di tengah gempuran tarif dagang dan gejolak geopolitik sepanjang tahun ini, satu kekuatan justru terus menjaga mesin ekspor China tetap menyala kencang: dunia yang tak henti memburu chip untuk membangun infrastruktur AI mereka.

Ekspor China melonjak 23,9 persen secara tahunan dalam denominasi dolar AS pada Juli 2026, menurut data resmi bea cukai yang dirilis Jumat (7/8/2026). Angka ini melampaui perkiraan median 23 persen dari survei ekonom Bloomberg, sekaligus mengalahkan proyeksi Reuters yang mematok angka 22,2 persen. Meski demikian, laju pertumbuhan ini melambat dibanding lonjakan 27 persen pada Juni—capaian tercepat sejak Oktober 2021.

Ekspor Semikonduktor Melonjak Hampir Dua Kali Lipat

Data menunjukkan ekspor semikonduktor dari China nyaris berlipat ganda nilainya dibanding tahun lalu, sementara keseluruhan ekspor produk berteknologi tinggi tumbuh 40,7 persen. Pembangunan infrastruktur AI secara global disebut menjadi faktor kunci yang menopang perekonomian terbesar kedua dunia ini melewati setahun penuh guncangan geopolitik, sekaligus menjaga pertumbuhan tetap sesuai jalur meski permintaan domestik masih lesu.

Impor China turut tumbuh signifikan sebesar 27,5 persen, sedikit di bawah estimasi Reuters sebesar 27,9 persen, namun melambat dari lonjakan 36 persen pada Juni—laju tercepat dalam lima tahun terakhir. Kombinasi pertumbuhan ekspor dan impor ini menghasilkan surplus perdagangan sebesar 112,5 miliar dolar AS sepanjang Juli.

Kesenjangan Tajam Antar Sektor Industri

Data ini turut mengungkap ketimpangan pembangunan ekonomi China yang semakin mencolok. Di satu sisi, produsen berteknologi tinggi terus melesat menunggangi gelombang boom AI. Di sisi lain, industri tradisional justru bergulat dengan permintaan yang terbatas—tercermin dari ekspor produk keramik yang anjlok 28,3 persen pada periode yang sama.

Kesenjangan ini turut menjadi perhatian para pengambil kebijakan tertinggi China. Dalam pertemuan akhir bulan lalu, otoritas China menyerukan percepatan transisi dari penggerak pertumbuhan ekonomi lama menuju yang baru, secara eksplisit memberi sinyal prioritas pada sektor-sektor berteknologi tinggi ke depan.

Pertumbuhan Ekonomi Tetap di Jalur Target Resmi

Perekonomian China tumbuh 4,7 persen pada paruh pertama 2026, angka yang secara umum masih sejalan dengan target pertumbuhan resmi tahunan Beijing di kisaran 4,5 hingga 5 persen. Kepala Ekonomi China di Capital Economics, Julian Evans-Pritchard, sebelumnya mencatat bahwa lonjakan nilai perdagangan pada pertengahan tahun ini sebagian besar mencerminkan kenaikan harga semikonduktor akibat boom AI—namun bahkan tanpa faktor tersebut, permintaan asing terhadap barang-barang China dinilai tetap kuat.

Perkembangan data ekspor-impor ini akan terus menjadi sorotan pasar global sepanjang paruh kedua 2026, terutama di tengah dinamika hubungan dagang yang masih fluktuatif antara China dan mitra dagang utamanya, terma

suk Amerika Serikat.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.