CompileDaily
AI

Developer Indie Curigai Gemini Bocorkan Info dari Google Docs Pribadinya

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Developer Indie Curigai Gemini Bocorkan Info dari Google Docs Pribadinya

Sebuah nama karakter yang belum pernah diketik di mana pun selain satu dokumen pribadi, tiba-tiba keluar begitu saja dari mulut chatbot AI ketika seorang pemain iseng bertanya soal konten mendatang—kejadian yang membuat developer game indie ini yakin ada yang tidak beres, meski buktinya belum sepenuhnya konklusif.

Seorang developer game indie asal balik studio bernama Klub Kofta, pembuat game aquatic tower defense berjudul Operation Octo, mencurigai Google Gemini telah mengakses dan membocorkan informasi dari dokumen Google Docs pribadinya. Kecurigaan ini bermula dari sebuah interaksi di server Discord komunitas game tersebut, ketika seorang pemain iseng bertanya kepada Gemini soal konten mendatang di game itu.

Nama Karakter yang "Hanya Ada di Satu Dokumen"

Menurut unggahan developer tersebut di Reddit, Gemini menjawab dengan menyebut nama karakter "Vantage Tripod"—nama yang menurut sang developer belum pernah ia sebutkan ke siapa pun, tidak pernah diposting di Discord, maupun ditambahkan ke berkas publik game. Publik selama ini hanya tahu ada karakter bernama "Tripod Fish" yang direncanakan masuk game, berdasarkan gambar yang tanpa sengaja digambar developer saat bermain Gartic Phone bersama komunitas—namun nama resmi "Vantage Tripod" sendiri, menurut pengakuannya, belum pernah bocor ke mana pun.

"Entah bagaimana, AI itu mengeluarkan nama karakter yang sangat spesifik dan tepat, 'Vantage Tripod', yang belum pernah saya sebutkan kepada siapa pun. Sejauh yang saya tahu, satu-satunya tempat informasi itu ada dalam bentuk digital adalah di dalam salah satu Google Docs saya sendiri, dan ini BUKAN saya yang berbicara dengan AI-nya," tulis developer tersebut, seraya menegaskan pemain yang bertanya bahkan menggunakan mode incognito saat berinteraksi dengan Gemini.

Selain nama karakter, Gemini juga disebut mampu menjelaskan detail mekanisme permainan yang belum dirilis, yang menurut sang developer baru ia tuliskan ke Google Docs sehari sebelum interaksi tersebut terjadi. Developer mengakui AI tersebut membuat beberapa kesalahan dalam responsnya, namun sejumlah detail lain dinilai "akurat secara mengerikan."

Situasi yang Masih Jauh dari Jelas

Meski kecurigaan ini terdengar meyakinkan, kasus ini sejatinya masih jauh dari kesimpulan pasti. Google secara terbuka menyatakan bahwa dokumen pribadi di Google Docs tidak digunakan untuk melatih model AI mereka kecuali pengguna secara eksplisit mengizinkannya lewat pengaturan tertentu. Belum ada konfirmasi resmi dari Google terkait insiden spesifik ini, dan developer sendiri mengakui tidak bisa memastikan secara pasti bagaimana informasi tersebut bisa sampai ke Gemini.

Ada sejumlah penjelasan alternatif yang mungkin menjelaskan kejadian ini tanpa harus melibatkan pelatihan model dari dokumen pribadi—termasuk kemungkinan Gemini mengakses informasi lewat fitur pencarian yang mengindeks konten publik terkait, kebocoran informasi lewat jalur lain yang belum terdeteksi developer, atau bahkan kebetulan yang sangat spesifik. Namun bagi developer yang bersangkutan, tingkat kecocokan detail yang muncul dinilai terlalu presisi untuk sekadar kebetulan.

Bagian dari Kekhawatiran Lebih Luas soal Privasi Data di Ekosistem Google

Insiden ini muncul di tengah sorotan yang lebih luas terhadap bagaimana produk-produk AI generatif menangani data pengguna. Sejumlah peneliti keamanan sebelumnya pernah menemukan celah lain yang memungkinkan kebocoran data lewat sistem Gemini Enterprise, meski kasus tersebut melibatkan mekanisme teknis yang berbeda—yakni lewat dokumen yang sengaja dibagikan dan berisi instruksi tersembunyi (prompt injection), bukan pelatihan model dari dokumen privat.

Kasus Klub Kofta ini menambah daftar panjang kekhawatiran pengguna terhadap batas antara data pribadi dan data yang berpotensi dipakai untuk melatih atau memperkaya jawaban model AI—terlepas dari benar atau tidaknya penjelasan spesifik di balik insiden ini. Bagi banyak pengguna yang menyimpan informasi sensitif di layanan cloud seperti Google Docs, insiden semacam ini menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati memikirkan pengaturan privasi dan berbagi dokumen mereka, terlepas dari penjelasan pasti di balik kejadian yang dialami developer indie tersebut.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.