ChatGPT Kini Bisa Kendalikan iMessage di Mac, Picu Kekhawatiran Privasi Apple
Fitur baru OpenAI memungkinkan ChatGPT membaca, menulis, dan mengirim pesan teks atas nama pengguna langsung dari aplikasi Apple Messages, memicu pertanyaan soal batas akses AI pihak ketiga terhadap data komunikasi pribadi.
OpenAI resmi merilis dukungan untuk mengendalikan layanan iMessage milik Apple melalui ChatGPT pada Kamis (20/8/2026). Fitur baru ini tersedia untuk ChatGPT versi Mac, memungkinkan sistem OpenAI melakukan berbagai aksi seperti membaca, menulis, dan mengirim pesan teks. Selain itu, ChatGPT juga bisa mencari pesan tertentu serta memberikan ringkasan dan informasi lain dari percakapan yang tersimpan di aplikasi Apple Messages.
Integrasi "Native" yang Memicu Pertanyaan Teknis
Menurut pengembang OpenAI, Ari Weinstein, integrasi ini disebut sebagai koneksi native dengan iMessage — memungkinkan ChatGPT mengirim, membaca, sekaligus menganalisis pesan pengguna. Namun klaim "native" ini langsung dipertanyakan sejumlah pihak. Pengembang lain, Eric Migicovsky, mempertanyakan apakah fitur ini sebenarnya hanya memanfaatkan file basis data chats.db milik Apple dan AppleScript — pendekatan yang menurutnya terasa kurang pas jika disebut sebagai integrasi native sepenuhnya.
Jurnalis teknologi Bloomberg, Mark Gurman, yang pertama kali melaporkan fitur ini, menyebutnya sebagai kemampuan serupa dengan yang bisa dilakukan Siri, namun dengan level kontrol yang jauh lebih besar — sekaligus mempertanyakan apakah Apple akan memandang ini sebagai pelanggaran privasi dan turun tangan menanggapinya.
Diproses Secara Lokal, tapi Detailnya Belum Sepenuhnya Jelas
Menanggapi kekhawatiran privasi yang muncul, OpenAI menyampaikan kepada Bloomberg bahwa plugin ini berjalan secara lokal di perangkat pengguna dan "tidak membuat indeks dari seluruh pesan seseorang." Meski begitu, detail teknis mengenai bagaimana proses lokal ini sebenarnya bekerja belum sepenuhnya dijelaskan secara terbuka oleh perusahaan.
OpenAI turut memperingatkan pengguna soal risiko mengaktifkan opsi persetujuan permanen (persistent approval), yang menurut perusahaan "menghilangkan kesempatan terakhir Anda untuk meninjau pesan sebelum ChatGPT mengirimkannya atas nama Anda." Perusahaan mendorong pengguna untuk tetap memantau aksi yang dilakukan ChatGPT, terutama saat sistem mengirim pesan secara otomatis mewakili mereka.
Bukan Hanya untuk Pengguna Personal
Fitur ini tidak terbatas pada penggunaan pribadi. Karena terintegrasi dengan Codex dan ChatGPT Work, kalangan profesional juga bisa memanfaatkannya untuk mengelola pesan-pesan terkait pekerjaan, berpotensi menghemat waktu untuk komunikasi rutin sehari-hari.
Ketegangan yang Lebih Luas Antara OpenAI dan Apple
Peluncuran fitur ini terjadi di tengah hubungan yang cukup kompleks antara kedua perusahaan. Apple sendiri diketahui tengah mengembangkan model bahasa besar (large language model) miliknya sendiri, dengan tim yang dipimpin John Giannandrea — mantan kepala divisi AI Google yang bergabung dengan Apple sejak 2018. Perusahaan bahkan sempat membatasi penggunaan ChatGPT dan alat AI eksternal lainnya oleh karyawan internalnya sendiri karena kekhawatiran soal kebocoran data rahasia perusahaan.
Di sisi lain, Apple juga dilaporkan tengah mengembangkan aplikasi serupa ChatGPT dengan penekanan kuat pada fitur privasi, termasuk opsi penghapusan otomatis riwayat percakapan setelah jangka waktu tertentu — pendekatan yang secara eksplisit dirancang untuk membedakan diri dari kompetitor seperti OpenAI dalam hal perlindungan data pengguna.
Dengan latar belakang tersebut, kemunculan fitur yang memberi ChatGPT akses langsung ke iMessage — salah satu aplikasi komunikasi paling personal di ekosistem Apple — berpotensi menjadi titik gesekan baru antara kedua raksasa teknologi ini, terutama jika Apple menilai fitur tersebut melanggar prinsip privasi yang selama ini menjadi nilai jual utama produk-produknya.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.