CompileDaily
Sport

Timnas U-15 Kalah 1-6 dari Luksemburg dan 1-5 dari Prancis di Baku, Berebut Peringkat Ketujuh

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Dalam satu hari, gawang asuhan Furqon Alkatiri kebobolan sebelas kali, dan Garuda Muda masih punya satu pertandingan lagi untuk dimainkan.

Timnas Indonesia U-15 menelan dua kekalahan beruntun pada Kamis (29/10/2026) di Hovsan Competition Complex, Baku, Azerbaijan. Siang hari mereka kalah 1-6 dari Luksemburg di perempat final Tier C, menurut CNN Indonesia. Malamnya, CNN Indonesia melaporkan mereka tumbang 1-5 dari Prancis dalam laga penentuan peringkat. Keduanya berlangsung di FIFA U-15 World Cup and Festival 2026.

Luksemburg Unggul Sejak Menit Ketujuh

Luksemburg membuka skor pada menit ketujuh. Koran Jakarta mencatat gol itu lahir dari bola muntah setelah kiper Renaldi Rizky menepis tembakan, lalu gol kedua datang lewat serangan balik cepat pada menit ke-23. Koran Jakarta menyebut satu-satunya gol Indonesia dicetak Lyonel Musaling dari tendangan bebas setelah kiper lawan gagal menangkap bola.

Laporan media belum seragam soal detail. CNN Indonesia menulis Indonesia masih tertinggal 0-1 saat jeda dan kiper ditarik keluar setelah benturan pada menit ke-25. Koran Jakarta tidak memuat keterangan itu. Skor akhir 1-6 sama di kedua laporan.

Prancis Unggul 0-4 Lebih Dulu

Pertandingan malam hari jauh lebih keras sejak awal. Gawang kiper Vano Abimanyu jebol pada menit ketujuh, disusul gol kedua tak lama kemudian. Satu kesalahan kecil di area sendiri pada menit ke-12 membuat skor 0-3. Prancis menambah gol kira-kira dua menit setelah jeda sehingga unggul 0-4.

Indonesia mencetak gol pada menit ke-35 untuk menipiskan skor menjadi 1-4. Peluang lain terbuang, dan Prancis menutup laga dengan gol di detik-detik akhir pada menit ke-40. CNN Indonesia menilai Garuda Muda cukup rapi mengalirkan bola dari bawah dan berani beradu duel, tetapi kesulitan mengubah peluang menjadi gol. Laporan itu tidak menyebut nama pencetak gol kedua tim.

Jalur Tier C Setelah Finis Ketiga di Grup G

Lihat Layanan Kami

Turnamen yang digelar 24–30 Oktober ini membagi peserta ke enam tier, dari A sampai F, berdasarkan hasil fase grup, seperti dijelaskan Suara.com. Setiap tier punya jalur sendiri untuk menentukan peringkat akhir, jadi semua tim tetap bermain setelah fase grup.

Indonesia finis ketiga di Grup G yang berisi enam tim, lalu masuk Tier C. Hasil mereka di grup: menang 7-1 atas Fiji, kalah 0-3 dari Wales, imbang 1-1 dengan Bangladesh, kalah 1-2 dari Portugal, dan menang 6-1 atas Burundi.

Moldova Lewat Penalti 9-8, Panama Jatuh 5-3

Di babak 16 besar Tier C, Indonesia bertemu Moldova dan menang adu penalti 9-8 pada Rabu (28/10/2026), menurut laporan Okezone. Skor waktu normal ditulis berbeda antarmedia: Suara.com menyebut 3-3, sedangkan Okezone menulis 2-2.

Laga berikutnya melawan Panama berakhir 5-3 untuk Indonesia, dengan unggul 3-2 saat jeda. Okezone mencatat gol dicetak Nazar, Lyonel, dan Rendra di babak pertama, lalu Fayyad dan Nazar di babak kedua. Dua kemenangan itu mengantar tim ke perempat final yang berujung kekalahan dari Luksemburg.

Tinggal Satu Laga: Peringkat Ketujuh Tier C

Hasil melawan Prancis membuat Indonesia memainkan laga perebutan peringkat ketujuh Tier C, yang setara posisi ke-71 secara keseluruhan. Lawannya adalah tim yang kalah dari duel Uganda dan Benin, menurut CNN Indonesia.

Bagi publik sepak bola nasional, level senior sedang punya cerita sendiri. CompileDaily sebelumnya mengulas langkah timnas senior ke final FIFA ASEAN Cup. Skuad U-15 bermain di panggung yang berbeda, dengan ukuran sukses yang berbeda pula.

Yang kini ditunggu adalah apakah Furqon Alkatiri bisa menutup turnamen dengan kemenangan pada hari penutup yang dijadwalkan 30 Oktober, setelah dua kekalahan berat dalam sehari.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.