CompileDaily
IHSG

IHSG Dibuka Naik 0,43% ke 5.305, Rebound Berlanjut saat The Fed Tahan Bunga dan Yield SBN 7,7%

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Indeks yang pekan lalu sempat dihantam isu MSCI kini mencoba menyambung napas, sementara yang diuji bukan lagi sekadar sentimen asing melainkan harga uang itu sendiri: bank sentral AS menahan bunga dengan dua suara menginginkan kenaikan, dan imbal hasil obligasi Indonesia menyentuh level tertinggi lebih dari enam tahun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,43 persen ke level 5.305,20 pada pembukaan perdagangan Kamis (29/10/2026) pukul 09.00 WIB, naik 22,89 poin dari penutupan sebelumnya di 5.282,31, menurut laporan CNBC Indonesia. Pada awal perdagangan, volume tercatat 17,14 juta lot dengan nilai transaksi Rp694,36 miliar.

Rebound Rabu Ditutup di Titik Tertinggi Harian

Sehari sebelumnya, IHSG sempat terperosok ke sekitar 5.167 dan berakhir sesi I di 5.179, turun 1,65 persen. Indeks lalu berbalik naik dan menutup Rabu (28/10/2026) di 5.282,31, menguat 16,18 poin atau 0,31 persen, tepat di posisi tertinggi harian.

Napas pemulihan itu tipis. Dari 790 saham yang bergerak, hanya 272 yang naik, sedangkan 406 turun dan 112 stagnan. Industry.co.id mencatat ASII naik 7,99 persen dan BBCA 7,65 persen, dua saham yang menyeret indeks hijau. Di sisi berlawanan, TLKM, BRPT, BREN, DSSA, dan MORA masuk daftar pemberat. Investor asing membukukan net buy Rp664,24 miliar menurut data yang dikutip CNBC Indonesia, sedangkan Kontan mencatat Rp665,22 miliar.

The Fed Tahan Bunga, Dua Gubernur Pilih Naik

Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75–4,00 persen, sesuai perkiraan pasar. Keputusannya tidak bulat: Lisa Cook dan Beth Hammack memilih kenaikan 25 basis poin. Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberi sinyal langkah berikutnya, dan pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 80 persen untuk kenaikan pada Desember, seperti diuraikan CNBC Indonesia Research. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 5,042 persen.

Wall Street menutup Rabu di zona hijau untuk hari ketiga beruntun: S&P 500 naik 0,28 persen ke 7.743,98, Nasdaq Composite naik 0,27 persen ke 26.549,85, dan Dow Jones naik 97,53 poin atau 0,19 persen ke 52.475,10.

Yield SBN 7,7% dan Rupiah di Rekor Terlemah

Tekanan domestik justru ada di pasar utang. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melonjak ke 7,706 persen, tertinggi sejak 19 Mei 2020. Lelang Surat Utang Negara pada 27 Oktober hanya menarik penawaran Rp31,09 triliun, anjlok 52,1 persen dari Rp64,85 triliun pada lelang 13 Oktober.

Lihat Layanan Kami

Rupiah ditutup di Rp18.175 per dolar AS, melemah 0,17 persen dan menjadi penutupan terlemah dalam catatan CNBC Indonesia. Bank Indonesia disebut melakukan intervensi di pasar NDF, DNDF, dan spot, serta membeli SBN di pasar sekunder. Kekhawatiran penurunan status pasar Indonesia oleh MSCI dan harga minyak yang tinggi akibat konflik Timur Tengah masih membayangi.

Analis: Rebound Terbatas, Resistance 5.360–5.400

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memperkirakan rebound terbatas selama IHSG bertahan di atas support 5.118–5.182. Resistance terdekat berada di 5.360–5.400, dengan level berikutnya di 5.455. Tren utama masih bearish dan MACD negatif, walau histogramnya menyempit, menurut Kontan. Kepada Kontan, Reza menyebut "penguatan IHSG mengindikasikan technical rebound setelah indeks beberapa kali mendapat respons beli di area support."

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, melihat IHSG bergerak mendatar di kisaran 5.150–5.350, dengan harga minyak, pelemahan rupiah, dan antisipasi rebalancing MSCI pada November sebagai pemberat. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, membuka kemungkinan koreksi ke 5.116–5.180 sebelum indeks naik ke 5.456–5.564, selama bertahan di atas 4.907.

Data PCE dan ECB Menunggu Malam Ini

Agenda berikutnya datang dari luar negeri. Inflasi PCE Amerika Serikat untuk September dijadwalkan rilis pukul 19.30 WIB, dengan konsensus inti PCE naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,1 persen secara tahunan, lebih tinggi dari 3,0 persen sebelumnya. Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan keputusannya pukul 20.15 WIB.

Pertanyaannya, apakah pembeli di area 5.200-an masih bertahan jika PCE keluar di atas perkiraan dan Desember makin dekat dengan kenaikan bunga. Investor juga menanti apakah arus beli asing seperti Rabu berlanjut di tengah yield SBN yang terus naik.

Pembaruan pergerakan indeks pekan lalu dapat dibaca di ulasan IHSG sepekan CompileDaily.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca, yang perlu menimbang risiko masing-masing.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.