CompileDaily
IHSG

IHSG Sepekan Menguat 4,90% ke 5.439, Rebound dari Dasar Isu MSCI Meski Asing Masih Net Sell

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Pekan yang dibuka dengan indeks menyentuh sekitar 4.912 berakhir di 5.439, dengan empat hari hijau beruntun, tetapi investor asing hampir selalu berada di sisi penjual.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di 5.439,25 pada Jumat (23/10/2026), naik 51,35 poin atau 0,95 persen dari hari sebelumnya, menurut laporan penutupan detikFinance. Dibanding penutupan Jumat (16/10/2026) di 5.185,10, indeks naik sekitar 254 poin. Perhitungan kami menghasilkan kenaikan sepekan 4,90 persen; RCTI+ mencatat penutupan pekan lalu 5.185,11 sementara Informasi.com 5.185,10, selisih yang tidak mengubah angka persennya.

Senin Anjlok ke 4.996, Selasa Melonjak 5,65 Persen

Senin (19/10/2026) IHSG ditutup turun 188,49 poin atau 3,64 persen ke 4.996,61, melanjutkan tekanan setelah MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, menurut catatan penutupan Sindonews via RCTI+. Kapitalisasi pasar pada penutupan itu Rp8.863,32 triliun. Pintu News mencatat indeks sempat menyentuh sekitar 4.912 menjelang pukul 10.00 WIB.

Selasa (20/10/2026) arah berbalik, seperti yang tergambar dalam laporan pembukaan CompileDaily hari itu. IHSG ditutup di 5.278,89, naik 282,28 poin atau 5,65 persen, dan seluruh indeks sektoral menguat. Rabu (21/10/2026) indeks naik 0,94 persen ke 5.328,36, Kamis (22/10/2026) bertambah 59,54 poin atau 1,12 persen ke 5.387,90, lalu Jumat menutup rangkaian itu. Kenaikan Rabu sekitar 49 poin, hitungan kami dari selisih dua penutupan karena sumber hanya memuat persennya.

Asing Menjual Hampir Setiap Hari, Meski Indeks Pulih

Catatan harian arus dana asing tersebar di beberapa sumber. Net sell Rp1,7 triliun pada Senin dan Rp2,2 triliun pada Selasa tercatat dalam kompilasi Informasi.com. Data BEI untuk Rabu menunjukkan net buy tipis Rp12,49 miliar, sementara BRI Danareksa Sekuritas melaporkan net sell Rp1,47 triliun pada Kamis. Total sepekan belum dirilis BEI saat artikel ini ditulis, sehingga kami tidak menjumlahkannya sendiri.

Hingga 21 Oktober 2026, akumulasi net sell asing sepanjang tahun mencapai Rp92,09 triliun. Pada sesi I Jumat, Suara.com mengutip Stockbit Sekuritas bahwa asing mencatat net sell Rp744,43 miliar, dengan BBCA (Rp251,95 miliar), BBRI (Rp243,26 miliar), dan BMRI (Rp132,84 miliar) paling banyak dilepas. Di sisi beli, DSSA dan CUAN, dua saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC, saham dengan kepemilikan terkonsentrasi), masing-masing dibeli bersih Rp45,88 miliar dan Rp15,77 miliar.

OJK dan BI Menahan Tekanan dari Sisi Kebijakan

Lihat Layanan Kami

Pada Selasa (20/10/2026), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi bertemu investor institusional domestik dan global. Dalam siaran pers OJK tertanggal 21 Oktober, OJK memaparkan kenaikan batas minimum free float (saham yang beredar di publik) menjadi 15 persen secara bertahap, pengungkapan kepemilikan di atas 1 persen, dan publikasi daftar saham HSC. Masukan untuk MSCI dibuka hingga 30 April 2027, dengan keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Pasar sebelumnya menanti RDG BI. Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur 20-21 Oktober 2026. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan keputusan itu, sementara inflasi September tercatat 3,28 persen secara tahunan, menurut laporan Bisnis.com. Untuk Kamis, Disway melaporkan analis mengaitkan penguatan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal respons terhadap MSCI dan kabar pembelian saham oleh BPI Danantara; kami belum menemukan angka pembelian Danantara dari sumber lain.

Bank Besar Memimpin, Emiten Kecil Melesat

Pada Rabu, AKRA naik 7,02 persen ke Rp1.295 dan ICBP 5,19 persen ke Rp6.075. Kamis giliran BMRI (4,05 persen), TLKM (3,77 persen), dan BBRI (3,20 persen). Pada Senin, BBCA dan TLKM masing-masing turun sekitar 6,8 persen ke Rp1.770.

Jumat, setelah pembukaan di 5.397 yang kami laporkan pagi harinya, 477 saham menguat, 187 melemah, dan 129 stagnan, dengan nilai transaksi Rp15,60 triliun, volume 43,69 miliar saham, dan frekuensi sekitar 1,81 juta kali. Indeks bergerak antara 5.366,29 dan 5.455,21. Top gainer hari itu WMUU (33,33 persen ke Rp36) dan TOBA (25 persen ke Rp520), menurut data IDX Channel.

Proyeksi Analis dan Agenda The Fed Pekan Depan

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat peluang IHSG menguat ke 5.458-5.563, tetapi mengingatkan risiko koreksi jangka pendek ke 5.332-5.366. Ia menyebut support di 5.185 dan 4.915, resistance di 5.404 dan 5.563. Penutupan Jumat sudah berada di atas 5.404. Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai indikator MACD masih negatif sehingga rebound perlu konfirmasi, dengan support 5.185. Kedua proyeksi itu disusun untuk perdagangan Rabu dan Jumat, bukan khusus sepekan ke depan.

Agenda utama pekan depan adalah rapat FOMC The Fed pada 27-28 Oktober 2026. Pertanyaannya, apakah asing yang menjual hampir setiap hari mulai berbalik sebelum keputusan itu keluar, atau reli sepekan ini kembali diuji di sekitar 5.455.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca, dan setiap investasi mengandung risiko. Data mingguan BEI (rata-rata transaksi harian dan kapitalisasi pekan ini) belum dirilis saat artikel ditulis.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.