CompileDaily
IHSG

IHSG Dibuka Naik 0,61% ke 5.310, Lanjutkan Rebound saat Pasar Menanti RDG BI dan Asing Net Sell

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Lonjakan 5,65 persen kemarin belum cukup meyakinkan pemodal asing — mereka justru menjual Rp2,19 triliun saat indeks melesat, dan hari ini pasar menunggu satu keputusan yang bisa mengubah arah rupiah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 31,96 poin atau 0,61 persen ke level 5.310,85 pada Rabu (21/10/2026), menurut laporan ANTARA yang mencatat pergerakan pukul 09.02 WIB. Indeks LQ45 ikut naik 4,29 poin atau 0,81 persen ke 534,64. Pembukaan ini melanjutkan lonjakan Selasa (20/10/2026), ketika IHSG ditutup di 5.278,89.

Rebound 5,65 Persen Setelah Dua Sesi Koreksi Ekstrem

Lonjakan kemarin datang setelah Senin (19/10/2026) IHSG anjlok 3,64 persen ke 4.996, dan dibuka Selasa di 4.980,16 sebelum berbalik. Kenaikan akhirnya 282,28 poin atau 5,65 persen, menurut data Katadata. Sebanyak 670 saham menguat, 99 melemah, dan 30 stagnan, dengan nilai transaksi Rp26,54 triliun.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengaitkan penguatan itu dengan respons positif pelaku pasar terhadap langkah bursa memenuhi standar MSCI, seperti dikutip Kontan. Kontan menulis di judulnya bahwa IHSG rawan koreksi hari ini.

Asing Jual Rp2,19 Triliun, Bank Besar Paling Banyak Dilepas

Investor asing mencatat net sell Rp2,19 triliun pada Selasa, menurut Katadata, dan akumulasi net sell sepanjang 2026 mencapai Rp92,11 triliun. CNBC Indonesia menghitung angka Rp2,21 triliun untuk seluruh pasar, termasuk Rp2,13 triliun di pasar reguler. Selisih kecil antarmedia itu belum dijelaskan oleh sumbernya.

Menurut rincian CNBC Indonesia berdasarkan data Stockbit, saham yang paling banyak dilepas asing adalah BBCA Rp966,11 miliar, BBRI Rp355,39 miliar, dan BMRI Rp269,82 miliar. Di kolom transaksi, GOTO menjadi saham teraktif berdasarkan volume dengan 8,54 miliar saham, sedangkan BUMI mencatat nilai Rp967 miliar.

InvestorTalk, yang mengutip Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menulis bahwa rebound ini belum mencerminkan kembalinya kepercayaan investor.

Lihat Layanan Kami

RDG Bank Indonesia Jatuh pada Hari Perdagangan yang Sama

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) digelar hari ini. Konsensus 34 ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan BI Rate bertahan di 5,75 persen, tetapi sebagian analis tidak menutup peluang kenaikan ke 6–6,25 persen untuk menopang rupiah yang diperdagangkan di sekitar Rp18.000 per dolar AS, menurut InvestorTalk.

Dari Amerika Serikat, Wall Street ditutup menguat pada Selasa: S&P 500 naik 0,41 persen dan Nasdaq naik 1,11 persen, sementara Dow Jones turun 0,07 persen, berdasarkan data yang dikutip Bernas.id. Bursa Asia dan Eropa sebagian besar melemah pada hari yang sama.

Level 5.317 dan 5.563 Jadi Batas Atas yang Diuji

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memetakan support IHSG di 4.915 dan 4.754, dengan resistance di 5.317 dan 5.563, seperti dikutip Liputan6. Pembukaan di 5.310,85 berarti indeks sudah berada tepat di bawah resistance pertama itu. Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan rentang 5.075–5.340, tanpa menyebut nama analis.

Dari sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), menurut laporan IDX Channel, berencana mengeluarkan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG dan memperluas pengungkapan afiliasi pemegang saham demi memenuhi standar MSCI.

Kemarin pagi, IHSG sempat dibuka melemah 0,33 persen ke 4.980 sebelum berbalik, sementara sepekan lalu indeks anjlok 14,91 persen ke 5.185 dengan ancaman status MSCI sebagai latar.

Pertanyaan yang tersisa: apakah keputusan BI siang ini cukup menahan arus jual asing, atau rebound 5,65 persen kemarin hanya jeda sebelum indeks kembali menguji 5.000.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, yang perlu menimbang risiko dan kondisi keuangan masing-masing.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.