CompileDaily
Web 3

Ternyata Bitcoin Bisa Dikirim Tanpa Internet, Begini Cara Kerjanya

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Bitcoin sering disebut sebagai uang digital yang tahan sensor dan tidak bisa dikendalikan siapa pun, tapi ada satu kelemahan yang jarang dibicarakan: bagaimana kalau internetnya sendiri yang dimatikan?

Bitcoin dirancang sebagai sistem uang peer-to-peer yang bersifat permissionless dan tahan sensor, artinya tidak ada pemerintah, perusahaan, atau pihak perantara mana pun yang bisa mengendalikannya sepenuhnya. Namun di balik semua klaim tersebut, ada satu ketergantungan besar yang jarang dipikirkan kebanyakan orang: internet. Setiap transaksi yang disiarkan, setiap blok yang divalidasi node, semuanya mengalir lewat infrastruktur yang dikendalikan segelintir penyedia layanan internet dan regulator negara. Menariknya, sejumlah pengembang teknologi kini membuktikan bahwa transaksi Bitcoin sebenarnya tetap bisa berjalan meski internet benar-benar mati.

Kenapa Transaksi Bitcoin Tanpa Internet Itu Penting

Kekhawatiran soal pemadaman internet bukan sekadar teori belaka. Sejumlah negara seperti Myanmar, Iran, Ethiopia, dan Rusia pernah menerapkan pemadaman internet, baik sebagian maupun total, selama masa protes, pemilu, atau konflik bersenjata. Bahkan di negara demokratis sekalipun, konsolidasi perusahaan telekomunikasi berarti satu keputusan pengadilan atau kegagalan infrastruktur saja bisa memutus koneksi internet bagi jutaan orang sekaligus.

Selain soal ketahanan terhadap sensor, kemampuan mengirim Bitcoin tanpa internet juga bermanfaat bagi komunitas terpencil yang tidak memiliki akses broadband stabil, namun tetap memiliki akses ke radio atau ponsel dasar. Kemampuan ini juga penting untuk ketahanan menghadapi bencana alam, seperti gempa bumi, badai, atau banjir yang bisa merusak menara seluler dan jalur fiber optik, sekaligus memberi lapisan privasi tambahan karena data transaksi tidak melewati pengawasan tingkat penyedia internet.

Metode 1: Jaringan Mesh Berbasis Radio LoRa

Salah satu metode paling menarik adalah penggunaan radio LoRa, singkatan dari Long Range. Perangkat radio berdaya rendah ini bisa mengirim data hingga jarak sekitar 10 kilometer dalam kondisi garis pandang langsung, atau sekitar 3 hingga 5 kilometer di area perkotaan, dan umumnya beroperasi pada frekuensi yang bebas izin di kebanyakan negara.

Cara kerjanya cukup sistematis. Pengguna terlebih dahulu membuat dan menandatangani transaksi Bitcoin secara offline lewat aplikasi wallet, dengan private key yang tidak pernah meninggalkan perangkat mereka. Data transaksi yang sudah ditandatangani tersebut kemudian dipecah menjadi paket-paket kecil agar sesuai dengan kapasitas radio LoRa. Setiap paket kemudian dikirim lewat radio, saling diteruskan atau di-relay dari satu perangkat mesh ke perangkat lainnya, hingga akhirnya mencapai satu titik yang memiliki akses internet. Titik inilah yang menyatukan kembali seluruh paket menjadi transaksi utuh dan menyiarkannya ke jaringan Bitcoin, sebelum akhirnya dikonfirmasi seperti transaksi pada umumnya.

Metode 2: Blockstream Satellite

Metode lain yang cukup mengesankan adalah pemanfaatan satelit untuk menyiarkan seluruh blockchain Bitcoin langsung dari luar angkasa. Layanan ini telah beroperasi sejak 2017, memanfaatkan enam satelit yang mencakup kawasan Amerika, Eropa, Afrika, Asia, dan Oseania. Siapa pun dengan piringan satelit kecil dan penerima radio khusus bisa menyinkronkan node Bitcoin penuh mereka tanpa perlu koneksi internet sama sekali.

Meski begitu, ada keterbatasan penting yang perlu dipahami. Layanan satelit ini pada dasarnya bersifat satu arah bagi kebanyakan pengguna, artinya mereka hanya bisa menerima data blok dan menyinkronkan node, namun tidak bisa mengirim transaksi baru lewat jalur satelit tersebut. Untuk mengatasi keterbatasan ini, pendekatan yang ideal adalah mengombinasikan penerimaan data lewat satelit dengan pengiriman transaksi lewat jaringan mesh LoRa, sehingga tercipta sistem Bitcoin yang benar-benar bisa berjalan tanpa internet secara menyeluruh.

Metode 3: Gateway SMS dan USSD

Lihat Layanan Kami

Tidak semua orang memiliki radio LoRa atau piringan satelit, namun hampir semua orang di dunia memiliki akses ke ponsel dasar. Salah satu contoh nyata pemanfaatan ini adalah layanan bernama Machankura, yang dikembangkan di Afrika Selatan dan menggunakan protokol USSD, sistem menu teks yang sama seperti yang biasa dipakai untuk mengecek pulsa telepon.

Dengan layanan ini, pengguna cukup memanggil kode singkat USSD dari ponsel apa pun, bahkan ponsel jadul sekalipun, untuk menavigasi menu berbasis teks dan mengirim atau menerima pembayaran Bitcoin lewat jaringan Lightning. Layanan semacam ini saat ini sudah beroperasi di sejumlah negara Afrika, termasuk Ghana, Kenya, Malawi, Nigeria, Afrika Selatan, Uganda, dan Zambia, membuka akses Bitcoin bagi jutaan orang tanpa perlu smartphone atau koneksi internet sama sekali.

Metode 4: Radio Amatir

Sebelum teknologi mesh LoRa menjadi praktis digunakan, para penggiat radio amatir sebenarnya sudah lebih dulu bereksperimen mengirim transaksi Bitcoin lewat gelombang radio. Radio amatir menawarkan jangkauan yang jauh lebih besar dibanding LoRa, bisa mencapai ribuan kilometer lewat propagasi gelombang pendek. Namun metode ini menghadapi kendala regulasi yang cukup signifikan, karena lisensi radio amatir di kebanyakan negara melarang transmisi data yang terenkripsi, menciptakan area abu-abu dari sisi hukum bagi penggunaannya untuk transaksi Bitcoin.

Metode 5: Lightning Network Lewat Jaringan Mesh

Lightning Network, lapisan pembayaran instan yang dibangun di atas Bitcoin, ternyata sangat cocok dipadukan dengan transmisi mesh dan radio. Alasannya, pesan pembayaran Lightning berukuran jauh lebih kecil dibanding transaksi on-chain biasa, sehingga lebih mudah dikirim lewat jaringan radio yang keterbatasan bandwidth. Pembayaran Lightning juga bisa selesai dalam hitungan detik, cocok untuk transaksi kecil seperti membayar kopi atau memberi tip kepada kreator konten, bahkan lewat koneksi radio yang lambat sekalipun.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski teknologi ini terus berkembang, sejumlah tantangan teknis tetap ada. Radio LoRa memiliki keterbatasan bandwidth yang cukup ketat, sehingga transaksi dengan banyak input data mungkin butuh waktu lebih lama untuk dikirim. Latensi juga menjadi pertimbangan, karena transaksi yang harus melompat lewat banyak node mesh sebelum mencapai jembatan internet akan memakan waktu lebih lama dibanding transaksi yang disiarkan langsung dari node yang terhubung internet.

Efektivitas jaringan mesh juga sangat bergantung pada kepadatan node di suatu wilayah. Di kota dengan banyak node mesh, cakupannya bisa sangat baik, namun di daerah pedesaan dengan node yang jarang, jaringan bisa menjadi rapuh dan tidak stabil. Dari sisi legal, penggunaan frekuensi LoRa umumnya bebas izin di kebanyakan negara, namun radio amatir tetap membutuhkan lisensi khusus dengan pembatasan tertentu.

Soal Keamanan Tetap Terjaga

Satu hal yang perlu dipahami, transaksi Bitcoin sudah ditandatangani secara kriptografis sebelum memasuki jaringan mesh apa pun. Artinya, meski ada node relay yang berniat jahat dalam rantai pengiriman, mereka tetap tidak bisa mengubah isi transaksi atau mencuri dana penggunanya. Meski begitu, jaringan mesh berpotensi dimanfaatkan untuk analisis lalu lintas, yakni upaya mengidentifikasi bahwa seseorang di lokasi tertentu sedang menyiarkan transaksi Bitcoin, sehingga pengguna yang mengutamakan privasi tetap perlu mempertimbangkan langkah tambahan seperti enkripsi di level jaringan mesh.

Dengan berbagai metode ini, konsep bahwa Bitcoin membutuhkan internet untuk bisa digunakan ternyata tidak sepenuhnya benar. Selama pengguna memiliki akses ke salah satu jalur komunikasi alternatif ini, baik radio, satelit, maupun jaringan seluler dasar, transaksi Bitcoin tetap bisa dikirim dan diterima, menjadikan sistem ini lebih tangguh menghadapi berbagai skenario gangguan konektivitas di dunia nyata.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.