CompileDaily
Web 3

Startup Biometrik Sam Altman, World, Raup Rp940 Miliar Lewat Penjualan Token Kripto

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Perusahaan yang membangun jaringan identitas global lewat pemindaian iris mata ini baru saja mengantongi puluhan juta dolar segar, meski di sisi lain masih bergulat meyakinkan konsumen biasa kenapa mereka perlu memindai mata sama sekali.

World, startup verifikasi identitas online yang dikofoundasi Sam Altman, mengumumkan telah meraih pendanaan sebesar 52,5 juta dolar AS lewat penjualan token kripto WLD kepada sejumlah investor strategis. Kabar ini pertama kali dilaporkan TechCrunch pada Kamis, 24 Juli 2026, berdasarkan siaran pers resmi perusahaan.

Pantera Capital Jadi Pembeli Utama

Pembeli utama dalam penjualan token ini adalah Pantera Capital, firma modal ventura yang berfokus pada aset digital. Sejumlah investor lain turut berpartisipasi dalam transaksi ini, termasuk Eightco Holdings, Bain Capital Crypto, Susquehanna Crypto, dan Selini Capital.

Salah satu aspek penting dari penjualan ini adalah masa lockup selama 12 bulan yang diterapkan kepada seluruh investor yang berpartisipasi, artinya mereka tidak dapat menjual atau memperdagangkan token WLD yang dibeli selama satu tahun penuh. Menurut perusahaan, ketentuan ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk bersifat jangka panjang, mendukung pertumbuhan dan perluasan utilitas World, bukan sekadar spekulasi jangka pendek yang lazim ditemui di pasar kripto.

Dana hasil penjualan token ini akan dialirkan ke World Foundation, badan hukum berbentuk exempted foundation company yang berbasis di Kepulauan Cayman, dibentuk khusus untuk mengawasi ekspansi jaringan World secara global.

Konsep Bisnis: Membuktikan Anda Manusia Sungguhan

Proyek World dijalankan oleh Tools for Humanity, startup berbasis San Francisco yang dipimpin CEO sekaligus co-founder Alex Blania, dengan Altman sebagai co-founder lainnya. World menjalankan bisnis yang cukup unik, berpusat pada verifikasi identitas online dan menjual akses ke apa yang mereka sebut sebagai alat "proof of human" atau bukti kemanusiaan.

Gagasan di balik bisnis ini cukup sederhana: seiring bot dan AI menghasilkan sebagian besar konten di internet, kemampuan untuk mengetahui siapa yang benar-benar manusia dan siapa yang bukan akan menjadi semakin penting. Misi utama World adalah mempopulerkan World ID, penanda digital anonim yang memverifikasi bahwa manusia sungguhan, bukan bot atau agen AI, berada di balik sebuah akun tertentu.

Untuk mendapatkan tingkat verifikasi tertinggi dalam sistem World, pengguna harus memindai mata mereka menggunakan perangkat berbentuk bola logam bernama Orb, yang mengubah iris mata pengguna menjadi identifier kriptografis unik. Perangkat Orb ini tersedia di kantor-kantor World maupun toko mitra yang tersebar di berbagai negara.

Lihat Layanan Kami

Reposisi sebagai Infrastruktur Identitas Era AI

Belakangan ini, World mulai memosisikan diri lebih spesifik sebagai infrastruktur identitas untuk era kecerdasan buatan. Argumen di balik pergeseran ini cukup jelas: seiring maraknya deepfake dan konten buatan AI, organisasi membutuhkan sinyal yang bisa diandalkan untuk memastikan bahwa pihak di ujung panggilan video atau tanda tangan dokumen benar-benar manusia sungguhan. World mengeklaim hash iris mata yang mereka hasilkan bisa memberikan sinyal tersebut tanpa perlu mengirimkan data biometrik mentah ke pihak ketiga mana pun.

Sejauh ini, World telah memindai dan memverifikasi iris mata sekitar 17,5 juta pengguna lewat perangkat Orb mereka. Perusahaan juga terus memperluas relevansi komersialnya lewat berbagai kemitraan dengan perusahaan teknologi arus utama. World sebelumnya mengumumkan kemitraan dengan Tinder dan Ticketmaster, dan belakangan dilaporkan turut menjalin integrasi dengan Zoom dan Docusign, memperkuat posisinya sebagai lapisan verifikasi identitas bagi berbagai platform digital populer.

Tantangan di Balik Ambisi Besar

Meski mengantongi pendanaan segar dan mencatat sejumlah kemitraan baru, World bukan tanpa tantangan. Perusahaan dilaporkan mengalami kesulitan memperluas bisnis dan menarik minat pengguna secara luas. Tools for Humanity bahkan melakukan pengurangan tenaga kerja pada Juni 2026, mengindikasikan tekanan operasional yang tengah dihadapi perusahaan di tengah upaya ekspansinya.

Proyek ini sebelumnya dikenal dengan nama Worldcoin, sebelum akhirnya mengubah branding menjadi World untuk lebih menekankan aspek identitas digital ketimbang kripto semata. Perubahan nama ini diambil setelah sorotan regulasi yang meningkat dan skeptisisme luas terhadap aset kripto pasca-penurunan industri beberapa waktu lalu.

Token WLD sendiri tetap menjadi pusat ekosistem World, berfungsi ganda sebagai token utilitas sekaligus aset digital yang disimpan dalam aplikasi mobile World, yang juga berperan sebagai dompet kripto kustodian, memungkinkan pengguna menyimpan, mentransfer, dan memperdagangkan token WLD berdampingan dengan kredensial identitas digital mereka.

Masih Menghadapi Skeptisisme dan Sorotan Regulator

Terlepas dari ambisi besar membangun jaringan identitas digital global, World hingga kini masih kesulitan meyakinkan konsumen umum bahwa verifikasi biometrik benar-benar diperlukan untuk aktivitas internet sehari-hari mereka. Proyek ini juga terus menghadapi sorotan ketat dari para advokat privasi dan regulator di berbagai negara, terkait model bisnis yang secara langsung menautkan identitas digital seseorang dengan data biometrik pribadi mereka, sebuah pendekatan yang masih memicu perdebatan soal batasan privasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi verifikasi identitas berbasis AI.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.