CompileDaily
Startup

SpaceX Disebut Dekati Kesepakatan Akuisisi Startup AI Israel Decart Senilai $6-7 Miliar

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
SpaceX Disebut Dekati Kesepakatan Akuisisi Startup AI Israel Decart Senilai $6-7 Miliar

Kesepakatan yang awalnya dirancang untuk Nvidia justru berbelok arah di menit-menit akhir—raksasa chip tersebut sudah nyaris menutup transaksi, sebelum pemain baru yang jauh lebih besar tiba-tiba masuk dan mengambil alih meja negosiasi.

SpaceX dilaporkan berada dalam tahap negosiasi lanjutan untuk mengakuisisi Decart, startup AI asal Israel yang mengembangkan teknologi optimisasi inferensi video real-time, dengan valuasi kesepakatan diperkirakan mencapai 6 hingga 7 miliar dolar AS. Menurut laporan eksklusif Calcalist (CTech), media bisnis terkemuka Israel, kesepakatan ini sudah memasuki tahap draf lanjutan dan berpotensi ditandatangani dalam waktu dekat.

Dari Negosiasi dengan Nvidia, Berbelok ke SpaceX

Negosiasi awal Decart sebenarnya dilakukan bersama Nvidia, yang berminat mengakuisisi startup tersebut. Namun ketika kedua pihak hampir mencapai kesepakatan, pemain internasional lain yang jauh lebih besar masuk ke gambaran, mendorong para pendiri Decart mengalihkan fokus negosiasi ke penawar baru tersebut. Sejumlah sumber industri menyebut SpaceX sebagai kandidat kuat pembeli baru ini, meski Amazon dan perusahaan cloud asal Israel, Nebius, turut disebut-sebut sebagai pihak yang berminat.

Decart, didirikan pada 2023 oleh Dean Leitersdorf dan Moshe Shalev, mengembangkan teknologi yang memungkinkan model AI berjalan dengan kecepatan sekitar delapan kali lipat rata-rata industri. Perusahaan asal Tel Aviv ini sudah mengantongi pendanaan sekitar 450 juta dolar AS, termasuk putaran pendanaan 300 juta dolar AS pada Mei lalu dengan valuasi 4 miliar dolar AS—yang berarti kesepakatan senilai 6-7 miliar dolar AS ini akan mencatatkan lonjakan valuasi hampir delapan kali lipat dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Bagian dari Strategi Besar SpaceX Membangun Infrastruktur AI

Bagi SpaceX, akuisisi Decart—jika benar-benar terealisasi—akan menjadi lapisan strategis lain dalam ambisi mereka membangun infrastruktur komputasi AI. Perusahaan milik Elon Musk ini baru saja meraih 75 miliar dolar AS dalam penawaran umum perdana (IPO) sebulan lalu, sebagian ditujukan untuk memperluas infrastruktur AI mereka sekaligus mengembangkan model bahasa besar Grok yang bersaing langsung dengan Anthropic, Google, dan OpenAI. Tak lama usai IPO tersebut, SpaceX juga mengakuisisi startup developer tools, Cursor, senilai 60 miliar dolar AS.

Berbeda dari akuisisi Cursor yang memberi SpaceX produk yang langsung dipakai developer, Decart akan memberi mereka infrastruktur yang jauh lebih fundamental—perangkat lunak yang menyentuh langsung proses pelatihan model, inferensi, dan biaya simulasi. Dalam laporan keuangan publik pertama mereka pekan lalu, SpaceX mencatat 14,1 miliar dolar AS dalam kontrak penjualan AI cloud, mencakup kesepakatan dengan Alphabet dan Anthropic di mana infrastruktur komputasi SpaceX berfungsi sebagai penyedia AI cloud. Musk bahkan menyebut target run rate pendapatan tahunan 100 miliar dolar AS pada Desember mendatang "bukan lagi tanda tanya."

Koneksi Personal Musk dengan Pendiri Decart

Menariknya, hubungan antara Musk dan co-founder Decart, Dean Leitersdorf, sudah terjalin sejak 2024, ketika Musk mengalami langsung game bernama Oasis yang dibangun di atas teknologi Decart. Sejak saat itu, keduanya dilaporkan tetap menjaga komunikasi rutin. Partner Sequoia Capital, Shaun Maguire—investor sejak putaran seed Decart senilai 21 juta dolar AS yang tergolong tidak lazim skalanya—juga dikenal dekat dengan Musk dan sempat mengatur kunjungan Musk ke Israel usai peristiwa 7 Oktober.

Chris Penrose, Wakil Presiden Global Telekomunikasi Nvidia, sebelumnya turut menyoroti signifikansi teknologi Decart dalam pengumuman kolaborasi Maret lalu—menjalankan model Lucy milik Decart di atas infrastruktur edge computing terdistribusi Nvidia memungkinkan aplikasi AI interaktif berjalan dalam skala global dengan waktu respons nyaris instan.

Belum Final, tapi Arahnya Sudah Jelas

Calcalist menekankan negosiasi ini masih berstatus "lanjutan" (advanced), bukan final, dan kesepakatan sebesar ini masih harus melewati proses hukum dan regulasi sebelum benar-benar rampung. Meski demikian, arah kesepakatan ini menegaskan pola yang lebih luas di industri AI saat ini: perusahaan-perusahaan besar tidak lagi sekadar mengejar model AI paling canggih, melainkan juga memburu sistem-sistem yang membuat model tersebut berjalan lebih murah dan lebih efisien—pergeseran fokus dari lomba membangun model terbesar, menuju perlombaan mengoptimalkan biaya menjalankannya.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.