Saham Unitree Melonjak 629% saat Debut IPO, Investor Bertaruh Besar pada Robot Humanoid China
Delapan tahun lalu, perusahaan ini hanya membuat robot berkaki empat yang dijual ke segelintir peneliti dan penghobi. Selasa kemarin, saham mereka melonjak lebih dari enam kali lipat di hari pertama perdagangan—penanda betapa besarnya taruhan yang kini ditempatkan investor pada dominasi China di persimpangan robotika dan kecerdasan buatan.
Saham Unitree Robotics melonjak 629 persen pada debut perdagangan mereka di Shanghai, Selasa (18/8/2026), menjadikan mereka produsen robot humanoid pertama yang melantai di bursa saham China daratan. Harga saham perusahaan asal Hangzhou tersebut—secara resmi bernama Yushu Technology Co.—melesat dari harga IPO 150,8 yuan menjadi 1.100 yuan sebelum sedikit terkoreksi, memberi mereka valuasi pasar awal 445 miliar yuan, setara dengan pemasok Apple, Luxshare Precision Industry Co.
Permintaan Ritel yang Memecahkan Rekor: 5.526 Kali Lipat Oversubscribed
Antusiasme investor terhadap IPO ini tergolong luar biasa bahkan menurut standar pasar China yang terkenal spekulatif. Menurut kalkulasi Bloomberg berdasarkan pengajuan bursa, porsi ritel dari penawaran ini oversubscribed hingga 5.526 kali lipat, dengan investor individu mengajukan 9,8 juta order senilai sekitar 8,1 triliun yuan atau setara 1,2 triliun dolar AS. Rasio kemenangan alokasi saham tercatat sangat rendah secara historis, hanya 0,018 persen—menegaskan betapa langkanya kesempatan mendapat jatah saham bagi investor ritel biasa.
Unitree berhasil menghimpun dana sekitar 6,1 miliar yuan (904 juta dolar AS) dari penjualan 40,4 juta lembar saham baru, setara 10 persen dari total modal saham mereka usai IPO—menjadikan mereka valuasi sekitar 9 miliar dolar AS pada harga penawaran, sebelum melonjak jauh lebih tinggi pada hari pertama perdagangan.
Investor Strategis Termasuk DeepSeek dan Raksasa Energi China
Sekitar 20 persen dari penawaran ini diserap investor strategis papan atas, termasuk startup AI DeepSeek yang mendapat alokasi 2,31 persen saham, kendaraan investasi terafiliasi Tencent, serta lengan investasi yang terhubung dengan CNPC, China Southern Power Grid, dan China Telecom. Sebelumnya, Unitree juga telah mengantongi dukungan dari raksasa teknologi Alibaba dan Tencent, ditambah produsen otomotif Geely, sejak putaran pendanaan Juni lalu. Pendiri sekaligus CEO dan CTO Unitree, Wang Xingxing, bahkan sempat menghadiri pertemuan langka dengan Presiden Xi Jinping pada Februari lalu bersama eksekutif DeepSeek—sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap sektor robotika ini.
China Kuasai 97 Persen Pengiriman Robot Humanoid Global
Menurut data Smart Analytics Global yang dikutip Bloomberg, produsen robot humanoid China menguasai porsi mengejutkan sebesar 97 persen dari total pengiriman global sepanjang semester pertama 2026. Pengiriman robot humanoid global tercatat melonjak tiga kali lipat menjadi 19.100 unit pada semester pertama tahun ini, dari hanya 5.100 unit pada periode yang sama tahun lalu—dengan proyeksi pengiriman mencapai sekitar 60 ribu unit sepanjang 2026, dan melonjak hingga 500 ribu unit pada 2030.
Investor China—mulai dari dana yang didukung negara, raksasa teknologi, hingga produsen otomotif—telah menggelontorkan lebih dari 100 miliar yuan (14,8 miliar dolar AS) ke sektor robotika humanoid sepanjang tahun ini, menurut analisis Bloomberg. Taruhan besar ini didasarkan pada keyakinan bahwa China bisa mendominasi persimpangan antara robotika dan AI, memungkinkan mesin memahami dan berinteraksi dengan dunia fisik secara mandiri—dengan produsen China seperti Unitree sudah mengambil keunggulan lebih dulu dibanding rival Amerika Serikat, mulai dari Tesla milik Elon Musk hingga startup seperti Figure AI, dari sisi volume produksi dan penerapan nyata di lapangan.
Pertanyaan Besar yang Masih Menggantung: Bisakah Ini Benar-benar Menghasilkan Uang?
Meski sambutan pasar sangat meriah, sejumlah analis mengingatkan pertanyaan mendasar yang belum terjawab: apakah robot humanoid benar-benar sudah menjadi bisnis nyata, atau ini sekadar perlombaan valuasi baru yang didorong hype AI semata. Pada harga penawaran awal, Unitree dihargai sekitar 219 kali proyeksi laba 2025 mereka—angka yang menunjukkan investor jelas tidak sekadar bertaruh pada penjualan robot hari ini, melainkan pada seperti apa pasar robot humanoid akan menjadi di masa depan.
Robot-robot Unitree yang terkenal bisa melakukan salto belakang, tendangan ala kung fu, dan bangkit kembali usai terjatuh memang memukau secara visual—namun teknologi di baliknya masih menghadapi pertanyaan besar soal skalabilitas komersial, dengan keterbatasan AI dan software yang masih belum sepenuhnya terselesaikan. Robot G1 berbiaya rendah milik Unitree sudah dipasarkan ke konsumen dan peneliti selama bertahun-tahun, dengan brand yang cukup kuat hingga robot mereka tampil di televisi nasional China dan berbagai acara publik.
Gelombang IPO Robotika Lain Segera Menyusul
Kesuksesan IPO Unitree ini membuka jalan bagi rangkaian pencatatan saham robotika lain yang tengah disiapkan. Rival Unitree, AgiBot dan Leju Robotics, dilaporkan tengah menyiapkan proses IPO masing-masing di Hong Kong dan Shenzhen—menandakan gelombang besar minat investor terhadap sektor robotika humanoid China baru saja dimulai, bukan berakhir dengan debut spektakuler Unitree ini.
Sebagai penanda betapa spekulatifnya minat pasar terhadap saham ini bahkan sebelum resmi diperdagangkan, kontrak perpetual pre-IPO terkait Unitree di bursa kripto derivatif Hyperliquid sempat diperdagangkan sekitar empat kali lipat dari harga IPO—menunjukkan investor bahkan rela menggunakan instrumen kripto derivatif hanya untuk bisa bertaruh lebih awal pada saham ini, sebelum perdagangan resmi di Shanghai benar-benar dimulai.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.