CompileDaily
Teknologi

NPCI Perluas UPI ke Pasar Internasional, Bidik Diaspora India sebagai Motor Pertumbuhan

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
NPCI Perluas UPI ke Pasar Internasional, Bidik Diaspora India sebagai Motor Pertumbuhan

Setelah berhasil mengubah cara ratusan juta warganya bertransaksi sehari-hari, sistem pembayaran digital buatan India kini mengincar target yang jauh lebih ambisius: menjadikan diri mereka alat pembayaran andalan bagi puluhan juta orang India yang tinggal jauh dari tanah kelahirannya.

National Payments Corporation of India (NPCI), pengembang Unified Payments Interface (UPI), terus mempercepat ekspansi internasional sistem pembayaran real-time tersebut dengan menyasar komunitas diaspora India sebagai motor pertumbuhan berikutnya. Lewat anak usahanya, NPCI International Payments Limited (NIPL), UPI kini sudah aktif digunakan di sekitar sepuluh negara, mencakup Uni Emirat Arab, Singapura, Prancis, Yunani, hingga Kamboja—dengan sejumlah negara lain seperti Siprus, Oman, dan Jepang dilaporkan sudah menandatangani nota kesepahaman dan tinggal menunggu implementasi penuh.

India Jadi Penerima Remitansi Terbesar Dunia

Strategi menyasar diaspora ini bukan tanpa alasan. India tercatat sebagai negara penerima remitansi terbesar di dunia, menjadikan koneksi pembayaran lintas negara yang mulus bagi warga India di luar negeri sebagai peluang bisnis sekaligus alat diplomasi ekonomi yang strategis. NPCI sebelumnya telah mengaktifkan tautan nomor ponsel internasional ke UPI, memungkinkan Non-Resident Indian (NRI) menggunakan layanan UPI dengan lebih mulus dari luar negeri, sekaligus memperkuat konektivitas finansial lintas batas dan menyederhanakan proses remitansi.

Di UAE, salah satu koridor migrasi dan remitansi teraktif bagi India, integrasi UPI sudah mencakup lebih dari 60 ribu titik merchant, termasuk gerai ritel besar seperti Dubai Duty Free dan Lulu Hypermarket, lewat kemitraan dengan sistem NeoPay milik Mashreq Bank serta jaringan AANI. Managing Director dan CEO NIPL, Ritesh Shukla, sebelumnya menyebut ekspansi semacam ini membawa kemudahan luar biasa bagi jutaan wisatawan dan penduduk India di luar negeri, sekaligus memperkuat jembatan digital antara kedua ekonomi.

Skala Domestik yang Sudah Sangat Masif

Di dalam negeri, UPI sudah menjadi tulang punggung ekonomi digital India, menyumbang sekitar 85 persen dari total transaksi pembayaran digital domestik dan sekitar 49 persen dari seluruh transaksi real-time global. Jaringan UPI kini didukung 703 bank—melonjak signifikan dari hanya 21 bank saat pertama kali diluncurkan pada 2016. Pada Januari 2026 saja, sistem ini memproses 21,70 miliar transaksi senilai lebih dari 28 lakh crore rupee India (setara ratusan triliun rupiah).

Skala domestik yang sudah sangat matang inilah yang membuat NPCI mulai mengalihkan fokus pertumbuhan berikutnya ke pasar internasional. Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, sebelumnya menargetkan volume transaksi UPI mencapai satu miliar transaksi per hari dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sembari mendorong percepatan internasionalisasi lewat pengembangan kerangka kerja yang saling terhubung (interoperable) dengan sistem pembayaran negara lain.

Kemitraan dengan Raksasa Teknologi Global

NPCI International turut menggandeng sejumlah perusahaan teknologi global untuk mempercepat ekspansi ini. Google India Digital Services, misalnya, telah menandatangani nota kesepahaman dengan NIPL untuk memperluas dampak UPI ke negara-negara di luar India—mencakup tiga tujuan utama: memperluas penggunaan UPI bagi wisatawan India di luar negeri, membantu negara lain membangun sistem pembayaran digital serupa UPI, hingga mempermudah proses remitansi lintas negara lewat infrastruktur UPI.

Volume transaksi UPI internasional dilaporkan hampir berlipat ganda secara tahunan pada tahun fiskal 2025-2026, meski porsinya masih terbilang kecil dibanding raksasa volume transaksi domestik UPI. NIPL sendiri menyebut proses membangun jaringan "pipa" pembayaran bilateral secara penuh membutuhkan waktu panjang—diperkirakan sekitar 20 hingga 25 tahun untuk benar-benar tuntas, dengan tujuh hingga delapan jalur yang sudah beroperasi penuh hingga pertengahan 2026 ini.

Ambisi jangka panjang ini menempatkan UPI sebagai salah satu contoh paling menonjol dari upaya suatu negara mengekspor infrastruktur pembayaran digital buatan dalam negeri ke pasar global—sebuah model yang kini mulai dilirik dan dipelajari sejumlah negara lain yang ingin membangun sistem pembayaran real-time serupa di negaranya masing-masing.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.