Intel Diam-Diam Naikkan Harga Prosesor Core Ultra hingga 18 Persen
Prosesor yang tadinya jadi favorit karena harganya yang bersahabat kini kehilangan salah satu daya tarik utamanya, dan perubahan ini terjadi tanpa pengumuman resmi sama sekali.
Intel diam-diam menaikkan harga rekomendasi atau MSRP untuk tiga prosesor desktop dalam seri "Arrow Lake Refresh" miliknya, yaitu Core Ultra 200S Plus. Kenaikan ini tidak disertai pengumuman resmi apa pun, dan hanya terlihat dari perubahan harga di halaman informasi produk resmi Intel.
Core Ultra 7 270K Plus mengalami kenaikan harga dari 299,99 dolar AS menjadi 349,99 dolar AS, atau naik sekitar 17 persen. Sementara itu, Core Ultra 5 250K Plus naik dari 199,99 dolar AS menjadi 229,99 dolar AS, kenaikan sekitar 15 persen. Varian ketiga, Core Ultra 5 250KF Plus yang tidak dilengkapi grafis terintegrasi, juga ikut naik dari kisaran 174-184 dolar AS menjadi 204-214 dolar AS, atau sekitar 18 persen.
Kehilangan Daya Tarik Utama
Ketiga prosesor ini sebelumnya diluncurkan pada Maret 2026 dan sempat mendapat banyak pujian dari media teknologi berkat harganya yang dianggap disruptif untuk kelas performanya. Kenaikan harga kali ini pada dasarnya menghilangkan keunggulan utama yang membuat chip-chip tersebut begitu menarik perhatian sejak awal peluncurannya.
Dari sisi spesifikasi, Core Ultra 7 270K Plus mengusung konfigurasi 8 core Performance ditambah 16 core Efficient, dengan total 24 thread, cache L3 sebesar 36 MB, dan kecepatan boost maksimum hingga 5,50 GHz pada core Performance-nya. Prosesor ini mendukung memori DDR5-7200 dan menggunakan soket LGA1851 yang kompatibel dengan motherboard Intel seri 800. Sementara itu, Core Ultra 5 250K Plus memiliki konfigurasi 6 core Performance dan 12 core Efficient dengan cache L3 sebesar 30 MB, menjadikannya prosesor dengan jumlah core terbanyak di segmen "5" milik Intel saat ini. Kedua chip ini turut mendukung teknologi baru Intel bernama Binary Optimization.
Harga Pasar Belum Sepenuhnya Mengikuti
Menariknya, harga jual riil di sejumlah toko online belum sepenuhnya menyesuaikan dengan MSRP baru tersebut. Di beberapa marketplace seperti Amazon, harga jual kedua prosesor ini masih berada di bawah MSRP terbaru Intel, meski sudah lebih tinggi dari harga peluncuran awal.
Ada fakta menarik di balik kenaikan MSRP ini. Sebenarnya, harga jual riil di pasar sudah lebih dulu naik melampaui MSRP awal sejak peluncuran, didorong tingginya permintaan konsumen terhadap kedua chip tersebut. Dengan kata lain, penyesuaian MSRP resmi oleh Intel kali ini sebagian besar hanya mengikuti kenyataan harga yang sebenarnya sudah terjadi di pasar sejak beberapa waktu lalu.
Bagian dari Tren Kenaikan Harga Komponen PC
Kenaikan harga prosesor ini tidak berdiri sendiri. Pasar komponen PC saat ini juga tengah menghadapi tekanan kenaikan harga pada kartu grafis dan modul memori (RAM), yang dipicu oleh kelangkaan pasokan memori secara global. Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat total biaya merakit PC gaming menjadi jauh lebih mahal dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Bagi konsumen yang berencana merakit PC baru atau meng-upgrade sistem lama, situasi ini menjadi pertimbangan penting. Bagi yang masih ragu, memantau harga di berbagai toko secara berkala dan membandingkan penawaran tetap menjadi langkah paling bijak, mengingat harga komponen PC dikenal sangat dinamis dan bisa berubah dalam waktu singkat mengikuti kondisi stok global, permintaan pasar, serta situasi industri semikonduktor secara keseluruhan.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.