CompileDaily
Seminar

IndoSec 2026 Digelar September, Ribuan Pakar Keamanan Siber Berkumpul di Jakarta

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Di tengah ekonomi digital Indonesia yang terus melesat, satu agenda tahunan yang mempertemukan para penjaga keamanan siber negeri ini kembali bersiap membuka pintunya dengan skala yang semakin besar.

IndoSec 2026, summit keamanan siber terbesar dan paling prestisius di Indonesia, dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 16 September 2026 di kawasan Jakarta. Acara yang diselenggarakan Tradepass ini merupakan edisi kesembilan sejak pertama kali digelar, dan akan mempertemukan para pakar keamanan siber, pejabat pemerintah, pemimpin industri, serta inovator teknologi selama dua hari penuh berbagi pengetahuan, membangun jejaring, dan memamerkan berbagai solusi keamanan digital.

Skala Peserta yang Terus Membesar

Acara ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 2.000 pakar keamanan siber, termasuk para Kepala Keamanan Informasi, Risiko, Kepatuhan, Forensik, dan Hukum Siber dari lebih dari 700 perusahaan publik dan swasta terkemuka di Indonesia. IndoSec 2026 turut didukung oleh sejumlah lembaga negara, di antaranya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), serta Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA).

Skala acara ini tidak lepas dari konteks besar ekonomi digital Indonesia sendiri. Sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat mencapai 130 miliar dolar AS pada 2025, dan diproyeksikan melonjak hingga 360 miliar dolar AS pada 2030. Pertumbuhan pesat inilah yang membuat urgensi melindungi infrastruktur keamanan siber negara menjadi semakin mendesak, seiring Indonesia menjadi sasaran empuk berbagai ancaman siber di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan, komputasi awan, dan pembayaran digital.

Deretan Pembicara dari Berbagai Sektor

Sejumlah nama pembicara sudah dikonfirmasi untuk tampil di edisi 2026 ini, mencakup perwakilan dari pemerintahan hingga sektor swasta. Di antaranya adalah Muchtarul Huda, Direktur Strategi dan Kebijakan Pemantauan Ruang Digital dari KOMDIGI, Kolonel Adriansyah Putra Harahap dari BAKAMLA, serta sejumlah Chief Information Security Officer dari perusahaan besar seperti DANA Indonesia, UOB, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Siloam Hospitals Group.

Topik Bahasan yang Relevan dengan Ancaman Terkini

Lihat Layanan Kami

Agenda IndoSec 2026 dirancang berdasarkan studi kasus praktis dan kekhawatiran keamanan siber yang paling mendesak saat ini. Beberapa topik utama yang akan dibahas mencakup prakiraan keamanan siber, keamanan cloud, konsep zero trust, perang siber, keamanan IoT, forensik digital, keamanan perangkat mobile, hingga perlindungan enterprise secara menyeluruh.

Format acara ini menghadirkan lebih dari 16 jam dialog seputar keamanan siber, ditambah area Solutions Showcase seluas 60.000 kaki persegi yang menampilkan beragam solusi dan teknologi keamanan terkini. Ada pula CISO Lounge, ruang eksklusif berbasis undangan khusus yang memungkinkan para Chief Information Security Officer terkemuka berdiskusi secara tertutup, saling bertukar pengalaman, dan membahas tantangan bersama dalam mengamankan organisasi mereka masing-masing.

Menjangkau Lebih dari 20 Sektor Industri

Salah satu kekuatan IndoSec terletak pada keberagaman sektor industri yang berpartisipasi. Peserta acara ini berasal dari lebih dari 20 sektor berbeda, mulai dari pemerintahan, perbankan, asuransi, e-commerce, telekomunikasi, minyak dan gas, ritel, kesehatan, pertambangan, hingga penerbangan, logistik, konstruksi, pertanian, dan hospitality. Keberagaman ini mencerminkan bahwa tantangan keamanan siber kini menjadi perhatian lintas industri, tidak terbatas pada sektor teknologi semata.

Rekam Jejak yang Terus Berkembang

Merujuk pada capaian edisi sebelumnya di 2025, IndoSec mencatatkan lebih dari 6.000 peserta pra-kualifikasi, lebih dari 480 pembicara, lebih dari 600 sponsor dan mitra, serta lebih dari 2.500 organisasi terkemuka yang berpartisipasi, dengan area pameran yang mencapai lebih dari 120.000 kaki persegi. Data juga menunjukkan bahwa 71 persen peserta pada edisi 2025 memiliki pengaruh langsung atau tanggung jawab tunggal dalam pengambilan keputusan pembelian solusi keamanan siber di organisasi mereka.

Dengan skala partisipasi yang terus bertambah setiap tahunnya, IndoSec 2026 diharapkan dapat semakin memperkuat ketahanan siber Indonesia di tengah lanskap ancaman digital yang kian kompleks, sekaligus menjadi wadah kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta dalam menjaga kepercayaan digital masyarakat Indonesia ke depannya.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.